
Sebelum terlanjur jauh, Nao menahan tubuh Ares yang terus menyudutkannya. "Tunggu.."
Ares beralih menatap lekat Nao. "Why?."
"Apa ayah bicara sesuatu?."
"Ya, dan aku tidak akan mengatakannya."
Nao mengerutkan kening seolah membaca dari raut wajah Ares. "Aku serius."
"Ya, aku juga serius." Potong Ares.
Ditatapnya lekat wajah tampan itu. "Bagaimana jika pada akhirnya kita tak direstui juga?."
Ada rasa sakit dalam hati Ares ketika Nao bertanya seperti itu. "Aku akan seperti ini menjalin hubungan tanpa status tidak menikah sampai kapanpun."
"Budaya barat?."
"Ya, aku bisa langsung memiliki seorang anak dengan status kita yang masih pacaran." Timpal Ares kembali merengkuh Nao meraih bibirnya untuk dicium.
"Mmmhh, tunggu!.."
Ares yang hendak mel*mat bibir candunya itu terpaksa melepas ciuman. "Aku belum selesai itik, kemari." Lanjut Ares dengan lidah yang siap menyesap.
"Seorang direktur utama harus memiliki seorang istri bukan? bagaimana dengan itu jika kita masih tak mendapat restu juga?." Tanya Nao yang masih tetap menahan tubuh bidang Ares.
"Tak masalah, aku tak akan mengambil alih posisi papa sampai kapanpun jika harus menikah dengan yang lain, lebih baik aku mendirikan perusahaan sendiri." Ujar Ares dengan nada angkuh. "Kenapa bertanya seperti itu? apa kau berniat menikah dengan ikan sapu-sapu!?."
Nao mengerutkan kening. "Ha? ikan sapu-sapu? siapa itu? kalau ngomong yang bener ya mas."
__ADS_1
"Itu Daniel kuda nil!!."
"Fffftt!.." Nao menahan tawanya agar tak keluar, dijitaknya kening Ares. "Kau ini kenapa? Daniel maksudnya?."
"Hmmm." Balas singkat Ares karena masih kesal juga cemburu.
"Dasar kau ini, aku tidak akan menikah dengannya dia sudah seperti kakakku sendiri." Ujar Nao menjelaskan.
Cup!
Ares mencium sekilas bibir ranum itu. "Aku juga kakakmu."
"Itu beda lagi Ares Leonardgo.."
"Kau terlalu friendly dengan semua pria itik, dan itu dilarang mereka akan salah sangka." Tegas Ares. "Kemari, kenapa kau menghindar terus?."
Nao terkekeh ia suka melihat raut wajah cemburu Ares.
Ditariknya leher jenjang itu, Ares mencium rakus bibir sexy Nao yang dari tadi menghindar untuk dicium, namun kali ini tidak akan ia biarkan.
Nao tak berontak lagi ia mengalungkan tangannya pada leher Ares, lidah keduanya bertemu menyesap satu sama lain dengan liar.
"Jangan pernah berucap lagi jika restu itu tak akan kita dapat, aku akan melakukannya untuk mendamaikan mereka semua." Ujar Ares dengan nafas terengah-engah.
"Aku hanya tak yakin karena orang tua cerai itu tampak egois." Lirih Nao mengutarakan kekecewaannya.
"Lupakan, ada aku di sini." Timpal Ares yang tak mau Nao mengingat kisah orang tuanya.
Nao tersenyum sekilas, menatap lekat manik Ares. "Pintar sekali meluluhkan ku?." Ejek Nao sengaja.
__ADS_1
Ares menggigit bibir bawahnya, ia mendorong dagu Nao hingga menengadah ke atas, di cumbunya dengan liar leher jenjang itu. Tangan Ares sudah menyelinap masuk mer*mas gundukan montok Nao dengan lembut.
"Aku sebentar lagi akan kembali ke Jepang itik." Bisik Ares dengan sorot mata sayu, gairahnya memuncak jika bersentuhan atau berdekatan dengan Nao. Seperti katanya Nao benar-benar membuat Ares lemah.
Tak bisa dihindari pergumulan panas itu pun terjadi, Ares tak dapat menahan dirinya disela kerinduan yang mendalam terhadap wanita yang dicintainya itu.
Sama-sama tak sanggup, sama-sama ingin menaklukkan, tubuh keduanya kini dipenuhi peluh dengan d*sahan lembut yang bersahutan.
Nao mencengkram kuat punggung kekarnya, Ares memacu dengan ritme cepat yang membuat tubuh indah Nao semakin terguncang hingga....
"A-aaaaakkhh!!..." Erang keduanya bersamaan saat mencapai klim*ks.
Ares tersenyum dengan nafas yang terengah-engah, tanpa mencabut miliknya di bawah sana, Ares menggerayangi tubuh indah itu tanpa terkecuali.
"Kenapa tak memakai pengaman lagi?." Lirih Nao.
Sebelum menjawab Ares kembali melahap dada kencang yang indah itu dengan liar. "Menjadi papa muda itu impianku dari dulu sayang."
Belum sempat Nao menjawab, Ares kembali melanjutkan pergulatan panas itu hingga membuat keduanya terlena akan kenikmatan dunia.
Sementara itu..
Ishak masih belum bisa tidur, sedangkan Maya tampak sudah terlelap. Untuk ke sekian kalinya Ishak merubah posisi ke samping kanan. "Perasaanku tak enak begini...."
.
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗
__ADS_1