Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 37


__ADS_3

Mendengar ajakan Ares yang terkesan mengancam Nao menelan salivanya. Namun tak lama wanita cantik itu mengembangkan senyum tipis saat mendapat ide. "Bisa juga hamili aku sekarang, tapi bukankah kau tidak akan pernah menyentuhku jika aku tak mengijinkannya?."


"Beda lagi jika aku tak bisa mengendalikan diri, maka dari itu jangan coba-coba itik!." Lanjut Ares.


Nao terkekeh sekilas membuat Ares mengerutkan kening, setelah Nao minum ia berjalan ke luar rumah meninggalkan kakaknya. "Hey apakah sopan meninggalkan orang yang sedang bicara?."


"I don't care!." Timpal Nao hilang dari pandangan.


"Ck!." Ares menyusul langkah Nao.


Begitulah hubungan status kekasih yang berkedok kakak adik.


Nao melepas pakaiannya hanya menyisakan baju renang yang sexy, ia pun tanpa pikir panjang langsung melompat ke dalam air.


Ares yang tiba di sana menatap setiap pergerakan indah Nao, tubuh sexy yang indah itu kini terpampang. "Ck! apa dia sengaja melakukannya?." Ares gusar sendiri saat melihat celana dan miliknya menonjol.


"Tidak berenang? biasanya ini rutinitas mu setiap malam." Ujar Nao mendekati Ares.


Nao tak melanjutkan ucapan saat Ares spontan melepas pakaiannya hanya menyisakan celana pendek, tubuh kekar atletis dengan roti sobek yang menggoda membuat Nao ingin menyentuhnya.


Byurr!!


Keduanya saling kejar untuk mencapai finis, setelah selesai Ares dan Nao muncul ke permukaan dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Kau tetap kalah." Ejek Ares.


"Cih! bisa ulang satu kali lagi?."


Pria tampan itu menggelengkan kepalanya. "No."


"Benar-benar angkuh!."


Ares terkekeh, saat Nao ingin kembali berenang tangannya menarik Nao pada sudut kolam yang remang tak tersorot cahaya.


"Apa ini?." Tanya Nao saat Ares merapatkan tubuh keduanya. "Bagaimana jika ada yang melihat habislah kita."


"Tidak akan, kau tahu memakai pakaian seperti ini akibatnya apa?."


"Aku ingin memakanmu sekarang juga." Bisik Ares menempelkan hidung keduanya. Menyentuh bibir sexy Nao hingga terbuka, tanpa pikir panjang Ares menciumnya me*umat lembut atas dan bawah penuh agresif.


Nao membalas ciuman itu mengimbangi Ares, lidah keduanya bertautan menyalurkan gairah masing-masing.


"Tidak, bagaimana jika ada yang melihat?." Panik Nao seraya membuka mata melirik sekeliling. Ini di rumah mereka tidak boleh leluasa.


"Jangan khawatir itik." Bisik Ares seraya beralih mencium telinga hingga dagu Nao. Tangan Ares mulai nakal menyentuh area sensitif lainnya.


Nao tak bisa menolak sentuhan Ares yang memberikan sensasi lebih pada tubuh sexy itu. "Aressshhh!..."

__ADS_1


"Yes honey??.." Ares kembali mencium rakus bibir sexy yang sudah jadi candunya, penyebab ia berhenti dari merokok.


Dinginnya air kolam tak bisa mengalahkan suhu tubuh keduanya yang mulai panas. Ares semakin gusar saat miliknya berontak. "Nao...."


Dalam waktu bersamaan. "Ares????."


Panggil mama Sarah dari atas balkon mencari keberadaan putranya. "Ares?."


"Aku datang!."


Nao mendorong dada bidang Ares pelan, untung saja posisi mereka di pojok kolam yang tak tersorot cahaya.


Sebelum pergi Ares mencium lembut pipi Nao. "Pakai kembali bajumu dan masuklah ke kamar, Ben dan temanku yang lain akan datang."


"Club volly?." Tampak antusias Nao yang mengidolakan salah satu dari mereka.


Ares menatap kesal. "Mau ku bawa ke kamarku sekarang juga ha??."


Nao tersenyum puas saat kekasihnya cemburu. "Iya-iya."


Setelah Nao selesai berpakaian kembali, ia pun masuk ke dalam rumah disusul Ares. Sarah melihat putrinya berlari kecil dengan basah kuyup masuk kamar. "Berenang?."


TBC

__ADS_1


__ADS_2