
Anna yang telah membersihkan diri kelabakan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai, ia panik bagaimana jika Agam dan Sarah pulang, sementara Andrew masih terlelap dalam tidurnya.
"Kemana daleman-ku!?." Ujar Anna seraya mengingat-ingat.
Wanita cantik itu menepuk jidatnya dan dengan perlahan Anna membuka pintu kamar Andrew, benar saja daleman-nya masih tergeletak dengan high heels di luar kamar. "Ya ampun!."
Tanpa pikir panjang Anna langsung memungutnya mumpung tidak ada siapa-siapa, tapi ia tak yakin jika dari semalaman tak ada satupun penghuni rumah besar ini yang tak melihat.
"Malu sekali..." Lirih Anna menutup wajahnya, ia harus buru-buru keluar dari kamar Andrew sebelum ada yang mengetahui.
Niatnya ia ingin fitting kebaya wisuda dengan Nao, tapi malah terlibat pergulatan panas dengan Andrew.
"Ini masih pagi mau kemana?." Tanya Andrew dengan suara beratnya.
Anna yang sedang ganti baju terkejut, ia menoleh ke arah pria tampan itu. "Aku tidak mungkin lama-lama di sini bukan? bagaimana jika om Agam dan yang lain mengetahuinya."
Andrew cemberut ia tak mau ditinggalkan, masih ingin menghabiskan waktu bersama wanita yang dicintainya. "Tidak ada yang salah kau istriku."
Anna terkejut. "Shuuuuutt!!, bagaimana jika ada yang mendengar?." Paniknya menutup mulut Andrew, karena Anna dapat mendengar jika di luar sana banyak atlet-atlet yang berkumpul.
Dikecupnya tangan Anna dengan lembut. "Kita tak perlu sembunyi-sembunyi lagi."
"Itu masih butuh waktu sebentar lagi." Timpal Anna seraya menyentuh hidung mancung Andrew. "Sudah, aku harus keluar jangan cemberut-cemberut begitu."
Walaupun tak mau namun Andrew tetap mengalah. "Baiklah, kabari apapun aktivitasmu aku kini suamimu sayang. Dengar tidak????."
Anna hanya tersenyum seraya mengambil tasnya untuk keluar dari sana. "Iya-iya dengar."
__ADS_1
"I love you honey!."
"Love you too."
Dengan tatapan hangat penuh kasih sayang, Andrew menatap kepergian Anna.
Anna melihat sekeliling rumah, tampak kepala pelayan berkeliaran membersihkan ruang tengah namun tak lama si bibi berlalu, kesempatan ini tak disia-siakan Anna, ia langsung keluar kamar dan berlari kecil menaiki anak tangga untuk menemui Nao.
.
Tok tok tok!
Bram yang sedang sibuk mencari dokumen di ruang kerjanya menoleh saat seseorang mengetuk pintu. "Ganggu saja, masuklah!."
Tampak anak buahnya masuk dengan wajah panik. "Tuan, di depan utusan keluarga Leonardgo sudah menunggu bahkan tuan Agam juga datang."
Map yang dipegang Bram seketika terjatuh, Ares benar-benar tak memberi celah untuk dirinya bisa menutupi kasus ini dengan baik. "Sialan!."
Benar saja Agam sudah menunggunya, tidak ada lagi wajah ramah yang begitu Bram kenal, kini tatapan Agam begitu dingin menyimpan kemarahan.
PLAK!! PLAK!!
"Tuan!."
Anak buah Bram menahan tubuh atasannya yang hampir terjatuh akan tamparan keras Agam.
Darah segar mengalir dari hidung Bram, ia menyekanya. "Kau!..."
__ADS_1
"Aku menolong ekonomi-mu bukan untuk mendapat balasan seperti ini! berani sekali mencelakai putriku dengan alasan yang tak masuk akal Bram!." Bentak Agam.
"Putrimu masih selamat kau tak harus se-marah ini, aku bahkan membantumu untuk melenyapkan Ishak orang yang paling kau benci, kenapa tidak berterima kasih!?." Timpal Bram yang merasa tak terlalu merugikan Agam.
Mendengar itu emosi Agam semakin memuncak.
"Nao yang hanya anak tiri saja begitu kau sayangi bahkan tak mau dia disakiti, apalagi aku! Tessa anak kandungku melihatnya yang berhari-hari depresi karena Ares lebih memilih gadis murahan seperti Nao, tentu saja aku juga tak terima!."
PLAK!!!
Bram tersungkur ke lantai saat sebuah tamparan keras kembali mengenai wajahnya.
"Bawa dia ke pengadilan, aku sudah tak mau bicara lagi!." Ujar Agam begitu kecewa seraya berlalu pergi.
"Baik tuan."
Keempat bodyguard Agam langsung membawa paksa Bram juga anak buahnya untuk diamankan dan diadili.
"Lepas!."
"Diam curut!." Ikut kesal salah satu bodyguard Agam. "Tak tahu berterima kasih!."
"Berani sekali kau!.."
"Anda sebentar lagi bukan siapa-siapa."
.
__ADS_1
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗