Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 77


__ADS_3

Kamar Ares



Nao masih merasa deg-degan tat kala barusan memantau situasi rumah takutnya si bibi melihat, namun untungnya tidak ada.


"Berantakan sekali." Batin Nao setelah masuk kamar Ares.


"Kenapa harus ke sini? padahal kita juga bisa langsung berenang saja, sepertinya kak Andrew dan Anna tak keberatan." Ujar Nao yang merasa canggung, entahlah setelah hubungan mereka berakhir Nao tak sebebas dulu berinteraksi pada Ares. Mungkin terbayang tentangan orang tua.


Ares menatap lekat wajah cantik wanita itu. "Di sini kita akan bebas berinteraksi, lakukan apapun mau-mu."


Nao mengerutkan kening. "Bukankah kau sangat membenciku kakak angkuh?." Pancingnya yang ingin tahu.


"Berterimakasih lah pada ayah Ishak, dia yang membuat amarahku terhadapmu perlahan menghilang itik." Timpal Ares seraya melangkah menuju kamar mandi.


"Tunggu! masih ada yang ingin ku tanyakan." Nao mencegah Ares.


"Apalagi? kau mau tidur di sini?." Sengaja Ares dengan suara seraknya yang sexy.


Nao menelan saliva sontak menggeleng. "Enggak lah mana mungkin kakak dan adik tidur satu kamar!."


Ares tersenyum sinis, kenapa Nao bicara seolah memancingnya?.


Menyadari tatapan Ares Nao seketika paham. "Ah lupakan perkataanku."


"Aku hanya ingin bertanya, kau menemui ayah apa untuk meluluhkannya? maksudku seperti memulai hubungan baik agar semuanya berdamai." Ujar Nao, karena Nao sendiri merasa walaupun Ishak menentang Ares, ayahnya itu terbuka juga untuk mengajari budidaya ikan kepadanya.

__ADS_1


"Nao..." Lirih Ares, kali ini tatapan pria tampan itu terasa berbeda. "Ini tujuanku, mari kita lihat akhirnya bagaimana mengenai hubungan kita."


"Hubungan kita?."


Ares gemas kenapa wanita cantik ini rasa pekanya berkurang? apa karena mengalami masalah akhir-akhir ini?.


Diacak-acaknya rambut Nao. "Setelah kata restu itu sudah ku dapat, kau tidak akan bisa lepas dariku yang akan menikahimu!."


Nao memicingkan matanya. "Haish kita juga sudah berakhir."


"Ya benar, aku tak akan menjadikanmu sebagai kekasih lagi." Potong Ares yang berencana akan langsung menjadikan Nao sebagai pasangan hidupnya.


Tampak Nao mengembangkan senyum namun terkesan mengejek. "Oke mari kita lihat kakak angkuh, sejauh mana kesabaranmu menghadapi ayah."


"Cih! kau tidak bisa meremehkanku." Potong Ares dengan smirk penuh maksud.


Nao yang takut menimbulkan kecurigaan langsung melangkah untuk keluar dari kamar Ares, namun ternyata pintu itu sudah terkunci. "What! dia mengurungku?."


Disusul nya pria itu ke kamar mandi..



Tampak Ares sudah berendam di dalamnya menikmati nuansa aroma terapi.


"Kenapa pintunya di kunci? aku harus keluar bisa berikan kuncinya?." Tanya Nao memberanikan diri.


Tidak ada jawaban dari Ares, ia mengeluarkan kunci pintu dari sakunya.

__ADS_1


Saat Nao hendak meraih, seketika Ares menarik tubuh wanita itu hingga jatuh ke dalam bathtub.


Byurrr!!


Nao yang terengah-engah muncul kembali ke permukaan. "Kau!." Kesalnya saat dikelabui.


Sudut bibir Ares terangkat ia mendekati Nao menarik pinggang wanita cantik itu ke dalam dekapan.


"Apa? mau apa?." Nao memasang dua tangannya menahan dada bidang Ares agar tak terlalu rapat.


Mata keduanya saling tatap dengan jarak yang begitu dekat, mereka dapat merasakan debaran jantung masing-masing dengan posisi yang begitu intim.


"Mau sampai kapan menghindari ku?." Lirih Ares dengan suara sexynya yang serak. "Temani aku selagi di sini itik."


Nao tak berdaya jika sisi manja Ares sudah keluar begini, wanita cantik itu melingkarkan tangannya pada leher Ares. "Memang menyebalkan, aku sendiri tak bisa menolaknya."


Ares tersenyum, ia sangat tersiksa jika harus berjauhan dengan Nao apalagi lama-lama membencinya, pria itu merengkuh tubuhnya memeluk dengan erat.


Cup!


Bulu kuduk Nao berdiri saat Ares menciumi leher jenjangnya dengan lembut, benda kenyal yang hangat itu membangkitkan sensasi lebih pada dirinya.


"Semakin montok saja." Bisik Ares menggoda Nao seraya menggigit telinga wanita cantik itu dengan nakal.


Pipi Nao merona. "Beri celah ini sesak sekali Leonardgo."


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2