
Sesampainya di rumah...
Maya yang kecewa menarik tangan Ishak yang berjalan duluan. "Mas!."
Ishak menoleh ia terdiam saat melihat Maya sudah menangis berlinang air mata.
"Aku baru tahu jika selama ini Sarah masih melekat dalam benakmu, terus menikahiku untuk apa? jika masalalu-mu masih mengisi hatimu mas!." Ujar Maya.
"Karena aku memilihmu Maya, Sarah melekat karena dia juga ibu dari anak-anakku kau harus mengerti." Timpal Ishak.
"Hatiku sakit saat kau juga tak mau memihak Angel padahal hanya sekedar diberi keringanan." Lanjut Maya menyeka air matanya. "Tidak ada yang salah juga jika Nao dan Ares menjalin hubungan, kau terlalu egois!."
Mendengar itu Ishak mengepalkan tangan, emosi sudah menguasai dirinya. "Kau tidak akan pernah tahu Maya dengan apa yang ku rasakan! untuk masalah Angel akan ku lakukan dengan cara lain."
"Jangan ganggu diriku!."
Setelah berucap Ishak berlalu dari sana daripada amarahnya semakin memuncak hingga berbuat kasar.
Maya semakin terisak, wanita paruh baya itu berlari ke arah belakang untuk meluapkan kekecewaannya di sana.
Dari celah pintu kamar Lucy terdiam setelah mendengar pertengkaran mereka, tak lama gadis kecil itu menutup pintu kembali.
Tampak Lucy duduk di tepi ranjang, pikirannya menerawang kemana-mana, sangat sedih baginya melihat hal barusan. "Jadi kak Nao sama kak Ares pacaran?."
Gadis kecil itu melirik sebuah foto di atas nakas yang dimana disana terlihat Sarah, Nao, Ishak juga Lucy yang masih bayi. Tampak bahagia namun kenyataannya tidak.
Lucy meraih handphonenya, ia sangat merindukan sang kakak.
Nao yang sedang gosok gigi di kamar mandi langsung menerima panggilan, Nao seketika terkejut saat mendapati Lucy terisak, buru-buru ia kumur-kumur setelahnya keluar dari kamar mandi.
"Kenapa? ada apa dengan Lulu?." Khawatir Nao. "Apa kakak harus kesana?."
__ADS_1
Lucy menggelengkan kepalanya. "Tak usah, Lucy cuma kangen saja sama kakak di sini Lucy sendirian."
Hati Nao seketika trenyuh membayangkan dirinya sebagai Lucy.
"Kakak bisa kesini besok saja sekarang malam takut kenapa-napa." Lanjut Lucy.
"Tapi Lulu janji ya jangan nangis lagi ada kakak, kakak bacain dongeng dari sini." Lirih Nao menyeka air mata yang dengan sendirinya turun.
Lucy tersenyum senang, ia tampak antusias. "Yeay! sepertinya malam ini Lucy akan mimpi indah."
"Tentu saja sweetie."
Rasa sedih dalam diri Lucy perlahan hilang saat mengobrol dengan kakaknya. "Kak tau gak?."
"Apa itu? apa di sekolahmu ada yang jahil?." Ucap Nao.
"Bukan."
"Tadi papa membahas hubungan kakak dengan kak Ares, dan Lucy sedih karena mereka bertengkar." Ujar Lucy.
"What!???." Mata Nao melotot, mungkinkah Ares melakukan sesuatu yang membuatnya bertindak tanpa sepengetahuan Nao?.
"Jadi kakak pacaran ya sama kak Ares?." Tanya Lucy sengaja.
"I-itu sudah berakhir Lulu jangan dipikirkan lagi ya." Lanjut Nao.
"Emmm baiklah kalau begitu."
"Sekarang Lulu tidur ya kakak ceritain dongeng via suara." Lanjut Nao yang membuat Lucy senang.
"Baiklah."
__ADS_1
"Iya good night sayang."
"Good night juga kak."
Panggilan pun berakhir.
Nao membaca dongeng lalu ia rekam, setelah hampir 15 menit ia kirim untuk menemani adiknya tidur.
Kini Nao tampak mondar-mandir dengan perasaan panik, cemas campur aduk. Di remasnya rambut indah itu. "Oh my good! jadi papa sudah tahu!?."
"Ares! ya aku harus menghubungi kakak menyebalkan itu." Nao meraih handphonenya kembali melakukan panggilan.
"Ayolah angkat!." Resah Nao saat beberapa panggilan tak terjawab.
"Ck!."
Setelah 7 kali panggilan tak terjawab, Nao memilih menghubungi Ben saja. Dan benar tak lama panggilan terhubung.
"Ya ada apa Nao?." Tanya Ben dari seberang, terdengar bising sekali dari sana.
"Kak, apa kau bersama Ares? kemana dia? sudah ku hubungi tapi tak kunjung menjawab."
"Ah itu, dia sudah berangkat dua jam yang lalu ada perubahan jadwal jadi Ares berangkat ke Jepang lebih awal." Balas Ben yang membuat Nao diam mematung seketika bisu.
"Hallo? Na?." Tanya Ben yang tak kunjung dapat balasan. "Hallo?."
Nao mengakhiri panggilan, tubuh wanita cantik itu lemas jatuh dengan sendirinya ke lantai. "Mati aku."
"Awas kau ya Ares Leonardgo!." Pekiknya.
.
__ADS_1
TBC