Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 47


__ADS_3

Nao memegang kepalanya masih tak habis pikir dengan Anna. "Aku merasa bukan sahabatnya ketika dia selama ini tidak pernah cerita apa-apa kepadaku Ares."


"Itu wajar, sepertinya Anna takut kamu kecewa karena ia telah menjalin hubungan dengan kakakmu itik." Jelas Ares melepas kacamata bulat yang dikenakan kekasihnya.


"Tapi tetap saja aku merasa seperti bukan sahabatnya!."


"Ya mau bagaimana lagi? nanti dia juga pasti jujur kepadamu." Lanjut Ares seraya mengangkat tubuh Nao untuk pindah ke atas ranjang.


Nao menghela nafas panjang. "Iya aku juga tidak bisa berkata apa-apa, sebenarnya bukan kecewa tapi hanya tak menyangka saja jika mereka ada sesuatu."


"Seperti kita, right?." Timpal Ares seraya membaringkan tubuh Nao melepas ikatan rambut indahnya agar terurai.


Jika menyangkal pun Nao sendiri tak bisa karena mereka juga memiliki hubungan rahasia. "Iya seperti kita."


Nao membiarkan tangan kekar Ares melepas penutup squishy montok miliknya agar tak menghalangi. "Mau memperkosaku lagi ha?." Ujar Nao sengaja akan tatapan berat Ares. "Sayangnya aku sedang datang bulan pria dingin!."


Pria tampan itu menyunggingkan senyum tipis seraya melepas kaos putih yang dikenakannya juga. "Tidak, aku akan melakukannya lagi setelah kita menikah nanti honey."


"Saat di apartemen itu aku kebablasan karena amarah." Lanjut Ares kembali menindih tubuh Nao mendekapnya erat.


"Aku ke sini hanya ingin menghabiskan malam dan tidur bersama dengan orang yang ku cintai, jangan terlalu memancingku nanti kebablasan lagi." Bisik Ares nakal seraya meninggalkan bekas pada leher jenjang Nao.

__ADS_1


Wanita cantik itu terkekeh pelan. "Memangnya kau bisa tahan?." Pancing Nao sengaja ia menyentuh benda pusaka Ares yang ternyata sudah berdiri tegak. "Lantas ini apa?."


"Itik!..." Potong Ares yang memejamkan mata menahan hasratnya.


"Hahaha iya-iya."


Karena takut diberi pelajaran Nao melepaskan diri dari dekapan erat Ares, ia beranjak menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi sebelum tidur.


Setelah beberapa saat rudal Ares sedikit tenang, Ares dibuat pening akan gairah yang tak tersalurkan. Ia sendiri tak yakin jika akan bisa tahan dengan situasi saat ini.


Nao yang selesai cuci muka menoleh saat Ares ikut masuk ke dalam.


"Ikut." Lirih Ares manja kembali melingkarkan tangannya pada perut ramping Nao.


Namun tangan Ares lebih dulu menarik wajah cantik Nao, ciuman bibir tak bisa dihindari lagi, keduanya saling memagut menyalurkan gairah dan perasaan masing-masing, suara kecapan memenuhi kamar mandi.



...(Hanya ilustrasi)...


.......

__ADS_1


.......


Kota B


Agam dan Andrew keluar meninggalkan mansion keluarga Airin.


Di sini papa Airin sangat-sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukan putrinya kepada Andrew, tidak ada kata maaf lagi karena sudah fatal kini hubungan Andrew dan Airin benar-benar sudah berakhir.


Saat meninggalkan rumah besar itu Andrew dapat mendengar isak tangis Airin yang meminta kesempatan kedua, namun itu sudah terlambat Andrew terlanjur kecewa.


Sebelum masuk mobilnya Agam menepuk-nepuk pundak sang putra menenangkan. "Papa duluan, kau akan pulang ke mana?."


"Aku butuh angin segar pah nanti menyusul ke kota A."


"Baiklah." Agam berlalu pergi meninggalkan putranya.


Sementara Andrew sendiri masuk mobil menancap gas menuju tempat dimana ingin ia datangi saat ini juga.


Setibanya di tempat itu Andrew menekan bel rumah..


Ting tong ting tong!

__ADS_1


Tak lama pintu dibuka oleh seorang wanita cantik dari dalam, tampak wanita itu sedikit terkejut dengan kedatangannya. "Daddy!? eh maksudku om? kenapa datang ke sini?."


Andrew berdecak sekilas dia datang ke sini penuh effort menempuh perjalanan jauh, dan hanya itu reaksinya?. "Sudah ku bilang aku tidak akan pernah setuju membatalkan kesepakatan yang telah terjadi diantara kita, Anna."


__ADS_2