
Ares melirik Sam dan Agam yang menatapnya tajam penuh tanda tanya. "Bra itu....
"Apa kekasihmu?." Potong Sarah seraya menoleh kesana-kemari ia ingin sekali melihat kekasih Ares yang selama ini belum diperkenalkan, sangat penasaran sekali siapa wanita yang telah meluluhkan putra tampannya yang dingin itu.
"Dimana dia sudah pasti ada di sini bukan?." Sarah melangkah untuk masuk ke kamar Ares. "Mama ingin bertemu dengannya Ares."
"Ma tunggu!."
Nao yang sembunyi dilemari Ares ia menutup mulutnya takut ketahuan, begitu panik sampai keringatnya bercucuran. "Lebih takut dari ketahuan selingkuh ya tuhan!." Jerit batin Nao saat mendengar suara heels Sarah di hadapannya.
"Ma kekasihku sudah pulang tadi pagi sekali karena papanya mendadak ada urusan." Bohong Ares mengikuti langkah Sarah dan Agam yang mencari sesuatu. "Pah ini jas dan dasi-mu silahkan."
Agam menerimanya, ia menatap lekat raut wajah tegang Ares seolah mencari tahu sesuatu. "Ares sebagai penerus-ku kau dilarang mengikuti gaya barat memiliki anak tanpa status menikah."
"Papa akan menyerahkan perusahaan dengan syarat kau harus mengikuti budaya negara ini, menikah secara resmi agar tidak menimbulkan mulut publik gatal karena kita bukan tinggal lagi di France." Lanjut Agam serius.
"Ya, aku juga berniat seperti itu." Timpal Ares yang sudah merencanakannya dari jauh hari.
"Bagus."
Mama Sarah menghela nafas berat mendapati kekasih putranya sudah pergi. "Ya sudah kapan-kapan ajak dia ke rumah, jangan terlalu lama di privat ya."
"Of course."
Nao menghela nafas lega setidaknya ia merasa aman saat orang tuanya hendak berlalu, namun tak lama mata Nao melotot saat melihat kecoa merayap mendekatinya.
"No no no!!." Nao menggelengkan kepalanya.
JDUK!
__ADS_1
Ares, Agam juga Sarah menoleh ke arah lemari. "Apa itu?."
Ares menelan saliva ia dapat merasakan kepanikan kekasihnya saat ini saat Sarah berjalan mendekat untuk melihat isi lemari.
"Ma, kita harus buru-buru baru saja sekretaris papa mengabari jika klien sudah tiba di perusahaan." Ujar Agam setelah barusan mendapat pesan masuk.
"Benarkah?." Sarah memutar langkah kembali.
"Iya."
"Ares papa dan mama duluan." Lanjut Agam seraya melangkah untuk pergi.
"Aku menyusul."
Pasangan suami istri itu pun pergi meninggalkan apartemen putranya. Barulah Ares menghela nafas lega, ia segera menghampiri lemari. "Itik?."
Nao tampak lemas tersiksa dengan kehadiran kecoa. "Bukankah apartemen-mu tergolong mewah juga bersih? kenapa ada kecoa-nya!."
Tanpa bicara lagi Nao mengambil pakaian juga tasnya. "Aku harus pergi sebelum ada seseorang lagi yang datang."
Belum juga Ares bicara kekasihnya sudah pergi meninggalkan apartemen, pria tampan itu menjatuhkan tubuhnya di atas kursi. "Apa tadi bilang saja jika Nao kekasihku?."
"Tidak-tidak, kita saat ini sepakat untuk menutupinya." Ares frustasi dengan situasi saat ini, rasanya ia ingin cepat memberitahukan seluruh dunia jika Nao wanitanya.
.
.
Airoo Company
__ADS_1
Sarah terkejut saat tiba di perusahaan ia sudah mendapati Nao juga ada di sana dengan beberapa dokumen di tangan. "Sayang?." Panggilnya.
"Ya ma?." Balas Nao seolah tak terjadi apa-apa, bukankah ia sangat pintar berakting?.
"Darimana saja?."
"Aku nginep di rumah Anna, tadinya mau pulang tapi tanggung."
"Bukan di rumah kekasih barumu itu?." Pancing Sarah dengan tatapan penuh selidik.
"Ayolah ma."
"Oke-oke mama diam." Timpal Sarah yang heran dengan anaknya Nao mau pun Ares, mereka memiliki kekasih namun sama-sama masih disembunyikan.
Wanita cantik yang sudah berumur kepala 4 itu mengecup kening Nao. "Mama ke ruangan papa dulu."
"Baiklah."
Mereka berpisah, Nao sendiri melangkah menuju ruang kerjanya.
Sesampainya di ruangan, Nao meletakkan dokumen yang dibawa ke atas meja.
"Hey kau?." Panggil Tessa yang sudah duduk menunggu dari tadi.
Nao menoleh. "Apa kita sudah ada janji?."
"Tidak, aku datang ingin mengetahui hubunganmu dengan Ares. Sangat kelihatan sekali jika kakakmu naik pitam saat kau didekati pria Nao." Lanjut Tessa sengaja. "Bagi tipsnya!."
.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejaknya sebagai dukungan ya!😉