Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 66


__ADS_3

Di ruang keluarga..


Benar saja Ishak duduk di kursi berhadapan dengan televisi besar, ia menyalakannya menekan remot untuk mencari acara tv yang dimaksud.


Nao yang menyusul ikut duduk bersama ayahnya itu, benar saja pada layar televisi terlihat pertandingan internasional sedang berlangsung, tak sesekali Ares disorot camera melainkan berkali-kali karena keterampilannya yang menonjol.


"Walaupun Ares atlet idola ayah kamu jangan berpikir jika ayah akan merestui kalian, itu beda lagi!." Tegas Ishak. "Dan syukurlah kalian sekarang sudah berakhir, awas saja jika balikan."


Nao menghela nafas panjang. "Ya mungkin aku dan Ares tidak mungkin bersama lagi, tapi apa ayah bisa mulai menerima kenyataan memulai hubungan baik dengan papa Agam? ini juga demi Lucy dan diriku juga semuanya."


Ishak menatap intens putrinya itu. "Kau menyepelekan rasa sakit yang ayah rasakan??."


"Tidak, hanya saja jika terus seperti ini banyak yang jadi korban yah." Timpal Nao. "Tak ada salahnya juga jika kita hidup berdampingan satu sama lain. beri waktu juga buat mama untuk bebas menemui Lucy."


"Ayah senang kau kesini tapi kau juga membangkitkan rasa sakit yang tak mau ayah bahas Nao." Lirih Ishak seraya memijit pusing keningnya.


Dirasa bukan waktu yang pas Nao menghela nafas berat. "Oke kau memang butuh istirahat yah, tapi semua perkataanku tolong dipikirkan."


Ishak diam tak menjawab matanya fokus pada layar televisi.


Nao sendiri menatap mantan kekasihnya yang lagi dan lagi mencetak poin, tampak Ares memiliki fans yang cukup banyak terutama dari kalangan wanita.


Ketampanan dan skillnya itu mampu membuat mereka oleng bahkan lupa untuk mendukung tim negaranya sendiri.

__ADS_1


"Ya bagus!!!." Sorak Ishak heboh. "Lompatan itu memang identik dengannya."


Nao hanya menggelengkan kepala namun ia juga mengakui kehebatan Ares yang memang luar biasa itu.


Hingga pada set 5 Ares melakukan spike, bola kembali mencetak poin namun...


"Aaaarrgh!." Pekik Ishak saat Ares terjatuh karena lompatan tinggi hingga kakinya nyangkut pada jaring, otomatis yang jatuh duluan punggungnya.


Ares merasakan sakit yang luar biasa ditambah bekas luka tikaman itu terasa kembali, orang-orang yang menyaksikan secara langsung seketika heboh tat kala melihat darah yang keluar dari punggung Ares.


Nao yang melihat tentunya panik, perasaan wanita itu tak menentu.


"Haish pasti lukanya..." Lirih Ishak menyayangkan, ia kembali merasa murka dengan tindakan Angel.


Karena hal itu pertandingan pun dilanjutkan tanpa Ares, namun untungnya walaupun tanpa sang kapten tim berhasil mengalahkan lawan dan berlanjut untuk babak selanjutnya yaitu 4 hari yang akan datang.


Diliriknya Nao tampak khawatir. "Khawatirkan Ares sebagai kakakmu saja bukan sebagai pria yang kau cintai!."


Nao hanya diam dengan wajah ditekuk. "Aku tidak mengkhawatirkannya kok!."


.


.

__ADS_1


Jepang


Di sebuah hotel.


Dokter berlalu pergi setelah mengobati luka bekas tikaman pada punggung Ares yang kambuh, kini tubuhnya dibungkus perban lagi.


Coach menatap cemas pada anak didiknya itu. "Apa ini tidak akan beresiko Ares?."


"Jangan khawatir, aku tak ikut serta main itu akan lebih beresiko bukan?." Timpal Ares.


"Oke baiklah gunakan waktu luang ini untuk pemulihan sebelum kembali bertanding."


"Ya."


Coach dan beberapa rekan atlet yang lain pun keluar, membiarkan Ares untuk istirahat.


Dengan perlahan Ares bersandar pada kursi, disentuhnya perlahan luka itu. "Ck! ternyata bukan cuma jiwaku yang terluka."


Ares meriah handphone yang dari kemarin tak tersentuh karena ia sibuk, tampak banyak notifikasi salah satunya dari Nao ada beberapa panggilan tak terjawab.


Seolah sudah dapat menduga penyebab Nao menghubungi, Ares menarik sudut bibirnya. Rasa benci dan cinta bercampur aduk jadi satu. "Apa kau merindukanku itik?."


Ares menatap beberapa foto Nao yang tersimpan, kini rasa benci itu dominan dengan rasa cinta. Tak seharusnya Nao mengakhiri hubungan mereka dengan cepat, tanpa bicara terlebih dahulu dengan Ares. "Oh damn it! wanita satu ini memang benar-benar membuatku tersiksa!."

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2