TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 113


__ADS_3

Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan sushi, termasuk sushi klasik seperti nigiri dan maki, serta kreasi-kreasi inovatif dengan bahan-bahan unik.


Selain sushi, Akira Back juga menawarkan hidangan panggang yang luar biasa. Daging yang lembut dan berbumbu sempurna dipanggang dengan hati-hati, menciptakan cita rasa yang kaya dan tekstur yang sempurna.


Hidangan panggang ini disajikan dengan saus yang unik dan aksen rasa yang menarik, menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan.


Bagi pecinta hidangan laut, Akira Back juga menyajikan berbagai hidangan laut segar yang memanjakan lidah.


Mulai dari udang yang besar dan lezat hingga ikan bakar yang sempurna, hidangan laut di sini menawarkan kualitas dan rasa yang tak tertandingi.


Penggunaan bumbu dan saus yang tepat menambah dimensi rasa yang kaya, menciptakan pengalaman makan yang memuaskan.


Selain hidangan utama, Akira Back juga menyediakan hidangan pembuka yang menggoda selera.


Dari sup miso yang khas hingga salad yang segar dan kreatif, hidangan pembuka ini memulai makanan dengan sempurna.


Restoran ini juga menawarkan pilihan hidangan penutup yang manis dan lezat, seperti mochi dan puding yang memuaskan.


Pelayanan di Akira Back sangatlah profesional dan ramah.

__ADS_1


Staf yang berpengetahuan tinggi tentang menu dan pilihan anggur dapat memberikan rekomendasi yang membantu dalam memilih hidangan dan minuman yang cocok.


Setiap tamu dilayani dengan kehangatan dan perhatian, menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan.


Selain itu, Akira Back juga menawarkan pilihan anggur yang luas dan cocktail yang kreatif.


Minuman-minuman ini dirancang untuk melengkapi hidangan dengan sempurna dan menambahkan kelengkapan sebuah restoran mewah ala jepang.


Beberapa pramusaji sesekali menggunakan seragam pakaian kolonial jepang, dalam beberapa event. Membuat suasana di Jepang lebih terasa.


“Ini untukmu, Ayah.” Zaid memberikan sebuah bingkisan pada Yohan, sembari menunggu pesanan datang.


“Astaga, kau tak perlu melakukan ini, Nak.” Yohan menyeringai lebar.


Pria tua yang tak tahu malu. Yohan langsung membuka bingkisan itu di depan Zaid. Dia kegirangan melihat bingkisan yang berisi beberapa setelan baju modis.


“Seharusnya aku yang meminta maaf, Ayah Karena waktu itu kita bertemu mendadak, dan aku tak membawa apapun untukmu.”


“Omong-omong, Nak. Kau tak memberitahu Anna bahwa kau datang untuk bertemu denganku, bukan?”

__ADS_1


“Tentu, tidak. Kalau boleh kutahu, kenapa kau ingin menemuiku?”


“Sebagai ayah Anna, aku hanya ingin bertanya kepadamu beberapa hal untuk memastikan saja.”


Zaid mengangguk mengerti. “Silahkan bertanya, Ayah. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu.”


“Sejauh apa hubunganmu dengan Anna?”


“Apa maksudnya?”  Zaid tak mengerti.


“Apa kalian sudah saling berjanji? Kau sudah melamarnya? Mungkin bertunangan dan bertukar cincin? Atau kalian memiliki benda lain seperti gelang, atau kalung yang kalian pakai bersama?”


Benar dugaan Zaid. Pertanyaan Yohan mengarah pada gelang yang sedang dicarinya itu. Yohan mungkin saja berasumsi bahwa Anna memberikan gelang itu pada Zaid.


“Kami mulai berkencan belum lama ini, Ayah, jadi, belum sampai di titik seperti yang kau sebutkan tadi,” jelas Zaid.


“Ah, benarkah?” Yohan celingukan. Menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. “Jadi, dia juga tak memberikannya padamu ternyata,” gumamnya.


Makanan pun datang. Beberapa menu masakan Jepang dihidangkan di atas meja. Sashimi, dimsum, udon, ramen dan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2