TRAGEDI 13 AGUSTUS '98

TRAGEDI 13 AGUSTUS '98
BAGIAN 074


__ADS_3

Di luar rumah, Helikopter itu mendarat tepat di halaman rumah Victor. Disusul dengan lima truk yang mengangkut 20 prajurit militer di dalamnya membawa persenjataan yang sangat lengkap.


Sekitar seratus prajurit bersenjata itu merangsek masuk ke dalam rumah VIctor. Anak buah Victor yang saat itu tak bersiap pun tak mampu menahan para prajurit itu.


Mereka membentuk dua baris. Memenuhi ruangan pesta. Membidik dan mengarahkan senjatanya kepada Victor yang berada di atas panggung.


Para tamu undangan pun mulai menyingkir. Ada yang berteriak histeris, ada pula yang bingung, tapi tidak dengan Zaid. Dia hanya tersenyum kecil, karena semua prajurit itu merupakan anak didik Arthur.


Setelah para prajurit itu membentuk dua baris, muncullah Arthur dengan dua prajurit yang mengawal di belakangnya.


Berjalan dengan gagah di tengah-tengah para pasukannya itu. Menggunakan seragam militer lengkap ala tentara rusia. Dengan baret merah yang merupakan tingkatan tertinggi dalam militer.


“Harap tenang, semuanya. Kami tak akan menyakiti kalian. Aku hanya memiliki urusan dengan orang itu.” Arthur menenangkan semua tamu undangan.


“Victor Petrovic Ivanov, tangkap dia!”


Beberapa prajurit pun mulai berlompatan ke panggung dan meringkus Victor.


Serta beberapa tentara lainnya yang pastinya sudah meringkus semua anak buahnya.

__ADS_1


Apa yang terjadi? Kenapa Victor ditangkap? Siapa dia sebenarnya?


Semua orang bergumam satu dengan lainya. Bingung.


Arthur berbalik dan menoleh pada Zaid yang berdiri di ujung ruangan. Mereka berdua saling melemparkan senyuman, lalu Arthur pun kembali pergi membawa Victor bersama para prajuritnya.


Pesta pun bubar! Semua orang beranjak keluar dari rumah Victor malam itu. Tak ada satupun dari tamu undangan yang tersisa. Hanya ada beberapa prajurit Arthur yang masih mencari keberadaan anak buah Victor lainnya.


***


Di Lotte Hotel Moskow. Can, Anna dan juga Zaid terlihat sudah kembali ke hotel tersebut, karena pestanya berakhir kacau. Zaid dan Anna masih menggerutu, bertanya-tanya, kenapa itu terjadi.


Mereka berhenti sejenak di lobi hotel, karena akan pisah ke kamarnya masing-masing.


“Beristirahatlah, Kak. Aku akan mengurus penerbangan untuk esok hari. Angkatlah telepon dariku saat aku menelponmu esok.”


“Baiklah, aku pergi dulu. Kau juga harus beristirahat, Pengawal Zaid.”


Zaid mengangguk, lalu Can pun kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Kini tinggal hanya Zaid dan Anna yang berdiri di lobi. Sejenak Zaid menatap Anna, lalu pergi.


“Tunggu!” Anna menarik lengan Zaid. Menahannya. “Mari kita bicara sebentar.”


Zaid menghela nafas panjang. Dia sebenarnya tak ingin berbicara pada siapapun. Tugasnya sudah selesai. Kini tinggal hanya mencari cara untuk memisahkan diri dengan orang-orang terdekatnya saat itu.


Akan tetapi, Zaid pun akhirnya memenuhi keinginan Anna untuk berbicara berdua.


***


Di sebuah restoran yang ada di Lotte Hotel. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Beberapa pelanggan hotel terlihat berdatangan dan bepergian dari restoran itu.


Para pelayan dan juga koki sibuk dengan bidangnya masing-masing. Pelayan dengan sigap dan lincah membawa beberapa menu makanan di atas nampan mereka. Mengantarkannya ke meja pelanggan.


Para koki pun tak kalah lihai. Kedua tangan mereka lincah memegang spatula dan wajan. Memasukkan bumbu, menggoreng daging, dan masakan siap saji lainnya.


Aroma khas masakan dari dapur, tercium hingga tempat para pelanggan berada. Restoran itu cukup luas. Juga menyediakan berbagai macam masakan dari berbagai penjuru dunia. Tiongkok, Eropa, hingga Asia.


Tak hanya menyediakan makanan saja. Restoran itu juga menyediakan sebuah kedai kopi kecil. Diperuntukkan bagi yang ingin memesan dan menikmati kopi.

__ADS_1


__ADS_2