
Sarah menepuk pundak Ares. "Semoga sukses mengikuti kompetisinya." Setelah berucap wanita paruh baya itu berlalu masuk ke dalam.
"Ishak ya?." Gumam Ares, banyak sekali dalam benaknya untuk melakukan sesuatu namun ia tahan untuk sementara waktu, Ares kini harus fokus pada pertandingannya ia juga sudah cuti dari kantor dan dua hari lagi ia akan berangkat ke Jepang.
"Ares kamu bisa tinggal di sini sebelum pergi ke Jepang." Ujar papa Agam yang tiba-tiba datang ke sana.
"Aku menolaknya." Balas singkat Ares.
Agam menghela nafas kasar. "Kamu pergi suasana rumah ini tak seperti dulu lagi."
"Ya, karena perasaan cintaku yang salah menyebabkan semuanya seperti itu." Potong Ares. "Aku butuh waktu banyak sekali yang mengecewakan akhir-akhir ini, tenang saja sesekali aku ke sini untuk berlatih juga di gedung belakang."
Agam tak menyangka se-berpengaruh itu Nao bagi putranya ini. "Oke kalau begitu papa tak bisa memaksa, jika ada waktu senggang papa akan datang menyaksikan pertandingan-mu bersama yang lain."
"Good luck putraku." Lanjut Agam memberi dorongan disaat Ares dalam situasi seperti sekarang.
"Don't worry." Lirih Ares seraya berdiri masuk ke dalam rumah untuk menemui kakaknya yang juga ada di sana.
Dilihatnya kamar Andrew kosong, Ares mengerutkan kening padahal kakaknya itu di halaman ataupun di kolam tidak ada.
Terdengar suara dari arah dapur yang tampak sedang mengobrol, Ares putar badan.
"Ya itu dia! Anna lebih terkejut kak saat aku ternyata sudah tahu lebih dulu hubungan kalian." Ujar Nao yang asyik mengobrol dengan kakak pertamanya.
__ADS_1
"Shuuut!.." Andrew mengangkat telunjuk. "Pelan-pelan nanti ada yang mendengar."
Nao panik sendiri ia diam takutnya hubungan Anna dan Andrew juga ditentang.
Diam sejenak, namun tak lama keduanya tertawa. Andrew meneguk minuman yang ada di antara mereka berdua. "Tak usah khawatir."
"Hahaha iya kak." Nao terkekeh karena paniknya terlalu berlebihan.
Gelak tawa mereka seketika hilang bak jangkrik ke injak saat Ares datang ke sana, terutama Nao ia seketika membisu.
"Oh hai dik." Senang Andrew seraya melirik Nao yang mematung.
Ares hanya mengangkat dagunya membalas sapaan Andrew, pria tampan itu mengambil gelas untuk minum. "Tampak seru sekali."
Nao masih diam saja asyik sendiri dengan minumannya, terlihat Ares hanya mengenakan celana pendek bekas latihan sementara atasnya telanjang dada memperlihatkan tubuh bidangnya yang masih diperban.
Ares meneguk minuman hingga habis, setelahnya ia kembali menghisap rokok yang dipegangnya.
"Kau kembali merokok!?." Sewot Andrew. "Itu merusak-mu kau atlet."
Nao seketika menoleh menatap Ares yang berada tepat di antara dia juga Andrew.
"Apa ada masalah dengan itu?." Balas singkat Ares meniupkan asapnya sembarang hingga mengenai wajah cantik Nao.
__ADS_1
Nao menatap tajam mantan kekasihnya yang kini tampak berubah, sebelumnya Nao masih kesal dan marah saat meeting ditambah kini ia mendapati Ares yang merokok kembali.
"Kau akan menggantikan posisiku di perusahaan selama aku mengikuti kompetisi, ada beberapa berkas penting ku simpan di apartemen datang saja." Ujar Ares pada kakaknya.
Andrew mengangguk mengiyakan.
Sudut mata tajam Ares melirik Nao yang juga menatap kesal ke arahnya.
"Dan adik kesayanganmu ini perlu di asah kembali, kemampuannya belum mumpuni masih mentah!." Dingin Ares sengaja memberi tamparan.
Nao tak terima. "Bohong kak karena memang itu bukan tanggungjawab-ku saja!."
Ares acuh tak peduli ia meneguk minuman yang ada di atas meja hingga habis, meniupkan kembali asap rokok kali ini tepat pada wajah cantik Nao. Setelahnya berlalu pergi meninggalkan dapur.
Mulut Nao menganga tak menyangka, rasa kesalnya kembali membludak menguasai diri. "Dasar kakak angkuh! kau pikir aku tak bisa ha? lihat saja nanti!."
Andrew menggaruk kepala tak gatal, apa mereka selama menjalin hubungan terus bertengkar seperti ini?.
.
TBC
Hihi..😆 Andai saja Andrew tahu selama mereka menjalin hubungan adegan demi adegan tak pernah terlewatkan.😜ðŸ¤
__ADS_1
Ayo tinggalkan jejaknya ya agar thornim makin semangat lagi!