Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 86


__ADS_3

Pagi harinya..


Di meja makan


Ishak sudah frustasi dan jengkel melihat Daniel dan Ares berebut kursi ingin duduk di samping Nao. Nao sendiri tak habis pikir namun ia hanya diam tertawa kecil melihat tingkah mereka.


"Kalian ini kenapa ha!? padahal ini masih pagi darahku benar-benar mendidih!." Bentak Ishak habis kesabaran.


Ares diam begitupun dengan Daniel, mata kedua pria itu tampak saling beradu tatapan sinis.


"Aku mumpung pulang ke Indonesia Ares, beberapa hari lagi akan pergi! jadi aku ingin berlama-lama menghabiskan waktu dengan Nao mumpung di sini." Ujar Daniel kesal. "Kau kakaknya pasti akan sering bertemu dengan Nao, jadi mengalah lah untukku."


Ares menatap tajam Daniel. "Tidak ada bantahan! kau duduk di kursi lain juga masih bisa melihat Nao, pindahlah!."


"Kau terlalu berlebihan, Nao pasti akan tertekan." Potong Daniel masih memegang sudut kursi sebelah kiri.


"Dalam benakmu saja!." Potong Ares tak mau kalah, ia menarik ujung kursi sebelah kanan.


Ishak semakin menggertakan rahangnya ia meremas sendok dengan kuat. "DIAM!!!."


Mereka terhenyak seketika diam bak jangkrik ke injak, jika dipikir-pikir mereka berdua tidak akan pergi semasih Nao masih ada di rumah itu.


Nao menatap jengkel Ares, lewat tatapan itu seolah ia menyampaikan rasa kesalnya.


Ares yang peka acuh saja tak peduli, selama Daniel masih kukuh ia akan lebih kukuh.


"Tidak ada yang ku izinkan dari kalian berdua untuk sarapan di samping Nao!." Tegas Ishak seraya membawa dua lelaki itu ke halaman samping. "Nah sarapan di sini, jika masih membantah sampai kapanpun tak akan ku izinkan lagi kalian menemui putriku!."


Mendengar ancaman itu tentunya mereka tak mau, dan memilih patuh dengan batin yang sewot. Apalagi Ares.


"Bi bawa sarapan untuk dua makhluk ini!." Suruh Ishak yang diangguki pembantu, setelahnya ia kembali ke dalam melanjutkan sarapan dengan istri juga Nao dan Lucy.

__ADS_1


"Dengar Daniel aku serius, jika dari saat ini kau masih gatal mendekati Nao maka lihat saja karirmu!." Tegas Ares penuh penekanan.


"Kau terlalu berlebihan Ares, sebenarnya kenapa aku harus mengikuti aturan mu? ini hak Nao." Potong Daniel tak mau diatur.


Ares tak langsung menjawab ditatapnya dengan intens wajah Daniel. "Dia wanitaku..."


Seolah tak percaya Daniel kaku untuk melanjutkan ucapan, sangat terkejut jika itu benar. Namun melihat raut wajah Ares juga sikapnya, Daniel tak bisa menyangkal.


"Aku sebenarnya tak mau mengatakan ini namun kau harus tahu dan jaga sikap mulai sekarang Daniel!." Lanjut Ares dingin penuh penekanan.


"Apa om Ishak sudah tahu?."


"Of course!."


Daniel menghela nafas kasar, sakit sekali dadanya sesak mendapati itu. Jadi Nao memiliki hubungan spesial dengan kakak tirinya?.


"Silahkan den." Sungkan bibi pembantu membawa sarapan untuk mereka berdua.


Nafsu makan Ares hilang begitu juga dengan Daniel, Ares memilih berdiri pergi dari sana saat handphonenya berdering dihubungi seseorang.


Sudut mata Nao melirik pria tampan itu begitu pun sebaliknya, namun Ares tak berkata apapun seperti biasa ia akan jadi diri sendiri ketika hanya berduaan dengan Nao saja.


"Oke pulanglah." Lirih Ishak yang mengetahui jika Ares ada urusan mendadak.


Pria itu pun berlalu pergi dari sana...


Nao menatap kepergian Ares hingga hilang dari pandangan.


"Cepat lanjutkan sarapanmu!." Lanjut Ishak.


"Iya-iya."

__ADS_1


Siang itu Nao sendiri pulang dari rumah Ishak, ia ada jadwal di Airoo company sekitar jam 2 siang.


Sesampainya di rumah..


Tampak teman sesama atlet Ares sudah ada di sana sekitar 10 orang untuk kembali latihan di gedung olahraga.


Saat Nao hendak masuk ke dalam, tepat Ares juga akan keluar mereka berpapasan, Ares sudah mengenakan Jersey latihan.


Mata keduanya saling tatap cukup lama namun tanpa suara.


"Silahkan.." Nao memberi jalan duluan, ia masih sedikit kesal dengan sikap Ares menghadapi Daniel ketika di rumah Ishak, sebenarnya Nao tak masalah dengan itu tapi tindakan Ares juga menyudutkan posisinya hingga Nao sulit memiliki teman lawan jenis.


"Aku memang berlebihan itik." Lirih Ares seolah dapat membaca isi pikiran wanita cantik itu.


Ares mengelus dagu Nao sekilas setelahnya berlalu menyusul atlet lain.


Nao hanya menggelengkan kepala saja, lalu masuk ke dalam.


"APA!???." Pekik Sarah sontak menutup mulut karena syok, saat seseorang menghubunginya.


Melihat itu Nao langsung menghampiri sang mama. "Kenapa ma?."


"Gak! gak mungkin! bagaimana dengan Lucy?." Tanya Sarah dengan suara gemetar.


Nao tak dapat mendengar jelas jawaban dari orang seberang, kini Sarah terduduk lemas dengan wajah pucat.


"Katakan ada apa ma!??."


"Nao, Ishak dan Lucy kecelakaan mobil ayahmu hampir setengahnya hancur."


.

__ADS_1


TBC


Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗


__ADS_2