
“Jeruk.”
“Saat kau berjalan sendirian di padang pasir, hewan apa yang berjalan disampingmu? Singa, onta, domba, atau monyet?”
“Onta.”
“Jika ada seorang pembunuh berantai atau seorang psikopat yang tiba-tiba menelponmu, kenapa dia melakukan itu? Apa yang dia inginkan?”
“Tentu saja dia ingin menemukanku dan membunuhku.”
“Lantas, andaikan salah satu keluargamu dibunuh oleh perampok, dan perampok itu bersembunyi di dalam lemarimu. Apa yang akan kau lakukan? Apa kau mendobrak lemarimu, atau menunggunya?”
“Aku akan menunggunya. Begitu dia tak mendapatkan udara dari lemari, dia akan keluar. Saat dia keluar, aku akan menusuk jantungnya, dan memakannya sembari dia sekarat,” jawab Zaid berseru.
Anna menelan ludah mendengar jawaban yang cukup mengerikan dari Zaid.
“Wah, wah, wah. Sudah kuduga ….. Pasti golongan darahmu O, benar bukan? Dan zodiakmu pasti Leo, jadi, kau dan Kak Can Yaman sangat serasi sekali.”
Zaid menekuk dahi mendengarnya. Ternyata pertanyaan yang dilontarkan Anna adalah pertanyaan tentang Zodiak yang sama sekali tak dipercayainya.
__ADS_1
“Astaga, pertanyaannya sungguh sampah,” umpatnya dalam hati.
“Selamat! Kau diterima bekerja sebagai pengawal pribadi.” Anna bertepuk tangan kecil, tersenyum, memberi selamat pada Zaid. Heboh sekali.
“Silahkan datang besok pagi di kediaman Kak Can. Kau tak boleh terlambat meski itu satu menit bahkan satu detik pun.”
“Dia harus datang di lokasi syuting tepat pukul 09 pagi, jadi, setidaknya dia harus bangun lebih awal lagi. Mungkin dua jam atau bahkan paling lambat satu jam sebelumnya. Kau mengerti?”
Zaid mengangguk.
“Baiklah, sampai jumpa besok. Kau boleh pergi.”
Keesokan harinya, tepat pukul setengah 7 pagi. Zaid sudah berada di kediaman Zaid.
Klimis sekali penampilannya saat itu. Menggunakan setelan jas dan dasi serba hitam, kemeja putih, rambut disisir rapi. Sangat berkilau karena minyak rambut yang telah digunakannya,
Juga kacamata berwarna hitam berbentuk kotak yang membuatnya terlihat lebih menawan lagi. Zaid benar-benar terlihat seperti body guard yang sangat berkelas.
Dia berdiri tepat di depan gerbang rumah milik Can Yaman. Rumah dengan desain kolonial turki kuno.
__ADS_1
Rumah Can mungkin memiliki bangunan yang luas dengan atap yang curam dan jendela-jendela besar yang elegan.
Fasad rumah didekorasi dengan detail ornamentik yang rumit, seperti ukiran kayu, patung-patung, dan batu-bata terpahat.
Warna yang dominan dalam desain ini adalah putih, memberikan kesan keanggunan dan kemewahan.
Terdapat tiga buah CCTV, serta kamera pengawas di setiap sudut rumahnya.
Terdapat juga taman dan halaman belakang rumah mewah dengan desain kolonial Turki seringkali dirancang dengan keindahan alam dan kenyamanan sebagai fokus utama.
Taman yang indah dengan pepohonan hijau, taman bunga yang rimbun, dan kolam renang yang elegan mungkin menjadi fitur utama dalam halaman belakang ini.
Area duduk outdoor dengan furnitur yang nyaman juga sering ditemukan, memberikan tempat yang sempurna untuk bersantai, menikmati kopi, melihat matahari terbit dan terbenam.
Pintu gerbang dilengkapi dengan sistem keamanan sidik jari dan sensor wajah. Hanya wajah tertentu yang dapat membuka sensor itu.
Tepat saat Zaid akan mencoba meretasnya, sopir pribadi Can menuruni tangga. Menatap Zaid dengan sinis dan membukakan pintu gerbang untuknya.
“Selamat pagi, Tuan Pengawal. Maaf aku harus pergi dulu. Ada sesuatu yang tertinggal di mobil Tuan Can. Kau bisa langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia masih tertidur pulas, tolong bangunkan dia.”
__ADS_1