
“Omong-omong, kurasa kita semua akan sibuk untuk sementara waktu ini. Maka, kuharap kalian melakukan pekerjaan kalian dengan baik.”
Semua kru mengangguk paham.
“Kalau begitu, mari kita menikmati makanan dan minuman malam ini.”
Can berseru menepuk-nepuk meja.
“Baiklah. Ini adalah pesta agensi kita, jadi, kita harus menikmati semua yang ada di atas meja ini. Kita akan makan hingga kenyang dan minum hingga mabuk, lalu beristirahat esok hari.”
“Kak!” sahut Anna. “Besok mereka ingin menggantikan jadwal yang tertunda tadi pagi.”
“Tidak!” Can menggeleng. “Beritahu mereka bahwa aku tidak bisa. Biar aku yang urus sisanya. Sekarang, mari kita menikmati malam ini. Ambil botol dan segera isi gelas kalian”
Semua kru pun bersorak meriah. Mengambil jenis alkohol sesuai keinginan mereka. Menuangkannya ke dalam gelas masing-masing.
“Pengawal Zaid, apa kau ingin minum? Kau mau Whiskey? Vodka? Atau apa? Biar aku tuangkan untukmu.” Salah satu kru wanita cantik menawarkan minuman pada Zaid yang masih melamun dari tadi.
__ADS_1
Wanita itu dari kru perias dan sepertinya dia juga diam-diam menyukai Zaid sejak awal.
“Tidak,” tegas Anna. “Dia tak boleh minum alkohol saat sedang bertugas.”
Zaid melirik pada Anna. “Tak apa, Nona cantik. Aku mau Whiskey. Kau bisa menuangkan itu untukku.” Zaid mengambil gelas sembari menggoda wanita yang menawarinya minum.
Anna pun hanya diam mematung melihatnya.
“Wah, itu bagus, Pengawal Zaid. Kau harus minum banyak malam ini, dan tidur di rumahmu esok. Beristirahatlah yang cukup,” sahut Can.
Semua orang mulai bergegas mengambil makanan yang ada di atas meja. Menyantap ayam goreng, babi panggang, daging sapi oven, dan makanan kecil lainnya.
Ada juga yang sibuk memasak dan memanggang daging sapi mentah di atas grill dan memberinya bumbu sendiri. Ada juga yang hanya meminum alkohol dan menikmati makanan ringan sebagai cemilannya.
Termasuk dengan Zaid. Dia hanya menegak alkohol, dan menikmati kacang kulit panggang. Masih memikirkan cara bagaimana dia melepaskan diri dari semua orang itu.
Tepat pukul 9 malam. Semua makanan di meja sudah hampir habis. Menyisakan beberapa macam potongan daging, dan tulang-tulang yang berserakan di atas piring kotor.
__ADS_1
Beberapa orang mulai menyerah. Menghentikan mulut mereka mengunyah dan meminum, karena perut mereka telah dipenuhi oleh makanan yang disantapnya malam itu.
Tapi tidak Anna. Terlihat dia yang masih menegak alkohol, gelas demi gelas, hingga botol, demi botol. Kuat sekali wanita itu saat minum alkohol. Dia berpindah tempat duduk ke ujung, hanya untuk menghabiskan botol alkohol yang masih penuh.
Para kru lainnya mulai bergunjing dan bergumam satu sama lain. Jika Anna sudah mabuk, maka harus ada salah satu mereka yang dikorbankan untuk mendengarkan curhatan hatinya.
Seorang wanita dari kru perias mendekati Zaid dan berbisik, “Jika Anna sudah seperti itu, maka akan selalu ada orang yang menjadi korban atas apa yang diperbuat saat dia teler.”
“Itu benar. Terutama, jika orang itu mendapatkan pesan sms yang dikirim olehnya saat minum-minum,” sahut seorang kru lainnya.
“Benarkah?” Zaid pun merogoh ponselnya di dalam kantong.
Sial! Dia benar-benar mendapatkan pesan SMS dari Anna.
“Mari kita bicara sebentar setelah acara makan dan minum ini selesai.” Begitulah isi pesan sms itu.
“Sial!” umpat Zaid.
__ADS_1