
Kecupan Ares semakin turun hingga berada tepat di antara dua gundukan kencang yang ia maksud montok itu.
Nao meremas rambut Ares saat pria itu nakal dengan lidahnya pada area dada, yang beberapa kancing kemeja Nao sudah dibukanya.
"Apa kita bisa berenang tanpa melakukan hal seperti ini?." Bisik Nao yang tak mau Ares melihat wajah merona-nya.
"Why? aku sangat merindukanmu dan kau selama ini menyiksaku itik." Timpal Ares. "Coba kau ingat-ingat berapa lama kita tak berinteraksi setelah hubungan berakhir?."
Nao menghitungnya. "Hampir satu bulan."
"Maka tetaplah seperti ini selama satu bulan, kau harus bertanggung jawab." Ujar Ares yang membuat Nao melotot.
"What!??."
"Kenapa? apa ada lelaki lain yang menggeser posisiku?." Tanya Ares dengan raut wajah ditekuk, ia akan sangat kecewa jika itu benar terjadi berarti Nao main-main dengan perasaannya.
Wanita cantik itu menjitak pelan dahi Ares. "Enak saja, kau sendiri yang mengunci hatiku kakak angkuh!."
Ares mengembangkan senyum manisnya karena lega, dipeluknya erat tubuh Nao dengan posisi intim itu.
"Aku sepertinya tidak bisa lama-lama di sini, lagian kau juga bukan kekasihku lagi." Ujar Nao sengaja, ia mendorong dada Ares membuat jarak.
Sorot mata Ares seketika tajam. "Bukan kekasih juga tapi kau tetap wanitaku!."
"Mana bisa begitu kita tak menjalin hubungan." Timpal Nao.
"Apa ini sebuah kode?." Sindir Ares yang membuat Nao mengalihkan pandangan.
"Enggak juga." Balas Nao dengan tatapan lekat, ia teringat dengan tangan wanita yang waktu itu di upload Ares, mungkin ini waktu yang pas untuk menanyakannya. "Wanita yang bersamamu waktu di Jepang itu siapa?."
"Jika dia kekasih barumu tolong lepaskan adik kecilmu ini." Lanjut Nao.
__ADS_1
Ares tampak mengingat-ingat. "Yang mana?."
Nao tersenyum sinis tampak mengejek. "Yang mana? berarti banyak!?."
Ares terkekeh ia gemas melihat wanita yang dicintainya itu cemburu, ditariknya leher jenjang Nao. Ares mencium bibir ranum itu me*umatnya dengan liar.
Nao berontak karena kesal pertanyaannya tak digubris, Ares sendiri tak mau kalah ia semakin menekan leher Nao untuk membuatnya leluasa mencumbu dengan dalam.
"Aw!.." Ringis Ares saat Nao menggigit bibir bawahnya.
Terlihat bibir Ares bengkak, Nao tersenyum puas seraya melepaskan diri dari dekapan pria itu.
"Mau kemana ha?." Ares mengejar Nao.
Di dalam kolam itu mereka saling kejar, Nao mencoba melepaskan diri namun tetap saja Ares dapat meraihnya dengan mudah.
Posisi Nao terpojok ia diapit kedua tangan Ares. "Kau tak bisa kabur lagi itik."
Tangan kekar Ares perlahan menyentuh paha mulus Nao semakin naik ke atas hingga menyentuh area inti kenikmatan. "Bukan siapa-siapa, kau tetap wanita yang menempati hatiku."
"Aaaahh!..." D*sah Nao berusaha menahan erangannya akan ulah jari Ares yang mulai nakal di bawah sana. "Kauhhh!..."
Ares menggigit bibir bawah mendengar lenguhan lembut Nao, miliknya yang sudah bereaksi lebih semakin tegak akan gairah.
Tok tok tok!
Nao dan Ares menoleh tat kala mendengar ketukan pintu, Nao mendorong tubuh kekar pria itu untuk menghentikan aksinya.
"Lihatlah." Suruh Nao seraya menjauh.
"Tunggu di sini." Ares mau tak mau keluar dari dalam kolam. Di hadapan Nao ia mengganti celananya yang basah dengan handuk.
__ADS_1
Pipi Nao merona dengan ulah Ares yang sengaja memperlihatkannya.
Ares keluar dari kamar mandi ia berjalan ke arah pintu kamar untuk melihat siapa yang datang. Tampak mama Sarah sudah menunggunya.
"Ma? sejak kapan kau pulang?." Tanya Ares ia cukup panik, apa acaranya selesai begitu saja.
Sarah menatap intens setiap gerak-gerik putra keduanya itu. "Mama duga akan seperti itu namun kali ini tidak, hanya menandatangani setelah itu kita kembali karena papamu mendadak kedatangan tamu."
Ares manggut-manggut saja.
"Dimana Nao kenapa dia tidak ada di kamarnya?." Tanya Sarah dengan tatapan penuh selidik, wanita paruh baya itu mendorong tubuh Ares untuk masuk ke dalam.
"Mungkin Nao di kolam renang ma, aku sedang mandi." Bohong Ares, jujur ia merasa panik.
Sarah yang sedang menggeledah kamar itu, seketika menatap kamar mandi yang memang pintunya terbuka. "Ya, kamar mandi."
Ares menggelengkan kepalanya cemas, ia menyusul Sarah yang berjalan ke arah kamar mandi untuk mencari Nao.
Namun sesampainya di sana tidak ada siapa-siapa, hanya suara air saja. Sarah menghela nafas lega. "Mama terlalu berlebihan, maaf mengganggu waktumu Ares."
"No problem." Balas Ares pasrah.
Sarah keluar dari kamar itu, Ares sontak mencari keberadaan Nao. Tampak jendela yang mengarah pada halaman samping terbuka, Ares langsung menghampiri untuk melihat ke arah luar.
Nao yang sedang berenang di kolam bersama Anna menyadari tatapan Ares, wanita cantik itu hanya mengangkat gelas berisi minuman. "Cheers!."
.
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗
__ADS_1