Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 63


__ADS_3

Diam sejenak tidak ada yang bersuara hanya tatapan mata Ares dan Ishak yang tertuju satu sama lain.


"Nao? ada apa dengannya? kenapa kau menginginkan putriku sekaligus adik tirimu sendiri!?." Tanya Ishak dengan tatapan mengintimidasi ia rasa ada sesuatu yang aneh yang mulai tercium.


Ben yang berada tidak jauh dari mereka hanya menggaruk kepala tak gatal. "Apa om Ishak tidak peka?." Batinnya.


"Aku menginginkan Nao saja." Balas singkat Ares to the point. "Maka ada keringanan untuk Angel."


Alis Ishak terangkat satu. "Apa ini semacam kisah percintaan antara saudara tiri Ares!?."


"Ya."


Tak langsung menjawab Ishak tertawa terbahak-bahak seolah tak percaya. "Bukankah kau tak suka buang-buang waktu?."


"Apa aku terlihat demikian?." Timpal Ares serius yang membuat Ishak berhenti tertawa.


"Tunggu.."


"Kau ayahnya dengan hormat aku ingin kau mengijinkan ku untuk menjadikan Nao sebagai kekasih sekaligus pasangan hidup." Lanjut Ares, ia tak menduga perkataan itu keluar begitu saja dari mulutnya.


Raut wajah Ishak berubah jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. "Tidak! lebih baik Angel tetap di penjara dengan aturan ketat saja daripada kalian bersama."


"Hah!??? Yang benar saja mas?." Sewot Maya tak terima.

__ADS_1


"Diam bu!."


Ares tak terkejut ia sudah menduganya, Ares hanya menghela nafas kasar. "Apa karena aku putra Agam?."


"Ya!." Tegas Ishak ia benar-benar emosi. "Cukup papamu yang mengambil Sarah dariku, tidak dengan Nao!."


Maya yang mendengar hatinya terasa sakit, jadi selama ini Sarah masih membekas dalam diri Ishak?.


"Aku tidak akan mengambilnya hanya ingin menjaga dan menyayangi Nao setelah dirimu." Timpal Ares tak kalah serius.


Ishak diam sejenak ditatapnya wajah itu dengan tajam. "Apa selama ini kalian diam-diam memiliki hubungan?."


"Sayangnya sudah berakhir karena aku harus bicara dulu dengan ayah mertuaku yang baik hati ini." Balas Ares.


Ares menekuk wajah tampannya, Ben yang mengintip hanya terkekeh kecil menyaksikan itu.


"Tak apa ditolak sekarang namun aku akan terus berusaha meluluhkan-mu ayah." Timpal Ares sengaja meyakinkan.


Ishak menggelengkan kepalanya berkali-kali. "No! kau memang tidak beda jauh dengan Agam! jaga dan lindungi Nao selayaknya kalian yang saudara tiri, tidak lebih!."


"Aku menolaknya!."


"Ya aku juga menolaknya!." Ishak tak mau kalah. "Ayo bu kita pulang, Angel biarkan saja toh salah dia sendiri berbuat jahat!."

__ADS_1


"Kau tidak memikirkan perasaanku mas?." Potong Maya.


"Kita bicara di rumah." Ujar Ishak penuh penekanan, lagian ia juga marah terhadap Angel yang diam-diam merencanakan pembunuhan terhadap putri kandungnya namun untungnya ada Ares.


"Apa yang harus ku lakukan agar ayah luluh?." Lanjut lagi Ares sengaja, dengan wajah memelas.


"Stop stop! Ares jangan panggil aku ayah, melihat kau seperti ini seperti bukan Ares Leonardgo yang ku kenal!." Potong Ishak. "Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu mengambil putriku, Ben kau dengar itu juga?."


"Dengar." Lirih Ben, jika ada yang bertanya jawab saja, walaupun seketika Ares menatap tajam ke arah Ben.


"Ayo bu kita pulang!." Ishak meriah tangan Maya setelahnya berlalu pergi dari sana tanpa menunggu Ares bicara. "Permisi."


Ares melongo mendapati itu, baru pertama kali ia ditolak mentah-mentah mungkin para orang tua di luaran sana berbondong-bondong ingin menjadikannya sebagai mantu. Namun lain hal dengan Ishak karena mereka memang memiliki masalah.


"Kekuasaan dan hartamu tidak mempan untuk meluluhkan nya bro." Ujar Ben terkekeh seraya berjalan ke arah Ares yang terduduk pasrah. "Lucu sekali."


"Diamlah!." Kesal Ares. "Ini bukan seberapa untukku, baru permulaan Ben."


"Hahaha oke-oke aku percaya padamu."


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2