Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 56


__ADS_3

Setibanya di rumah Nao langsung membersihkan diri, berendam dalam bathtub meredakan rasa pegal sehabis pergulatan panas semalam.


Tatapan Nao kosong menatap ke arah luar jendela, dalam hidupnya ia tidak pernah se-galau ini akibat percintaan. "Aaarrrgh! dia benar-benar membuatku gila bagaimana ini ya tuhan?."


Ares tidak tinggal di sana lagi demi menjalin hubungan baik dengan Sarah, tentunya Nao tidak akan melihatnya berkeliaran kecuali di perusahaan itu pun kalau berpapasan.


Ditambah Ares seminggu lagi akan cuti mengikuti kompetisi volly internasional bergabung dengan club-nya di Jepang, dan tentu saja ia hanya akan pulang sesekali selama belum selesai.


Nao menghela nafas panjang. "Ini keputusanku apapun tentangnya bukan lagi urusanmu Nao, kau hanya boleh mensupport dia sebagai kakak."


Tidak harus lama-lama seperti itu Nao memiliki masa depan yang harus digapai juga.


Setelah selesai mandi Nao berpakaian ia akan bersiap-siap menuju perusahaan, Nao kebagian shift siang.


Tok tok tok!


"Non.." Panggil si bibi.


Nao yang sedang merapikan rambut indahnya menoleh. "Iya bi masuk saja."


Si bibi pun masuk tampak raut wajahnya agak cemas. "Non itu di bawah ada tamu katanya ayah kandung non."


"Ha ayah!?." Nao terkejut ia pun langsung keluar kamar turun menuju ruang tamu, benar saja Ishak ada duduk berhadapan dengan Agam.


Namun tidak ada Sarah di sana, Nao sudah tahu jika Agam melarang istrinya untuk bertemu.


"Ayah?."

__ADS_1


"Nao." Ishak berdiri saat putrinya datang.


"Ada apa ini?." To the point Nao yang dapat melihat raut wajah Agam dan Ishak sama-sama tegang.


"Ayah ingin Ares membebaskan Angel makanya datang ke sini." Mulai Ishak.


"Dia menusuk putraku melakukan tindak rencana pembunuhan! dengan mudahnya?." Potong Agam tak terima. "Nao juga putrimu seharusnya kau lebih memihak dia."


"Diam Agam! aku belum selesai bicara." Ishak tak mau kalah.


Nao bingung harus memihak yang mana. "Duh, stop ayah! papa!."


Mereka berdua diam dengan tatapan sinis masing-masing.


"Ayah kau lebih memilih anak tirimu yang jahat itu dibanding aku?." Ujar Nao mulai emosi.


(Maya ibu tiri Nao)


"Tidak ada keringanan anak tirimu sudah keterlaluan!." Potong Agam.


"Agam kau diam, dimana Ares sekarang?."


"Oke oke! aku akan bicara kepada Ares untuk merubah aturannya di kantor polisi." Timpal Nao memberi kode kepada Agam yang membuat ayah tirinya itu sedikit mengalah.


"Baiklah terimakasih Nao, di rumah Maya menggila bukan ayah tak merasa bersalah padamu dan Ares hanya saja iya itu istriku." Lanjut Ishak yang merasa rumit.


"Ya, no problem."

__ADS_1


"Baiklah kalian lanjut saja, aku ke belakang." Ucap Agam memberi waktu untuk mereka berdua, setelahnya berlalu pergi.


Nao hanya tersenyum sekilas.


"Ayah tak bisa lama-lama di sini." Ujar Ishak.


"Bagaimana dengan Lucy? melihat bu Maya seperti itu aku semakin kalut menitipkannya pada dia." Ujar Nao mengingat adik kandungnya.


"Tidak akan, jangan khawatir jika Lucy diperlakukan tak baik ayah tak segan menceraikan Maya." Balas Ishak, mengingat dirinya pengusaha sukses tentu pasti banyak wanita yang ingin diperistri oleh dirinya.


"Bagaimana jika Lucy tinggal di sini bersamaku? mama juga pasti bahagia." Ujar Nao penuh harap.


Namun malah sorot mata tajam yang dilemparkan Ishak. "Cukup kau yang diambil Sarah, Lucy jangan!."


"Beri mama waktu juga untuk bertemu dengannya." Bujuk Nao merasa tak tega.


"Kau tidak memikirkan perasaan ayah ha!?." Timpal Ishak dengan mata mulai sayu.


Nao terdiam hatinya trenyuh. "Yah..."


"Sudahlah ayah pergi, kau jaga kesehatan sesekali datang ke sana Lucy merindukanmu Nao." Ishak mengelus kepala putrinya setelah itu berlalu meninggalkan rumah besar keluarga Leonardgo.


Nao menatap punggung ayahnya hingga hilang dari pandangan, tak lama dirogohnya handphone untuk menghubungi seseorang.


Wanita cantik itu mengurungkan niat untuk menghubungi Ares, Nao memilih menghubungi Ben memintanya merubah peraturan kasus Angel di kantor polisi.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2