
1 bulan kemudian..
Mansion Leonardgo
Hari ini tepatnya hari bahagia dimana Lucy yang sedang menyelesaikan studi S1-nya memilih menikah dengan pria pilihan, tak bisa disangka-sangka ternyata suaminya merupakan Ben sekretaris dari Ares sendiri.
Keduanya kini sudah resmi sebagai suami istri yang sah di mata agama dan negara.
Nao menyeka air matanya. "Pantas saja Ben menggubris banyak wanita yang terus mengejarnya, taunya dia malah setia menunggu adikku dewasa mas."
Ares sendiri sebagai orang terdekat tak pernah tahu jika akan seperti ini, Ben benar-benar hebat menyembunyikannya hingga hari ini tiba.
Perbedaan umur yang jauh tak menghalangi keduanya untuk bersama, Lucy dan Ben tampak begitu serasi sangat tak ketara jika perbedaan umur keduanya jauh.
"Aku percaya padamu Ben." Lanjut ayah Ishak memeluk mantunya setelah memberi amanat.
"Tentu saja ayah."
Ares mau pun Ben keduanya sama-sama kesulitan untuk mendapat restu Ishak, namun pada akhirnya dengan kesungguhan yang luar biasa dua pria tampan itu mendapatkan hasil yang setimpal.
Setelah selesai mengabadikan momen, mereka mengobrol dengan banyaknya tamu, menikmati konser besar yang dimana Agam mengundang selebriti ternama.
Dan hal tak terduga pun terjadi, dimana Agam mengungkapkan jika ia memperistri Sarah dan Sarina sekaligus.
Para anak-anak tak terkejut karena sudah mengetahuinya, namun di sini Ishak sedikit tak setuju.
"Sarah sebenarnya apa yang terjadi?." Ujar Ishak dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Ini keinginanku bukan Agam."
Sarah menceritakan semuanya yang membuat Ishak terdiam tak bisa berkata apa-apa, setelah beberapa saat bicara barulah Ishak tenang hanya saja ia merasa sedikit tak terima jika Sarah dipoligami, namun karena itu keinginannya ia tak bisa apa.
"Oke aku turut bahagia."
"Terimakasih."
Tamu-tamu yang berdatangan semakin banyak, acara pernikahan itu semakin meriah saja.
"Ben kenapa kau tidak bilang dari dulu jika mencintai Lucy?." Tanya Ares sengaja.
__ADS_1
"Kau pasti akan mengolok-olokku karena tak cocok dengannya yang masih muda."
Sorot mata Ares seketika tajam. "Enak saja itu pikiranmu Ben, tentu saja aku akan begitu mendukung."
Nao terkekeh mendengar keduanya.
"Putri kakak sudah nikah saja." Nao kembali memeluk Lucy.
"Mama bibi cantik sekali ya." Ucap Helen terkesima.
"Iya sayang."
Dengan gemas Lucy mengangkat Helen menciuminya bertubi-tubi.
Dalam waktu bersamaan tiba-tiba keluarga Tessa datang, Nao langsung menyambutnya. Tessa banyak membawa barang branded untuk Lucy dan Ben.
Keenan yang sedang duduk menikmati acara tersebut memicingkan matanya tat kala melihat seorang gadis yang begitu familiar tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Gadis sombong???."
Gadis itu seketika menoleh, tampak ia terkejut. "Kamu???."
"Padahal satu bulan waktu yang cukup lama, tapi kau masih mengingatku." Ucap Keen tanpa basa-basi dan terkesan angkuh.
Namun Keen tak peduli ia kembali diam acuh.
"Mana putrimu itu? apa kau membawanya Tessa?." Tanya Nao.
Tessa celingak-celinguk mencari sesuatu namun tak lama ia menunjuk ke suatu tempat. "Nah itu dia putriku."
Ares dan Nao mengikuti pandangan Tessa, keduanya mengerutkan kening saat melihat seorang gadis cantik tampak berdebat dengan Keenan.
"Leica sini sayang, kenalin ini tante Naomy dan om Ares sahabat mama." Ujar Tessa.
Leica menoleh ke belakang dan langsung menghampiri.
"Hallo Leica."
Dengan ramah dan sopan Leica mencium punggung tangan Nao dan Ares.
"Keen kamu sudah kenal dengan Leica?." Tanya Ares.
__ADS_1
Keenan menatap Leica. "Ya, kita pernah bertemu sebelumnya pah dan dia sombong sekali!."
Leica tak terima dan langsung menceritakan semuanya dengan detail, ia tidak sombong, alasan tak menyapa Keen karena waktu itu buru-buru dipanggil sang nenek.
Semua yang ada di sana terkekeh mendengar itu, Tessa dan Nao menyuruh kedua anaknya untuk memulai pertemanan dengan baik.
Saat Nao dan Ares dipanggil Agam, Keenan menghampiri Leica.
"Apa kau masih kesal kepadaku?."
"Sedikit!."
Keenan menatap lekat mata indah Leica, tangannya menyodorkan sebuah kotak kecil yang berisi sesuatu. "Simpan kunci ini, dan ingat dimasa depan aku akan menjadi pendamping-mu."
Leica terdiam ia menatap Keen yang mengedipkan mata lalu berjalan menyusul orang tuanya.
"Ayo ikut mama." Tessa mengajak Leica untuk bergabung.
"Untuk mengenang momen bahagia ini mari kita abadikan dalam sebuah foto!." Ucap Agam yang disetujui mereka semua.
Keluarga besar itu tampak bahagia, Nao dan Ares saling menggenggam tangan kedua anaknya. Ishak, Sarah, Agam, Sarina dan Maya semuanya tertawa tidak ada lagi keresahan dalam diri masing-masing.
Ares dan Nao saling tatap keduanya tersenyum.
"Thank you so much sayang, i love you my wife." Ujar Ares mengecup kening Nao penuh kasih sayang.
"I love you more my husband, Ares Leonardgo." Nao menyenderkan tubuhnya pada dada bidang sang suami.
Kebahagiaan itu kini benar-benar telah lengkap.
.......
.......
.......
..._TAMAT_...
Akhirnya kita telah sampai di ujung cerita Naomy dan Ares☺️
Othor ingin mengucapkan terimakasih banyak atas antusias kalian para pembaca kesayangan yang sudah mau menemani hingga episode akhir,🥺 masih banyak kesalahan dalam penulisan serta alur, maklum lah ya karena thornim masih pemula hhe😄
__ADS_1
Intinya terimakasih banyak, sehat dan bahagia selalu kalian sampai bertemu pada karya othor selanjutnya yaa🥰🥰
LOVE YOU ALL!😘😘😘🤗