Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 67


__ADS_3

Setelah satu malam menginap di rumah Ishak, Nao pamit ia juga hari ini akan langsung pergi menuju kampusnya.


"Berapa lama lagi hingga kamu lulus?." Tanya Ishak sebelum Nao masuk ke dalam mobil.


"Sekitar 1 bulan lebihan aku wisuda."


"Masa depan masih panjang kamu harus fokus, bila perlu tinggal di sini bareng ayah kamu juga bisa mengelola bisnis catering yang ayah punya." Ujar Ishak. "Di rumah Agam kau pasti akan sering bertemu dengan bujang France itu!."


"Haish." Nao menghela nafas berat. "Kita juga sudah berakhir yah bisa lupakan itu? sekarang ayah pikirkan perkataanku semalam cepat berdamai dengan keadaan agar semuanya tak ada lagi yang terbebani."


"Ya! agar ayah merestui hubungan kalian juga bukan?." Potong Ishak. "Sudah ayah tebak."


Nao terdiam dengan wajah ditekuk. "Itu bonus jika kejadian."


"Tidak! tidak! gak bakal." Lanjut Ishak tegas.


"Terserah ayah saja." Lelah Nao, ia pun pamit pada adik kecilnya.


"Kalau ada apa-apa curhat sama kakak ya, kakak pamit dulu."


Lucy mengangguk, mereka pun berpelukan.


"See you."


"Ya see you hati-hati."


Nao masuk mobil menancap gas meninggalkan pelataran rumah ayahnya, Ishak dan Lucy menatap kepergian Nao hingga hilang dari pandangan.


"Kita berangkat juga." Ujar Ishak pada Lucy, ia akan mengantar putri bungsunya itu sekolah sekaligus langsung bekerja.

__ADS_1


.


Koridor kampus


Nao berjalan menuju kelasnya, tampak ia fokus pada handphone, Nao melihat status Ares yang meng-upload sebuah foto hanya gandengan saja tanpa terlihat wajah dan tubuh. Ia memicingkan matanya. "Ini tangan pria angkuh itu, lantas tangan wanita ini siapa?."


Langkah Nao terhenti, seketika ada rasa sakit dalam hatinya pikiran Nao menerawang kemana-mana.


Jika dipikir-pikir setelah mereka putus banyak sekali yang berubah pada diri Ares, ia juga kembali merokok kemungkinan wanita yang digenggam pada statusnya itu kekasih baru Ares yang ditemukan di Jepang.


Nao sendiri juga tahu jika Ares dulunya bagaimana, saat bertemu dengannya Ares berhenti main wanita dan mungkin karena kini mereka tak menjalin hubungan lagi Ares menginginkan kebebasan itu kembali.


Nao meremas rambutnya kesal. "Aaargh sial! mencintaiku rupanya bohong beberapa hari di sana saja kau sudah bersama yang lain Leonardgo!."


Setelah dipikir-pikir Nao juga tak bisa berbuat apa-apa, di sini dia yang mengakhiri hubungan, bukankah terlalu menyakiti Ares? lantas kenapa barusan marah? dia tak ada hak untuk itu.


Perlahan Nao mengatur nafas agar bisa tenang. "Bukan masalah, seperti katamu dia bukan urusanku lagi Nao, Ares juga berhak bahagia."


Nao tak terkejut saat Anna tiba merangkulnya, wajah cantiknya itu tampak hilang semangat. "An..."


"Ya katakan? apa ada sesuatu padahal ini masih pagi sekali, kenapa wajahmu begitu?."


"Carikan aku sugar daddy saja lah."


Anna menjitak pelan kening Nao berusaha menyadarkan. "Kau ini kesambet atau apa ha?."


"Lupakan." Nao merubah wajahnya, kembali ceria seperti tadi.


Anna terdiam ia tahu jika hubungan sahabatnya dengan Ares sudah berakhir, Andrew yang memberitahunya. "Jadi itu benar Na? kalian putus?."

__ADS_1


"Ya begitulah An aku harus melakukannya takut mama cerai."


"Tahu alasan utama tante?."


"Tahu, karena ayahku."


"Sudah mencari solusi bersama Ares? tanpa harus mengorbankan hubungan kalian?." Tanya Anna lagi serius.


Nao menggeleng. "Tidak, aku langsung mengakhirinya karena ini benar-benar ditentang, Ares kini begitu membenciku kita bisa dikatakan saling membenci An."


Anna menghela nafas berat, ia tahu cukup sulit dalam posisi Nao yang dimana ayahnya juga Sarah belum berdamai dengan masa lalu mereka.


"Kau memang butuh waktu Na tapi jujur mengakhiri hubungan kalian secepat itu kurang tepat, mau tak marah bagaimana Ares coba."


"Tapi aku juga tidak tahu kondisi mental mu saat ini, jika dengan mengakhirinya kamu bisa lega lakukan saja, jika ditakdirkan bersama kalian pasti bertemu kembali kan." Lanjut Anna yang sebenarnya menyayangkan. "Apa setelah hubungan berakhir, kau lega?."


"Haish! tetap saja tidak, hubungan kita jadi renggang."


"Sepertinya kalian memang butuh waktu." Anna menepuk punggung sahabatnya menenangkan.


"Saat ini aku mengesampingkan perasaanku An, aku ingin hubungan papa Agam juga ayah baik dulu. Rumit sekali rasanya." Lirih Nao.


"Setelah semua itu terjadi apa kalian akan balikan?." Antusias Anna.


Nao cemberut wajah cantiknya ditekuk. "Tidak! buat apa? aku akan mencari pria yang lebih baik dari Ares! dia sendiri sudah memamerkan wanita barunya lagi padahal kita belum lama berpisah, haish!."


"Jika Ares bisa kenapa aku enggak?." Timpal Nao penuh penekanan.


.

__ADS_1


TBC


Ingat tinggalkan jejaknya ya! mood thornim naik karena dukungan kalian juga..🤗


__ADS_2