
Di ruang tengah.
Nao duduk dengan Sarina yang mondar-mandir di hadapannya ke sana-kemari.
"Kau hamil Nao!?." Ulang Sarina dengan tangan memijit kening pusing.
"Iya ma." Jujur Nao to the point, apapun reaksinya biarkan saja mama Ares tahu, karena bagaimanapun juga ia adalah istri dari anaknya.
Entah syok yang ke berapa kali bagi Sarina. Mulai dari Ares menikah tanpa mengundangnya, Ares juga menikahi Nao yang tentu saja ditentang Sarina karena anak Sarah, dan sekarang? pernikahan mereka yang baru dilaksanakan 4 hari yang lalu saja Nao sudah mengungkapkan dirinya tengah mengandung.
"Anak siapa itu? kau jangan ngadi-ngadi karena menginginkan Ares sehingga berbohong." Tegas Sarina dengan tatapan tajamnya.
Hati Nao sakit mendengar sangkaan itu namun ia berusaha tenang tak menggubrisnya. "Anak mama yang menghamiliku."
"Jadi selama ini kalian memiliki hubungan terlarang tanpa sepengetahuanku juga?." Lanjut Sarina yang diangguki Nao.
"Oh my good!." Kepala Sarina pening dibuatnya karena Ares benar-benar tak bicara apapun. "Apa keluargamu tahu jika kau sedang hamil Naomy?."
"Aku belum memberitahunya, dan hanya baru sama mama sekarang." Jujur Nao.
Sarina peka apa yang ditakutkan wanita itu. "Haish!."
"Mama!???."
Sarina dan Nao menoleh saat mendengar suara Ares di sana, tampak Ares tiba melangkah menghampiri keduanya
Ada rasa tegang dalam diri Ares saat mamanya datang, apalagi Ares sendiri belum mengenalkan Sarina kepada Nao begitu pun sebaliknya.
Mata Nao dan Ares saling tatap.
"Kenapa tidak mengabari ku dulu jika mama mau ke sini?." Tanya Ares.
"Kau menikah, mama juga tak diundang!." Sengaja Sarina. "Mama benar-benar kecewa sama kamu Ares! kenapa harus menikah dengan Nao tanpa sepengetahuan mama?."
Nao yang tengah hamil tentunya sensitif, ia menunduk merasa tertekan berusaha untuk tegar.
"Ma ayolah kau pasti sudah tahu alasanku tak mengundangmu, bukan aku tak menghargaimu tapi bagaimana nantinya melihat hubungan mama dan papa saja begitu buruk." Timpal Ares.
"Oke tak masalah tapi kenapa kau tak bercerita tentang Nao? mama merasa tak dianggap dan tak dihargai ketika putra mama sendiri tega melakukan itu!." Lanjut Sarina penuh penekanan, suaranya gemetar.
__ADS_1
Ares terdiam, ia punya alasan tersendiri dan tentu saja takut Sarina tak merestui karena Nao putri dari Sarah.
Diliriknya Nao yang menunduk Ares merasa bersalah, ia masih susah menempatkan diri dan serba salah, jadinya begini jika broken home.
"Ya aku salah ma namun alasanku tak memberitahumu karena takut kau tak mengijinkan, sedangkan aku sendiri tak bisa tanpa Nao apalagi melepasnya." Balas Ares. "Jangan membencinya, benci saja diriku Nao tidak tahu apa-apa tentang permasalahan kita."
Sarina menyeka air matanya yang jatuh. "Mama tak membencinya tapi sudah hilang respect karena dia putri Sarah."
"Mama tak mau tak suka kau diam seolah tak menganggap keberadaan mama Ares, itu lebih menyakitkan, jadikan ini pelajaran mama sangat kecewa!." Lanjut Sarina seraya berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ma!.." Panggil Ares seraya menyusul, namun karena terlanjur kecewa Sarina tak menggubris itu dan pergi dengan supirnya.
Ares menghela nafas kasar menatap kepergian Sarina, dengan langkah gontai pria tampan itu kembali masuk ke dalam menghampiri Nao yang dari tadi tak bersuara.
"Sayang maaf aku tak pernah membicarakan soal mama padamu." Lirih Ares.
Nao berdiri dari duduknya. "Itu sangat salah, aku sendiri kecewa seharusnya jangan seperti ini."
Nao pun melangkah pergi meninggalkan Ares yang terduduk frustasi, terguncang jiwa Ares saat dua wanita yang dicintainya menjauh akan kecewa. "Aaarrrgh! ini salahku tapi bukan maksudku juga."
Tak terasa malam pun tiba..
Melihat gelagat pengantin baru itu seketika Anna tahu jika sedang ada masalah, ia menanyakannya pada Nao.
"Kamu ngambek sama Ares?
Sambil menghela nafas panjang Nao menceritakan semuanya dengan detail. "Aku tak marah An, hanya saja moodku sedang tak baik efek hormon juga."
"Oke tak masalah, kalian hanya perlu bicara dengan baik mencari solusi. Ares juga tak bermaksud ia diposisi serba salah Na."
Nao melirik Ares yang sedang duduk di halaman samping bersama Andrew dengan laptopnya, ada rasa bersalah dalam diri Nao karena telah cuek pada suaminya dari tadi.
"An ada sesuatu yang sudah lama ku rahasiakan dan belum ku beri tahu kepadamu." Ucap Nao, ia tak mau sembunyi-sembunyi lagi.
"Apa itu?."
"Aku sedang hamil."
"Ukhukk!." Anna yang sedang minum tersedak. "What!??."
__ADS_1
"Iya, aku kini tengah mengandung sudah satu bulan."
"Nao beneran??." Ulang sekali lagi Anna.
"Iya aku tak bohong kakak ipar."
Anna menutup mulutnya. "Jadi kalian sudah sejak lama?."
"Begitulah."
"Tak aneh sih kalian sama-sama berasal dari budaya barat." Balas Anna, namun kini ia tersenyum memegang tangan Nao. "Selamat aku senang dengan kabar gembira ini Na, tapi apa orang tua kalian sudah tahu?."
"Belum, rencananya setelah pernikahan kita memasuki satu bulan."
"Oke aku paham maksudmu, aaahh bahagianya anak kecil mau punya bayi."
"Aku sudah dewasa ya."
Anna hanya terkekeh saja. "Iya-iya."
Setelah mampir dan mengobrol, Anna dan Andrew pamit untuk pulang.
Nao melambaikan tangannya menatap kepergian mereka, setelahnya wanita cantik itu melangkah ke arah halaman samping untuk menemui Ares.
Kini Ares tak lagi duduk di meja, ia berbaring di rumput yang indah itu dengan mata terpejam.
Nao merasa bersalah karena telah mengacuhkan suaminya dari tadi, ia pun jongkok dan duduk memandang tepat di atas wajah tampan Ares.
Ares seketika membuka mata saat bibirnya dicium oleh Nao dengan hangat penuh kelembutan.
"Maafkan aku sayang, kau pasti lelah dan frustasi menjalani semuanya."
Ares tertegun saat Nao berucap seperti itu, ia buka kembali bibirnya melahap liar bibir ranum Nao penuh agresif. "Asal kau tetap di sampingku, aku akan tetap baik-baik saja itik."
.
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗
__ADS_1