TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 054


__ADS_3

Di markas tempat Zaid dan Emir bekerja. Mereka berdua tengah mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke Rusia, saat Can menghadiri undangan.


Mulai dari alat peretas cctv, kamera dengan sensor motorik, dan masih banyak lainnya. Emir telah merancangnya sedemikian rupa untuk agar semua alat itu tak bisa terdeteksi oleh keamanan VIctor.


Meski keberangkatan belum pasti, tapi Emir sudah menyiapkan jauh hari sebelum itu.


“Wah, lihatlah semua alat ini. Semua peralatan canggih ini baru muncul di tahun ini. Bayangkan saja, bagaimana para agen terdahulu harus mengintai denah rumah, jika tak menggunakan alat seperti ini.”


Emir sedang asyik dengan peralatan canggih yang masih disusunnya. Sementara Zaid sedang mengulik sesuatu di meja kerjanya sendiri.


“Pastinya mereka harus menunggu dan mengintai di sekitar lokasi selama berminggu-minggu hanya untuk mendapatkan informasi lebih detail.”


“Jika nantinya kau berhasil masuk ke dalam rumah Victor di acara ulang tahunnya, maka alat ini dapat melacak semua denah rumah, termasuk tata letaknya.”


Emir mendekati Zaid ke mejanya. Memamerkan alat canggih itu.


“Terserah kau saja,” jawab Zaid singkat. “Omong-omong, bagaimana dengan permintaanku tempo hari, apa kau sudah menemukannya?”


“Ah, pria misterius itu? Aku sudah mencari tahu soal itu, tapi, para kru di lokasi tak ada yang melihat wajahnya dengan jelas. Akan sulit jika tak ada yang melihat wajahnya sama sekali.”

__ADS_1


“Jika melihatnya dari cara berjalan dan muncul, lalu menghilang tanpa jejak, mungkin saja dia juga agen hantu sepertimu, atau bahkan mungkin seorang pembunuh bayaran. Kau yakin tak salah lihat?”


Zaid menatap tajam Emir. “Kau pikir aku membual? Mana mungkin aku salah lihat. Dasar, Bodoh!”


“Hmmm, lantas, bagaimana? Apa kau ingin aku memberikan bantuan tambahan untukmu?”


“Tidak.” Zaid menggeleng. “Dia akan baik-baik saja selama aku berada di dekatnya.”


“Astaga, kau sungguh percaya diri. Bagaimana terjadi sesuatu padanya? Bagaimana jika pria misterius itu menyerangnya lagi malam ini saat dia masih terbaring di rumah sakit.”


Zaid terkekeh. “Itu tak akan terjadi. Aku sudah memberikan jebakan di dalam ruang rawat inapnya itu. Toh dia juga berada dalam ruangan VIP dengan keamanan tinggi.”


“Hmmm, baiklah.”


“Seorang wanita cantik yang merupakan istri dari pemilik Babel Group itu sendiri. Rose, itulah namanya.”


“Rose?” Zaid terkejut. “Rose, wanita cinta pertama Can itukah yang dia maksud?” gumam Zaid dalam hati.


“Ada apa? Kenapa kau terlihat terkejut sekali?”

__ADS_1


Zaid menggeleng. “Tak apa. Aku hanya ingin tahu saja.”


“Wah, pasti ada sesuatu. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” Emir mencolek pundak Zaid.  Membuatnya kesal.


Zaid menghela nafas. “Kenapa aku harus menyembunyikan sesuatu darimu, Brengsek! Mata-mata suruhanmu itu ternyata cinta pertama Can Yaman.”


“Dia juga yang telah membuat Can Yaman hampir bunuh diri beberapa tahun lalu, karena wanita yang dicintainya lebih memilih menikahi pria lain saat masih berkencan dengannya.”


“Benarkah? Wah, aku juga baru tahu akan hal itu. Yang kutahu hanyalah, dia menikahi anak dari pendiri Babel Group itu bukan karena cinta, tapi dia juga ingin melakukan sesuatu yang entah apa itu.”


“Ah, benar. Aku baru teringat akan hal ini.”


“Apa itu?” tanya Emir.


“Arthur! Kita bisa meminta bantuannya, saat rencana kita tak berjalan lancar. Aku akan membuat plan B.”


Zaid baru teringat, jika ada Arthur di Rusia, yang pastinya dia akan membantu Zaid, jika Zaid meminta bantuan darinya.


“Apa kau yakin dia mau membantumu?”

__ADS_1


“Tentu saja. Meski aku mengeluarkannya untuk tugas negara, aku yakin dia juga akan membantuku nanti. Itulah hukum yang terjadi di militer. Mereka akan membalas budi pada semua orang yang telah membantunya.”


Emir mengangguk paham. “Baiklah. Aku percayakan semuanya padamu.”


__ADS_2