
Mendapati keanehan itu Nao langsung melepas ciuman, dengan wajah keheranan Nao menatap lekat Ares yang masih juga belum membuka mata. "Aku tak salah, perasaan tadi lidahnya?.....
Kini Nao menyipitkan matanya menatap penuh selidik pada Ares. "Kau sudah sadar?."
Ares tak bergeming masih sama seperti tadi.
Nao menggaruk kepalanya takut ia bicara sama orang tak sadarkan diri, namun tadi Nao dapat merasakannya juga.
Apa harus dengan menciumnya baru Ares bangun? mengingat itu Nao menggelengkan kepala karena diluar nalar, jika Ares merespon pun berarti benar pria itu memang sudah sadar.
Untuk membuktikannya Nao kembali menempelkan bibir mencium Ares, dan benar saja respon dari Ares sesuai yang Nao duga, pria itu bahkan me*umat lembut bibir sexy Nao menyesapnya dalam.
Seketika Nao langsung melepas ciuman itu. "Kau????."
Ares masih tak bergeming seperti pasien yang koma, Nao yang menyadari sesuatu hanya menatap jengkel. "Jangan menipuku Ares Leonardgo, jika benar kau sudah sadar buka mata jangan mengerjai ku atau memang kau benar-benar ingin seperti ini sampai....
Belum sempat Nao menyelesaikan ucapan, wanita cantik itu dapat melihat jika Ares membuka matanya dengan sudut bibir terangkat. Ares tersenyum.
"Kau???." Nao senang bukan main, rasa kesalnya tak digubris, dengan segera ia berhambur memeluk tubuh Ares saking senangnya Nao sampai meneteskan air mata. "Kau benar siuman?."
Tangan Ares merengkuh Nao dengan erat. "Seperti yang kau lihat itik."
Nao kembali berdiri seraya menatap Ares dengan tatapan penuh selidik. "Jadi kau mengerjai ku?."
"Ya." Ares mengangguk seraya tersenyum.
"Kau ini!." Kesal Nao memukul pelan dada kekar pria itu.
"Aww!." Ringis Ares.
Nao kelabakan. "Ah maaf aku berlebihan, hanya saja kesal."
Ares terkekeh seraya mengelus wajah Nao. "Kau tak mau aku pergi ya?."
__ADS_1
"Sudah jangan ngajak becanda itu tak lucu." Nao kembali memeluk Ares. "Iya aku tak mau kehilangan dirimu kakak angkuh!."
Ares senang seraya membalas pelukan Nao.
"Jadi sejak kapan kau sudah sadar?."
"Setelah dokter berlalu, aku hendak membuka mata namun kau menciumku dan tentu saja aku tak bisa menolaknya." Balas Ares jujur.
Pipi Nao merona. "Haish.."
"Padahal kau bisa membangunkan ku dengan ciuman dari kemarin juga, pasti sudah sadar."
"Iya juga tapi mana bisa!?." Timpal Nao yang tak habis pikir, namun ia kini benar-benar lega baik Ishak dan Lucy, Ares juga sudah siuman.
Nao melepaskan diri dari pelukan Ares. "Jangan dulu bangun kau harus dicek kembali." Lanjut Nao seraya menekan tombol di samping pasien.
Dan tak lama dokter datang ke sana bersamaan dengan Agam dan Sarah yang masuk.
"Syukurlah ya tuhan, kami panik di sini melihat kau belum sadar Ares." Lirih Sarah mengelus rambut putranya.
Ares tersenyum. "Sudah ku bilang aku kebal."
"Kau hampir mati." Potong Nao menimpali keangkuhan Ares.
"Sudah-sudah, yang penting Ares kini sudah sadar." Timpal Agam.
"Iya."
Dokter mengecek tubuh Ares mendeteksi perkembangannya. "Sudah aman tuan nyonya, hanya saja Ares masih merasakan lemas karena efek sampingnya."
"Namun itu tidak akan lama, stamina tubuh beliau bagus dan ini beberapa vitamin yang harus diminum." Lanjut dokter memberikannya pada Agam.
"Oke baik terimakasih dokter."
__ADS_1
"Sudah jadi tanggung jawab tuan, mari."
"Mari."
Dokter pun meninggalkan mereka di sana, dengan di tuntun Agam kini Ares sudah meminum vitaminnya.
"Bagaimana dengan ayah Ishak?." Tanya Ares.
"Dalam kondisi seperti ini pun kau masih mengingatnya Ares?." Timpal Agam.
Ares melirik Nao namun memang itu kenyataannya ia bahkan rela hampir mati demi mendonor darah pada Ishak.
"Sudah, Lucy maupun Ishak mereka sudah bangun dari komanya." Balas Sarah.
Mendengar itu Ares merasa lega, perjuangannya membuahkan hasil walaupun kini tubuhnya terasa begitu lemas. "Syukurlah."
"Jangan kemana-mana kau masih seperti ini." Lanjut Agam.
"Iya pah."
"Ngomong-ngomong tadi Ares terbangun ketika Nao sedang apa? apa Nao menemanimu?." Tanya Sarah ingin tahu.
Nao menggaruk kepala tak gatal. "Ah itu...
"Mama dan papa bisa mengeceknya langsung pada cctv rumah sakit, silahkan." Jawab santai Ares.
Mata indah Nao membulat. "Kak!??."
.
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗
__ADS_1