Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 96


__ADS_3

Nao berusaha menahan dada bidang Ares agar tak mengenai tubuhnya. "Mau kemana? aku mau ke kamar, Anna juga lagi gak bisa diganggu kan?."


Ares menatap intens wajah Nao, ada aura tersendiri yang terpancar dari wanita cantik itu. "Kenapa kau tampak masih menghindari ku?."


Nao celingak-celinguk melihat sekeliling takutnya para pembantu terkejut menyadari hubungan mereka. "Menghindari bagaimana? ini di ruang utama nanti ada yang melihat loh."


"Ck!." Decak Ares semakin mengeratkan dekapannya. "Orang tua kita juga sudah tahu, apalagi para pembantu biarkan saja si bibi juga pasti mengerti itik."


Nao membalas tatapan mata Ares. "Tuan pemaksa! oke katakan kenapa menahan ku? bisakah kita pindah posisi karena ini..." Tunjuk Nao yang masih merona mendengar erangan kenikmatan dari kamar Andrew.


Ares tersenyum. "Kita pindah saja kalau begitu, ke kamarku."


Jantung Nao berdebar kencang pikirannya mulai kemana-mana saat tangannya ditarik masuk ke dalam kamar Ares.


Dikuncinya pintu kamar itu.


"Dengar, aku tidak akan melakukannya walaupun di bawah sana milikku sudah berontak itik." Lirih Ares dengan tatapan mata yang begitu hangat. "Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu sebelum aku kembali ke Jepang."


Seperti bukan Ares, ini diluar dugaan Nao. Akankah pria tampan itu tahan dengan segala godaan selama Nao menemaninya?.


"Aku tak yakin tuan Leonardgo." Bisik Nao sengaja memancing.


"Damn it!." Ares menggigit bibir bawahnya, ia akan berusaha untuk tak melakukan lebih, selain ciuman dan bercumbu pada area lain. Ares akan melakukannya setelah menikah nanti, maka jangan harap Nao akan bisa lepas.


"Jangan terus menggodaku, kemari dan duduklah." Lanjut Ares seraya membawa Nao duduk di hadapan meja rias.


Ares mengeluarkan sesuatu dari dalam laci, ia mengambil sebuah kotak kecil lalu membukanya.

__ADS_1


Tampak sebuah kalung yang indah dengan inisial huruf A perpaduan dengan bintang, Nao tertegun saat Ares memasangkan kalung itu pada leher jenjangnya.


"Kau milikku kalung ini menjadi tandanya, jangan sampai melepasnya jika itu terjadi akan ku pastikan kau tak mencintaiku lagi." Ucap Ares.


Nao menatap pantulan dirinya, disentuhnya kalung itu. "Ini unik dan indah sekali."


"Hmmm sangat cocok dikenakan olehmu." Timpal Ares mengakui kecantikan wanitanya yang begitu mempesona.


Cup!


Ares mengecup setiap inci leher jenjang Nao, ia hisap aroma tubuh wanita cantik itu yang benar-benar sudah jadi candunya.


Nao memejamkan mata menikmati sentuhan Ares yang mampu membuat tubuhnya panas dingin, cumbuan itu semakin liar, tangan kekar Ares perlahan menarik kaitan bra Nao hingga terlepas dan ditariknya lalu jatuh ke lantai.


"Aku ragu kau akan tahan Leonardgo." Lirih Nao melihat pantulan dirinya di depan cermin, Nao masih mengenakan jas namun dadanya sudah tanpa penutup akan kenakalan Ares.


Jempol Ares menyentuh bibir sexy Nao hingga masuk ke dalam mencari lidahnya, tatapan keduanya kini bertemu dengan nafas yang sudah memburu.


Ares membuka bibirnya menyatukan benda kenyal itu dengan lembut, ciuman panas tak bisa dihindari. Nao membuka bibirnya memberi celah, ia membalas l*matan liar Ares saling menyesap dalam satu sama lain.


Drrrt! drrrt!!


Terdengar handphone berdering.


Mata Nao yang terpejam kini terbuka mendengar dering handphone, ia mendorong dada bidang Ares. "Angkat dulu itu sepertinya penting."


Ares menghela nafas kasar, ia mencium bibir sexy yang sudah basah itu sekilas setelahnya melangkah untuk menerima panggilan.

__ADS_1


Nao membiarkan Ares mengobrol dengan seberang sana, ia kembali menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dengan pipi yang masih merona Nao berdiri seraya mengambil handphonenya, kalung pemberian Ares sangat ia sukai Nao akan mengambil gambar untuk itu.



"Jangan mempostingnya awas saja!." Sewot Ares yang kembali meletakkan handphone setelah panggilan berakhir.


"Why? lihatlah aku suka kalung ini." Sengaja Nao.


"Perhatikan dada mu, hanya aku yang boleh melihatnya!."


"Ini tidak kelihatan." Timpal Nao lagi. "Aku mahir menyembunyikan."


Ares menatap tajam Nao ia kesal juga tak terima. "Masih nakal???."


Seketika Nao terkekeh ia berhambur memeluk tubuh kekar Ares. "Aku hanya becanda tentu saja tidak akan ku lakukan."


"Ck! Sepertinya kau harus dihukum itik." Lirih Ares dengan tangan yang sudah menarik jas Nao hingga wanita cantik itu kini telanjang dada.


"K-kau!???."


"Apa hmmm??." Timpal Ares dengan tangan yang sudah bergerilya.


"Ahhh!..."


.


TBC

__ADS_1


Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗


__ADS_2