Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 76


__ADS_3

Si bibi menatap kepergian majikannya yang ada urusan menghadiri acara penting, amanat Sarah masih terbayang-bayang.


"Memangnya di sini ada pasangan?." Gumam si bibi mengingat-ingat, setahunya hanya ada anak majikan saja. "Ah mungkin jika mereka membawa kekasih ke sini."


Saat mencium sesuatu dari dapur, kepala pelayan itu berjalan ke sana. "Eh tuan?."


"Bi tolong lanjutkan bakar ikan ini, saya mau membersihkan diri." Ujar Ares yang diangguki si bibi.


"Siap, bibi selesaikan."


Ares membasuh tangannya, pria tampan itu melangkah menuju kamarnya yang sudah lama ditinggalkan.


Sementara Nao dan Anna asyik mengobrol sesekali diiringi gelak tawa, keduanya duduk di atas balkon menikmati indahnya malam dengan beberapa cemilan di atas meja.


"Aku dibuat bingung dengan sikap Ares An." Mulai Nao menceritakan semuanya. "Tapi tak masalah juga, aku akan membiarkannya mengalir seperti air saja."


"Tapi jika melihat effort Ares hingga berani datang pada om Ishak, kurasa dia tak main-main Na." Lanjut Anna yakin.


Nao mengangkat bahunya. "Entahlah." Pipi Nao merona mengingat ciuman mereka tadi pagi saat di apartemen. "Haish..."


Trek!


Dua wanita cantik itu menoleh saat pagar balkon dilempar sesuatu.


"Apa itu Na?." Anna yang penakut bulu kuduknya seketika berdiri.


Nao tampak santai setelah mengetahui sesuatu. "Yang jelas bukan hantu An."


"Aku serius kau ini!." Timpal Anna.


Trek!


Pagar balkon di lempar batu kembali, Anna yang menyadari langsung berdiri melihat siapa pelempar-nya. Tampak dari bawah Andrew tersenyum. "Come on baby." Ujarnya memberi kode pada Anna untuk turun.

__ADS_1


Anna menggelengkan kepala. "Lewat handphone saja."


Andrew cemberut tak suka dengan jawaban Anna.


Nao yang melihat hanya cengengesan. "Tak apa temui saja kakak ipar, mama sama papa gak ada di rumah mumpung kak Andrew di rumah ini."


"Aku menginap untuk menemanimu Naomy." Potong Anna.


"Dia kekasihmu aku tak suka kak Andrew terabaikan karena ku." Balas Nao sengaja.


"Haish kau ini." Anna mencolek hidung sahabatnya. "Oke aku ke bawah."


"Ya bersenang-senanglah."


Anna melangkah keluar dari kamar Nao untuk menemui Andrew yang berada di halaman samping dekat kolam. Nao sendiri memilih ke dapur untuk mengambil minuman yang ditaruhnya di kulkas.


Setibanya di halaman Anna celingak-celinguk tidak menemukan keberadaan Andrew. "Bukankah dia tadi di sini?."


Greph!


"Mau kemana hmmm?." Bisik Andrew memeluk tubuh Anna dari belakang, wajah tampannya itu ia letakkan pada leher jenjang Anna.


Anna melihat sekeliling takut ada yang melihat. "Hey bagaimana jika ada yang melihat! lepaskan dulu."


"Kenapa kau berbohong kepadaku? katanya tak menginap lantas ini apa sayang?." Lanjut Andrew yang merajuk, ia singkapkan rambut panjang Anna ke samping. Dikecupnya punggung mulus itu, membuat Anna memejamkan mata akan sensasinya.


"Tidur di kamarku ya..." Pinta Andrew dengan suara berat.


Anna menghela nafas kasar, ia balik badan menghadap kekasihnya itu.


Mata keduanya saling tatap.


"Aku nginap di sini bukan untuk menemani mmmmh!?.."

__ADS_1


Belum sempat Anna menyelesaikan ucapan, bibirnya sudah dilahap bibir Andrew dengan rakus. Anna tak bisa berontak punggungnya saja sudah ditahan oleh tangan kekar pria itu untuk memperdalam ciuman tanpa celah.


Setelah puas mencumbu, Andrew menempelkan keningnya pada Anna yang masih terengah-engah.


"Ini kediaman Leonardgo tidak mungkin aku tidur di kamarmu, yang benar saja." Potong Anna.


Andrew cemberut ia berharap mama dan papanya tidak pulang malam ini. "Oke, temani aku di sini hingga nanti sayang, jika mama papa pulang kamu boleh tidur bersama Nao namun jika tidak aku akan mengurung-mu di kamarku."


Anna menyunggingkan senyum tipis. "Tuan pemaksa!."


"I don't care."


Andrew menuntun Anna untuk duduk, dengan posisi itu keduanya kembali saling cumbu mengutarakan perasaan masing-masing yang menggebu. Andrew tak pernah melonggarkan pelukannya pada wanita yang dicintainya itu.


Nao yang hendak berenang malam, seketika mengurungkan niat tat kala memergoki Anna dan Andrew, ia mundur beberapa langkah. "Ups! sepertinya aku akan mengganggu mereka jika berenang."


Nao terus mundur hingga....


Jduk!


Wanita cantik itu mematung saat tubuhnya menabrak sesuatu, ia pun perlahan menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya Nao saat mendapati Ares yang hanya mengenakan celana pendek berdiri di hadapannya. "Kak!? sejak kapan kau di sini?."


Ares tak menjawab, ia yang hendak berenang malam juga mengurungkan niat setelah mengikuti pandangan Nao. "Kita cari tempat kita sendiri."


Nao terkejut saat pria itu menarik tangannya masuk ke dalam. "Memang ada kolam lain selain kolam di halaman samping?."


"Bathub di kamarku itik."


"Ha!???." Panik Nao.


.


TBC

__ADS_1


Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗


__ADS_2