TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 023


__ADS_3

Bagian lapangan juga sangat cekatan. Mereka membuat pagar dari kayu, dikaitkan dengan tali. Menutup sekitar lokasi syuting, agar tak ada satupun warga sipil yang mengganggu.


Bagian keamanan juga langsung bersiap. Berdiri di setiap sudut, menjaga lancarnya syuting hari itu.


Tak ada satu orang pun yang boleh memasuki lokasi syuting, kecuali tim kru yang terlibat dan kru para artis, serta para figuran lainnya. Keamanan yang dijaga begitu ketat.


Akan tetapi, meski keamanan menjaga lokasi dengan ketat, itu tak berlaku untuk Zaid.


Dia dapat masuk lokasi syuting dengan mudah. Mengelabui semua tim lapangan dan tim keamanan.


Menggunakan setelan jas borrallo berwarna biru dongker dengan kemeja hitam. Zaid bahkan terlihat lebih cocok menjadi aktor daripada menjadi tentara bayaran ataupun agen rahasia.


Dia bahkan sudah berkumpul dengan kru make up artis dari kalangan wanita. Menggunakan ketampanannya dan menunjukkan beberapa trik sulap untuk para wanita dari tim make up itu.


Sontak para wanita itu pun luluh dengannya. Ada yang fokus melihat ketampanan Zaid, ada pula yang terbuai dalam kemampuan sulap yang telah disiapkannya sejak semalaman.


Para wanita itu memberikan tepuk tangan kecil pada Zaid.

__ADS_1


Zaid hanya tersenyum kecil. Astaga, betapa mudahnya membuat para wanita itu terpikat.


“Baiklah, sudah cukup, Nona. Aku permisi dulu.” Zaid pun pergi meninggalkan para kru make up itu.


Zaid berkeliling. Melihat sekitar lokasi syuting. Sesekali dia iseng mengambil beberapa barang penting dari tas para tim kru yang terbuka.


Mengambil dompet, pulpen, buku catatan, dan bahkan paspor. Tangannya lincah mengambil semua barang itu tanpa ketahuan sedikitpun, bahkan seorang maling handal pun kalah cepat darinya.


Entah apa yang sedang direncanakannya saat itu.


Dia hanya melempar senyum pada semua wanita yang melihatnya, alih-alaih membuat mereka agar tak curiga.


Hingga semua perbuatannya diketahui oleh Anna yang ternyata sudah mengikuti dan melihat perbuatan Zaid sejak awal.


Anna berlari dari belakang, dan langsung memelintir tangan kiri Zaid dari belakang. “Kau sudah tertangkap sekarang. Aku sudah melihat semua perbuatanmu.”


Keributan pun terjadi.

__ADS_1


Anna merogoh kantong celana dan jas, menemukan sebuah dompet yang telah diambil Zaid. “Wah, wah, wah. Lihat ini! Apa yang sudah kau lakukan?”


“Astaga, itu dompetku.” Salah satu dari kru make up datang dan mengambil dompetnya dari tangan Anna.


“Siapa sebenarnya kau ini? Kemarin kau melakukan paparazzi dan sekarang kau mencopet.”


“Ah, sial. Lagi-lagi wanita tengil ini,” gumam Zaid dalam hati.


“Hei kau, segera panggil satpam dan bagian keamanan.” Anna menyuruh wanita yang telah dicopet dompetnya itu.


Situasi pun menjadi kisruh. Banyak orang yang mulai mendekati, mengerumuni Anna yang masih memelintir dan menahan tangan Zaid. Termasuk beberapa bagian keamanan yang mulai berjalan mendekat.


Mereka berwajah ketus menatap Zaid, tapi, Zaid hanya membalasnya dengan senyum manyun.


“Perhatian semuanya. Orang ini telah mencuri barang-barang dari staff kita.”  Anna kembali merogoh setiap saku Zaid. Kini dia mendapatkan barang lagi seperti kunci, buku catatan kecil, kartu identitas dari salah satu staf.


“Lihat ini. Ini adalah kartu identitas salah satu kru dari tim stylish kami. Aku yakin dia mencurinya untuk masuk ke dalam lokasi ini.”

__ADS_1


Beberapa orang yang berkerumun pun mulai bergunjing satu sama lain melihat keributan itu.


__ADS_2