Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 81


__ADS_3

Nao tak mau ambil pusing ia juga memang alergi bunga. "Untuk memastikan sepertinya aku harus beli tespack."


"Kenapa wajahmu merah begitu?." Tanya Anna saat Nao kembali dari kamar mandi.


Nao tampak masih tak tenang efek muntah tadi. "Bukan apa-apa An, bisakah kita mengambil foto dengan bunga di letakkan saja?."


Anna menepuk jidatnya. "Ya tuhan iya toh kau sendiri alergi, sorry Na lupa."


"Tak apa its okay."


Sebelum pulang mereka mengabadikan momen itu bersama teman-teman yang lain.


"Aku pulang duluan ya An sebentar lagi malam." Ujar Nao seraya masuk mobil.


"Oke hati-hati Na."


"Ya, kau juga."


Nao pun menancap gas mobilnya membelah jalanan raya untuk pulang.


Di tengah perjalanan ada rasa panik dalam diri Nao, bagaimana jika benar ia hamil? sedangkan situasi saat ini tidak mendukung apalagi Ishak, sudah terbayang reaksinya bagaimana.


"Ah kurasa bukan." Timpal Nao yang tak sepenuhnya merasakan tanda-tanda kehamilan, namun walaupun begitu ia akan tetap mengeceknya untuk memastikan.


.


Airoo Company


"Bagaimana sidang skripsi Nao?." Tanya Ares pada Ben.


"Sebentar." Ben langsung melihat laporan anak buahnya yang mengawasi setiap gerak-gerik Nao di kampus.


"Dia lulus berhasil dengan gelar cumlaude."


Sudut bibir Ares terangkat, pria tampan itu merasa bangga.


"Namun katanya Nao terlihat tak enak badan melihat wajah dia yang merah, bunga yang kau kirim juga tak tersentuh, Nao hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca hampir menangis." Lanjut Ben.

__ADS_1


Ares mengerutkan kening. "Apa bunga kirimanku kurang banyak? berani sekali dia tak menyentuhnya."


"Kurasa Nao tak tahu jika itu bunga darimu, jadi ia enggan menyentuhnya." Balas Ben menyimpulkan.


"Lantas kenapa dia hampir menangis? apa karena aku tidak datang?." Ujar Ares dengan percaya diri.


"Bisa jadi!."


"Seperti ada yang aneh." Gumam Ares, namun ia akan datang dengan membawa bunga-bunga yang banyak.


Sementara itu.


Nao mampir di apotek ia langsung membeli 5 tespack sekaligus dengan jenis yang berbeda. Setelahnya Nao masuk kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang.


Sesampainya di rumah Nao disambut oleh Sarah dan Agam juga Andrew, mereka mengucapkan selamat karena kini Naomy lulus. Banyak yang dibeli oleh Sarah untuk putrinya namun di sana tidak ada bunga, karena Sarah tahu.


"Thanks you very much, semuanya." Ujar Nao sungkan.


"Your welcome."


Di liriknya sekeliling rumah, namun Ares tidak ada di sana. Mendapati itu Nao tak mau ambil pusing.


Sekitar 10 menit..


Nao keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat hasilnya menggenggam alat kecil itu dengan perasaan yang tak bisa diartikan.


Dalam waktu bersamaan tiba-tiba Nao dikejutkan dengan handphonenya yang berdering.


Tampak Ishak menghubungi.


"Iya yah ada apa?."


"Ayah ingin bertemu datanglah ke sini." Balasnya dari seberang sana.


"Aku tidak mau jika ayah hanya akan mengoceh tentang Ares." Timpal Nao.


"Kau ini datang saja, ayah tidak akan membicarakan bujang Francis itu."

__ADS_1


Nao diam sejenak. "Ya ya aku siap-siap dulu."


Setelah siap-siap Nao pamit pada Sarah, mungkin ada hal penting yang ingin Ishak bicarakan.


Ares yang kebetulan akan menepi, tiba-tiba melihat mobil Nao keluar. Sontak saja pria tampan itu putar arah untuk menyusulnya. "Mau kemana anak ini malam-malam!?."


Nao menyadari Ares mengikutinya, dan ia sengaja membiarkan itu.


Hingga tak terasa, setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di kota B sekitar jam 8 malam.


"Kemari!." Sebelum masuk ke dalam rumah Ishak, Ares menarik tangan Nao ke tempat yang sepi. "Kenapa kau tak membalas pesanku?."


"Kita tak memiliki hubungan bukan? kakak angkuh? tidak semua kegiatanku kau harus mengetahuinya." Sengaja Nao. "Sudahlah ayo kita masuk."


"Cih awas saja itik..." Lirih Ares seraya menyusul Nao.


Ishak menyambut kedatangan putrinya itu, dipeluknya Nao. "Ini ada beberapa hadiah untukmu, selamat anak ayah sudah lulus."


"Thanks you so much ayah." Excited Nao melihat hadiah yang disukainya.


Raut wajah Ishak seketika berubah melihat Ares muncul. "Kau!?."


Ares mengembangkan senyum manisnya seraya memberi salam. "Hallo ayah aku juga datang lagi."


Ishak melirik Nao, sementara Nao hanya mengangkat bahu, namun jujur dalam hati Nao ia merasa senang.


"Ya ya terserah kau saja." Timpal Ishak pasrah walaupun kesal. "Tapi untuk mengajarimu budidaya ikan ini sudah malam Ares."


"Pemahamannya saja." Lanjut Ares.


"Nao!????." Ujar seorang lelaki muncul dari dalam rumah, mereka menoleh termasuk Ares saat wanita yang dicintainya dipanggil seseorang.


"Daniel?."


Pria yang lumayan tampan itu menghampiri Nao, ditariknya Nao tanpa izin. Di hadapan Ishak juga Ares, Daniel memeluk tubuh Nao dengan erat melepas kerinduan.


Ares menggertakan rahangnya, tangan kekar pria itu gatal ingin memberi pelajaran.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2