TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 096


__ADS_3

Selain itu, pusat layanan pelanggan Ditto Flats siap memberikan dukungan dan bantuan kepada penghuni.


Dan di apartemen itulah tempat tinggal Anna berada. Zaid memanfaatkan waktu malam hari karena dia tahu bahwa Anna tak sedang berada di rumahnya.


Dia sedang di rumah Can untuk membicarakan tentang Produser Nick, seperti yang dikatakannya pada Zaid saat syuting berlangsung tadi siang.


Meski keamanan di apartemen itu begitu ketat selama 24 jam penuh, juga kamera pengawas yang pastinya berada di setiap sudut gedung, tapi itu tak mempersulit bagi Zaid untuk masuk ke dalam kamar Anna.


Dengan segala peralatan yang dibawanya saat itu, dia dapat meretas semua sistem keamanan CCTV dan masuk ke dalam apartemen Anna dengan mudah.


Apartemen Anna sendiri terletak di lantai dua gedung. Berada tepat di ujung lorong. Berdirilah Zaid di depan kamar Anna. Dia mengeluarkan kunci *****.


Mengotak-atik sejenak gagang pintu kunci, dan terbukalah pintu apartemen Anna.


Sebuah senter kecil dinyalakan Zaid untuk menerangi ruangan dalam apartemen yang gelap.

__ADS_1


Layaknya wanita pada umumnya. Apartemen Anna begitu bersih, rapi dan teratur. Tak ada debu atau kotoran apapun yang terlihat di dalamnya. Meja dan kursi kerja tertata dengan rapi di ruang keluarga.


Sofa empuk tempat bersantai juga terletak simetris di ruang tamu. Piring, gelas bersih menumpuk rapi di dapur. Juga kamar tidur Anna yang dipenuhi dengan hiasan bintang menyala kelap-kelip.


Dengan apartemen seluas itu, Anna tinggal seorang diri. Meski terlahir di keluarga menengah kebawah, dan juga memiliki ayah seorang narapidana, tapi, Anna dapat mengubah hidupnya sendiri.


Hidupnya berubah semenjak kejadian 10 tahun yang lalu. Saat dia bertemu dengan Can. Menjadi manajer seorang artis terkenal, Anna mampu mendapatkan uang yang cukup banyak dan membeli apartemennya sendiri.


Satu jam lamanya Zaid berada di dalam apartemen Anna. Dia memeriksa seluruh ruangan, membuka setiap laci yang ada. Hanya untuk mencari keberadaan kartu keanggotaan yang berupa gelang.


Disela-sela itu Zaid mendapatkan telepon dari Emir.


“Ada apa? Jangan bilang kau ingin memberi kabar seperti tempo hari.”


“Astaga, rupanya kejadian kemarin membuatmu selalu teringat. Dimana kau sekarang? Pulanglah, aku membawakan banyak makanan untukmu.”

__ADS_1


“Aku berada di apartemen Anna. Mencari gelang yang kau maksud tempo hari, tapi, aku tak dapat menemukan apapun disini. Sepertinya dia menyembunyikan barang itu dengan baik.”


“Wah, rupanya kau bergerak lebih cepat. Aku pun juga sudah bertemu langsung dengan ayahnya tadi pagi, dan dia juga langsung mengalihkan perhatian begitu aku membahas tentang gelang itu.”


“Kira-kira, dimana dia menyimpan gelang itu?”


“Entahlah. Bisa saja dia menyimpan di tempat lain, di tempat yang hanya diketahui olehnya sendiri. Kita butuh ayahnya untuk memberi petunjuk akan hal ini. Mungkin Yohan bisa memberikan petunjuk.”


“Urusan Yohan biar aku yang menanganinya. Aku juga sudah bekerja sama dengan sipir penjara agar dia dikeluarkan dengan status bebas bersyarat.”


“Lantas, bagaimana dengan wanita itu? Apa ada kemajuan?”


“Tenang saja. Aku sudah sering kali menjumpai wanita sepertinya. Wanita seperti Anna adalah wanita yang harus ditangani dengan perlahan. Aku harus bersikap dingin, sekaligus baik padanya.”


“Astaga, itu sungguh melelahkan, bukan? Kadang kau berubah menjadi pria baik kadang pula kau berubah menjadi pria jahat.  Kau harus bersikap sedemikan rupa untuk membuatnya kebingungan. Bukan begitu?”

__ADS_1


__ADS_2