TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 092


__ADS_3

“Aku? Kenapa aku? Aku tak melakukan apapun padanya. Itu karena Pengawal Zaid sendiri. Dia sendiri yang membuat ulah saat itu.” Anna menggebu-gebu menunjuk Zaid yang hanya berdiri di depan pintu masuk.


Can pun bingung. Kenapa Anna harus berbicara sedemikian, padahal, Can hanya berbasa-basi. “Ulah dia? Apa yang dilakukan Pengawal Zaid padamu?”


Ruang rias lengang sejenak. Anna berdiri mematung. Matilah dia. Karena mulutnya yang lebar itu membuat Can menjadi curiga dengan apa yang telah terjadi.


“Tidak! Tak ada yang terjadi. Sama sekali tak ada.” Anna menggeleng. “Sudahlah, lupakan saja. Sekarang, kau harus bergegas ke lokasi syuting. Pak sutradara sudah menunggumu disana.”


Can melirik mata Anna. Tahu bahwa Anna memang menyembunyikan sesuatu darinya. “Baiklah. Mari kita pergi ke lokasi.”


Kini tinggal hanya Anna dan Zaid yang berada di ruang rias itu. Can dan semua kru rias telah pergi ke lokasi syuting. Kesempatan yang bagus bagi Zaid untuk mendekati Anna.


“Astaga, bukankah aku sudah mengirimu pesan agar kau menggunakan pakaian yang tebal? Kenapa kau malah menggunakan pakaian yang serba tipis? Kau memang tak mendengarkanku.”


“STOP!!!! Berhenti disana!” Anna berseru saat Zaid melangkah mendekatinya. “Kau dilarang mendekatiku! Kau hanya boleh berdiri dengan jarak satu meter dariku. Tak ada kontak fisik diantara kita.”


“Kenapa begitu?”

__ADS_1


“Karena aku tak tahan melihatmu. Pandanganmu sangat cabul, tanganmu lincah dan sangat licik.”


“Ah, benarkah?” Satu langkah Zaid mendekati Anna. Begitupun Anna yang mundur satu langkah dan mengacungkan gagang sapu pada Zaid.


“Terutama itu. Bibir itu! Kau harus menjaga bibirmu dan jangan lupa, selalu jarak satu meter dariku,” tegasnya. Anna pun berjalan pergi meninggalkan ruang rias.


“Sial! Jika bukan karena misi, aku juga tak ingin mencium wanita sepertimu,:” gumam Zaid kesal.


Zaid pun pergi dari ruang rias. Menuju lokasi syuting Can yang sedang berlangsung.


Terlihat Can yang sedang berlari karena dikejar oleh beberapa prajurit kerajaan dalam adegan itu.


Semua prajurit itu menggunakan pedang asli dan mengejar Can yang berlari seorang diri.


Dalam adegan itu memperlihatkan Can yang tetap kekeh dengan pendiriannya untuk merebut putri raja dari kerajaan, padahal, para petinggi kerajaan dan raja sendiri telah menolaknya berulang kali.


Maka dia harus menghadapi beberapa prajurit yang sedang mengejarnya itu. Pemandangan yang apik.

__ADS_1


Di sebuah gubuk kecil, salah satu spot adegan syuting, terlihat Anna yang sedang duduk sendirian sambil memainkan ponselnya. Menunggu selesainya syuting.


Lagi-lagi Zaid berjalan mendekati spot itu dan duduk dengan jarak satu meter darinya.


“Ehm. Apa jarak satu meter masih tetap berlaku disini?”


“Ya,” jawab Anna ketus. Sama sekali dia tak memandang Zaid dan fokus pada ponselnya.


“Lantas, bagaimana jika aku lebih mendekat?” Zaid menggoda.


“Maka kau akan mati.”


Zaid menghela nafas panjang. Tak tahu lagi bagaimana dia akan membujuk Anna.


“Hei, Manajer Anna!!”  Dari kejauhan, Pak Sutrada memanggil Anna menggunakan toak. Dia berkata bahwa adegan yang telah dilakukan kurang lengkap dan membutuhkan figuran lain untuk memperbagusnya.


Maka Anna yang dimintai tolong saat itu. Pak Sutradara ingin Anna dan Zaid menjadi peran figuran. Mereka seolah harus menjadi pasangan dan masuk ke dalam frame kamera.

__ADS_1


__ADS_2