Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 101


__ADS_3

Hari ini hari wisuda Nao dan Anna.


Di kediaman Leonardgo sudah ada Ishak, Maya dan Lucy yang akan menghadiri acara itu bersama dengan keluarga Agam.


Anna datang dengan setelan kebayanya, ia tampak cantik, Andrew langsung menghampiri mengulurkan tangan untuk digandeng.


Agam dan Sarah saling tatap.


"Jadi selama ini kalian juga memiliki hubungan spesial di belakang kami?." Tanya Sarah, yang sebenarnya sudah peka dari jauh hari.


"Pada pinter memang ma anak-anak kita ini menyembunyikan hubungannya." Timpal Agam.


Anna tersenyum kikuk ia malu namun tak bisa menolak keinginan suaminya, dan tidak mungkin juga status mereka terus di privat ini sudah waktunya.


Dirangkulnya pinggang ramping Anna oleh Andrew. "Ya, ma pa, Anna pasangan ku yang ku pilih sendiri dan mungkin ini akan mengejutkan jika ku katakan yang sebenarnya."


Agam mengerutkan keningnya. "Apa ada sesuatu lagi yang kau sembunyikan dari kami Andrew?."


Jantung Anna berdebar kencang, bagaimana jika nanti Agam menentang hubungan mereka yang sebenarnya sudah jadi suami istri. Anna berasal dari keluarga sederhana tak seperti Andrew. "Andrew aku tak mau jika nantinya...


"Aku sudah menikahi Anna sejak tiga Minggu yang lalu." Potong Andrew dengan lantang.


Semua yang ada di sana menatap ke arah mereka berdua, tentunya Agam begitu syok dan Sarah juga terkejut.


Ishak dan Maya tak mau ikut campur mereka memilih diam duduk saja membiarkan keluarga itu menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.


"Andrew!!." Ujar Agam, tampak ia begitu kecewa.


Digenggamnya erat tangan Anna, Andrew tak mau jika Anna minder ia akan selalu di sampingnya. "Ini pilihanku aku ingin papa menghargainya, Anna wanita yang ku inginkan untuk menemaniku seumur hidup jadi papa jangan menentang apalagi sampai menjodohkan lagi."

__ADS_1


Anna meremas ujung baju kuat, ia cukup tertekan karena ini benar-benar menegangkan. Anna berharap tak meneteskan air mata.


Nao yang sudah siap dengan kebayanya muncul menghampiri mereka, wanita cantik itu semakin cantik saja. Namun Nao dapat membaca situasi ia tak langsung menghampiri Anna, Nao duduk di kursi bersama Ishak dan Maya.


"Jangan ikut campur." Bisik Ishak memberi isyarat.


Nao mengangguk seraya menghela nafas panjang, ia tahu ketakutan Anna namun ia hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja.


"Jadi Andrew, Anna istrimu??." Ulang Sarah memastikan.


"Iya ma."


Agam menghela nafas kasar. "Papa kecewa Andrew!."


Andrew menunduk ia lebih kecewa karena papanya masih keras kepala dan egois, tidak memberikan anak-anaknya kebebasan untuk memilih pasangan hidup sendiri.


"Papa kecewa karena kenapa kamu menyembunyikan pernikahannya!? sebagai putra pertamaku tentunya papa ingin menyaksikannya Ndrew, bukan papa tak merestui hanya itu saja." Lanjut Agam.


"Bukannya papa kecewa jika aku menikahi Anna?."


"Kata siapa? papa kecewa kau tak memberitahukan ini, papa sebagai ayahmu harusnya bawa seserahan dan mendampingi-mu meminang Anna." Jelas Agam seraya merangkul Andrew. "Jangan salah paham dulu, selamat atas pernikahanmu Ndrew kini Anna juga putriku."


Barulah Anna menghela nafas lega, ia bagai di selamatkan dari tepi jurang. Namun itu diluar dugaannya, Agam merestui hubungan mereka.


"Terimakasih pah." Terharu Andrew memeluk papanya.


Sarah langsung memeluk Anna juga. "Kini kau juga anakku An, panggil mama ya."


Anna mengangguk membalas pelukan ibu dari sahabatnya yang kini jadi mama mertuanya juga. "Terimakasih ma, pah."

__ADS_1


"Tentu saja, berbahagialah kalian." Ujar Agam.


Anna dan Andrew tersenyum senang.


"Jadi sekarang sahabatku kakak iparku juga?." Ujar Nao menimpali.


Semua yang ada di sana terkekeh.


"Oke semuanya sudah siap, mari kita berangkat ke acara wisuda." Ajak Agam yang memang mereka sudah siap-siap menunggu Nao.


Namun Nao celingak-celinguk mencari keberadaan Ares yang dari tadi tak menunjukkan batang hidungnya, sementara yang lain sudah keluar menuju halaman untuk masuk mobil.


"Kemana Ares?." Batin Nao, ia melangkah menuju kamar pria tampan itu.


Dibukanya pintu yang memang tak dikunci, kamar itu kosong Nao masuk ke dalam mencari-cari keberadaan Ares. "Ares??."


Hening tidak ada yang jawaban.


"Ares??." Ulang Nao lagi.


Masih tidak ada jawaban.


Perasaan Nao mulai tak tenang bahkan dihubungi pun handphone Ares tak aktif sama sekali. "Dimana kamu?."


.


TBC


INI AKAN ADA KELANJUTANNYA YA TENANG AJA KOK PARA PEMBACA KESAYANGAN OTHOR, TAPI SAAT INI MAU OTHOR HIATUSIN DULU DENGAN STATUS TAMAT.

__ADS_1


Sehat-sehat kalian!😉🤗🙏


__ADS_2