Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 46


__ADS_3

"Tugasku belum selesai jangan mengganggu." Ujar Nao tak mau fokusnya dibuat traveling akan ulah tangan Ares yang liar.


"Kerjakan saja aku hanya ingin seperti ini baby." Balas Ares menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang Nao, sementara tangan kekarnya sudah bergerilya menyentuh dan mer*mas lembut squishy montok Nao.


Saat titik sensitifnya disentuh tentu saja tubuh Nao bereaksi lebih merasakan sensasi yang luar biasa. "Tidak mengganggu apanya! lantas ini apa?."


Sudut bibir Ares terangkat, ia cium pipi yang tampak merona itu. "Lanjutkan jangan hiraukan aku, PPT pada halaman ke 5 ubah itu terkesan pasaran." Timpal Ares mengarahkan seraya beralih mengotak-ngatik laptop Nao, setelahnya tangan kekar itu kembali bermain liar pada tempat favoritnya.


Nao melanjutkan tugas sambil menggigit bibir bawah berusaha menahan diri. "Kesempatan dalam kesempitan bukan?."


"No, kulitku hanya ingin bersentuhan dengan kulit yang dicintainya." Timpal Ares.


Wanita cantik itu hanya menggelengkan kepala akan ke-bucinan sang kekasih.


"Bagaimana jika kita beritahukan saja hubungan ini kepada semuanya?." Mulai Ares yang membuat jari lentik Nao berhenti mengetik.


"Mau kita go publik sekarang ataupun nanti sama saja, aku tak mau kabar hubungan kita datang dari orang lain yang tentunya kau sendiri sudah dapat menebak bagaimana reaksi mama juga papa." Lanjut Ares, ia serius mengenai hubungannya.


"Tampak sangat menakutkan." Lirih Nao cemas.


"Bagaimana dengan akhir dari hubungan kita?."

__ADS_1


"Tentu saja mari kita sering bersama seperti ini." Potong Nao seraya berdiri dan balik badan dengan posisi masih di atas pangkuan Ares.


"Maka dari itu karena kita akan menikah kau jangan takut, aku ada di sampingmu itik kita lewati bersama." Balas Ares menatap lekat wajah cantik itu.


"Menikah?." Sebuah momen hidup yang tidak pernah terlintas dalam benak Nao. "Kita sama-sama dari budaya barat, kenapa menikah? bisa langsung memiliki anak dan hidup bersama dengan bahagia saja."


Pria tampan itu menggelengkan kepala. "Kita tinggal di sini dan aku benar-benar ingin menjadikanmu sebagai pasangan hidupku satu-satunya dengan mengabadikan momen pernikahan yang bahagia."


"Dan juga aku direktur utama Airoo Company selanjutnya, tidak mungkin memiliki anak namun tak memperistri kekasihnya sendiri bagaimana kata orang baby?." Lanjut Ares.


Nao tak langsung menjawab ia mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Ares, tidak ada salahnya memang kecuali jika Nao menolak kemungkinan hubungan keduanya akan berakhir.


"Takut, aku takut dengan reaksi mereka itu saja. Mama juga tampak bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, apa ini benar-benar tidak masalah jika kita yang saudara tiri ini menikah?." Ujar Nao.


Sebelum berucap Nao menghela nafas panjang. "Baiklah kita go publik saja aku juga gatel lihat ulet keket yang terus mepet-mepet sama kamu itu!."


"Tapi jangan sekarang, beri waktu dulu mama papa setelah kasus kak Andrew selesai." Lanjut Nao.


Ares mengembangkan senyum manisnya. "Ya, itu maksudku itik."


Nao membalas senyuman manis kekasih tampannya ini, sejenak mereka diam saling tatap menikmati wajah masing-masing. Saling merasa tak menyangka keduanya akan jadi sepasang kekasih.

__ADS_1


"Boleh cium?." Tanya Ares yang tatapannya sudah ingin melahap rakus bibir sexy itu.


Perlahan Nao melingkarkan tangannya pada leher Ares, entah siapa yang memulai duluan bibir keduanya kini sudah menyatu saling me*umat satu sama lain penuh agresif.


Tanpa melepas ciuman panas tangan kekar Ares meremas area bawah Nao yang sexy, tangannya itu memang tak bisa diam ikut bergerilya kemana-mana.


"Bisa pelan-pelan? bibirku sepertinya bengkak." Ujar Nao menyentuh bibirnya.


Cup!


"Oke sorry honey aku tak tahan." Bisik Ares seraya mengecup telinga Nao.


"Haha stop itu geli."


Ares menarik Nao ke dalam dekapan memeluknya erat. "Kau tahu siapa sugar baby kakak pertama kita?."


Nao mengerutkan keningnya. "Siapa?."


"Sahabatmu Anna."


"What!!???." Mata indah Nao hampir keluar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2