Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 60


__ADS_3

Malam hari..


"Pulang sayang?." Sapa Sarah kepada Nao yang tiba dari kantor.


Nao hanya tersenyum sekilas saat ini ia tak mau banyak bicara dengan mamanya, setelah itu Nao naik tangga masuk kamar untuk istirahat karena hari ini benar-benar melelahkan.


Sarah terdiam ada rasa bersalah dalam hatinya membuat hubungan mereka berakhir, tapi ia tak bisa apa. "Akan semakin rumit jika kalian bersama, maafkan mama Nao."


Tring!


Dalam waktu bersamaan sebuah pesan masuk pada handphone Sarah, wanita paruh baya itu melihatnya.


"Aku akan ke sana kita perlu bicara, mama." Pesan singkat dari Ares.


Sarah menghela nafas berat, ini mungkin waktunya untuk curcol kepada Ares mengenai hubungan mereka ke depan nanti. "Baiklah."


Selang 20 menit..


Nao keluar dari kamar mandi ia mengenakan baju tidur dengan rambut basahnya, diambilnya hair dryer untuk mengeringkan rambut indah itu.


Tak berselang lama Nao menoleh ke arah balkon saat mendengar banyak sekali suara pria dari halaman depan, wanita cantik itu mengerutkan kening seraya berdiri untuk melihat. "Apa teman kak Andrew?."


Ternyata diluar dugaan Nao, mereka adalah atlet volly club Ares sekitar 6 orang, Ares sendiri ada di sana mengenakan Jersey untuk latihan di lapang khusus miliknya.


Mendapati tatapan Ares yang mengarah padanya, Nao segera sembunyi. "Dia kesini?."

__ADS_1


Perasaan sedih muncul kembali pada diri Nao, mengingat masa-masa indah mereka. "Lihat wajah cerianya yang angkuh itu Nao! buat apa kau bersedih? tidak malu kah? kau sendiri yang mengakhiri hubungan!."


Nao berdiri kembali mengibas-ibas tangan. "Lupakan! lupakan! apa peduli-mu."


Seberapa sering Nao menggubris tapi tetap saja hatinya tak bisa bohong.


Sementara dari halaman, Ares melirik sekilas ke arah kamar Nao setelahnya ia berlalu pergi menyusul yang lain masuk ke gedung olahraga.


Suara ricuh mereka yang berlatih dari gedung terdengar ke seluruh penjuru mansion.


"Bro apa lukamu tak masalah?." Tanya Alex salah satu teman atlet Ares, ia sedikit khawatir saat Ares memperbaiki perban yang menutupi punggungnya.


"Kau tahu tubuhku kebal, jangan khawatir ini hanya tersisa rasa ngilu saja." Balas Ares kembali berlatih.


"Oke."


"Dia datang dengan atlet yang lain sekaligus ingin bertemu denganku." Balas Sarah. "Ada banyak hal juga yang ingin ku sampaikan padanya."


Raut wajah Agam berubah. "Ya, kalian perlu bicara dan jangan terlalu keras pada Ares maupun dirimu sendiri."


Tidak ada jawaban dari Sarah ia keluar berlalu meninggalkan ruang kerja suaminya.


Sekitar 30 menit berlalu..


Ares yang ngos-ngosan dengan tubuh dipenuhi keringat berhenti untuk istirahat. Setelahnya Ares keluar dari gedung olahraga menuju halaman samping, tampak di sana sudah ada Sarah duduk menunggunya.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu menyapa dengan senyuman. " Duduklah."


Kini keduanya duduk berhadapan.


"Apa lukamu tak masalah untuk mengikuti kompetisi yang panjang ini?." Mulai Sarah.


"Tak usah khawatir." Balas singkat Ares. "Langsung saja ma, aku ingin tahu ketakutan juga alasanmu menentang hubungan kami?." Dinginnya serius.


Sebelum berucap Sarah menghela nafas panjang. "Ares jujur mama merasa tak nyaman dengan kondisi keluarga kita saat ini, begitupun melihat kalian berdua."


"Oke mama mengijinkan kalian berdua, tapi Ares alasan utama mama menentang yaitu Ishak ayah Nao. Ini kembali padamu walaupun mama merasa mustahil tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini."


"Dapatkan hati Ishak jika kau benar-benar mencintai putri mama, jika Ishak luluh dan dengan Agam juga akur silahkan lanjut hubungan kalian. Namun jika tidak, mama tetap akan menentang." Lanjut Sarah mengeluarkan isi hatinya, ia juga tak boleh egois demi kebahagiaan putrinya.


Ares mengerutkan kening. "Kenapa? ada apa dengan Ishak?."


"Ini masa lalu mama, kita bercerai karena mama memilih ayahmu dan tentu saja dia murka." Sarah tak melanjutkan ucapan ia diam sejenak menahan air mata agar tak jatuh.


"Papamu mengambil mama darinya dan sekarang kau juga sebagai putra Agam akan mengambil Nao dari Ishak." Lanjut Sarah serius ia sudah tahu bagaimana mantan suaminya itu. "Sudah dapat ditebak bukan?."


"Ishak begitu menyayangi Nao, jika mau serius luluhkan dulu hatinya." Jelas Sarah. "Untuk saat ini mama tetap masih menentang kalian berdua!."


Ares tersenyum menyeringai, entah apa yang dipikirkannya saat ini.


.

__ADS_1


TBC


Ayo tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan!🤗


__ADS_2