Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 32


__ADS_3

"Kenapa ada wanita ini di sini?." Batin Nao bertanya-tanya ia melepaskan diri dari dekapan Ares.


"Tunggu apa tadi? kenapa Ares menyebut adikmu kekasih?." Tanya ulang Tessa menatap mereka berdua.


Saat Ares hendak bicara Nao menimpali. "Sudah biasa dia seperti itu kak bukan hanya sekali, hanya untuk melindungiku." Bohong Nao.


Walaupun terasa janggal Tessa memaklumi itu. "Kurasa pria tadi tidak akan mengganggu karena dia tahu dia adikmu, apa harus mengakuinya sebagai pasangan?."


"Itu yang ku lakukan untuk menjaganya." Dingin Ares tak mau dibantah. "Sedang apa kau kemari bukankah minggu depan kontrak kerja baru disepakati?."


Tessa mengembangkan senyumnya seraya menggandeng Ares. "Itu dia aku mendapat panggilan dari Direktur Agam untuk menemuinya, bisa sekalian antar aku kesana?."


Nao terheran-heran dengan pemandangan di depannya, bahkan para staf juga karyawan yang berlalu lalang terkejut sekaligus bisik-bisik.


"Apa itu yang katanya mau dijodohkan dengan tuan Ares?."


"Sepertinya iya, tapi kurasa mereka masih pendekatan karena tuan Ares belum mengkonfirmasi."


"Kita lihat saja nanti." Timpal staf yang lain, mereka kembali melanjutkan pekerjaan saat Ben memberi kode agar tak banyak membicarakan atasannya.

__ADS_1


Sedikit menyebalkan bagi Nao mendapati pemandangan itu, Ares langsung melepas genggaman Tessa. "Aku tak bisa mengantarmu pergilah dengan Ben!."


"Tapi Ares.."


"Ikuti aku nona Tessa!." Ben menimpali ia tak mau banyak drama, dan Tessa mau tak mau mengikuti asisten pribadi Ares untuk masuk ke dalam lift.


Saat tidak ada orang yang berlalu lalang Ares membawa Nao ke tempat parkiran dan kini keduanya duduk di dalam mobil Ares.


"Kenapa harus kekasih? bagaimana jika Mondy menyebarkan rumor yang enggak-enggak, kita sudah sepakat bukan untuk menutupinya?." Sewot Nao yang tak mau ketahuan.


"Kau memang kekasihku, aku hanya tak mau pria lain menyentuhmu selain aku. Apa itu salah?." Timpal Ares. "Tenang saja Ben pasti mengurus Mondy."


"Tidak, yang benar saja!." Nao kembali membuang muka. "Dari dulu kau memang pria dingin yang menyebalkan."


Ares tersenyum tipis, ia ingin mengetahui penuh jika benar Nao cemburu berarti wanita itu benar-benar membalas perasaannya bukan karena ancaman waktu itu. "Mulutmu berkata lain tapi sikapmu mengatakannya."


"Tatap aku atau kau ku beri hukuman."


Nao menghela nafas kasar, ia kembali menghadap Ares. "Iya aku cemburu tapi hanya secuil." Ujarnya bohong.

__ADS_1


Ares menggigit bibir bawah karena gemas, ia menekan tombol sehingga jok mobil turun perlahan. "Aku butuh energi." Lirih Ares seraya menepuk-nepuk paha kekarnya memberi kode.


Nao dapat melihat jika kakak tiri sekaligus kekasihnya itu tampak begitu kelelahan akan pekerjaan. "Ini di kantor bagaimana jika...


"Hanya sebentar." Potong Ares dengan tatapan beratnya. "Aku yang ke sana atau kamu yang ke sini?."


Nao yang merasa tak aman jika Ares menindihnya, tentu saja ia memilih duduk di pangkuan Ares. Dengan perlahan kini Nao sudah duduk di atas Ares. "Kemari." Nao merentangkan kedua tangannya, tanpa berucap lagi Ares memeluk erat tubuh Nao membenamkan wajahnya pada dada gadis cantik itu.


"Jangan pergi itik." Lirih Ares dengan mata terpejam, ia sangat nyaman seolah sedang dipeluk mamanya, layaknya Nao support sistem Ares kembali menemukan semangat.


Nao mengelus rambut Ares. "Apa kau mendengar detak jantungku?." Tanyanya sedikit malu.


"Hmmm." Ares menengadah menatap wajah Nao yang begitu dekat. Benar wanita cantik ini membuat pria se-acuh Ares menggila hingga tak bisa menahan diri setiap kali dekat dengannya. "Kau harum sekali, apa boleh?."


TBC


Author: Boleh apa tuh Res?🙄😜


Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan!

__ADS_1


__ADS_2