
Ishak dapat melihat reaksi Ares bagaimana.
Jika Ares pukul pria yang bernama Daniel itu tentu saja namanya akan buruk di mata Ishak, juga Nao tak suka karena itu kekerasan.
"Sudah lama sekali Nao, kau semakin cantik saja. Jari manis mu mau model cincin bagaimana? tinggal bilang saja padaku." Sungkan Daniel yang jika Nao bersedia, sekarang juga ia akan melamarnya.
"Ah itu...."
Mata Daniel bertemu dengan Ares, Daniel terdiam tat kala melihat sorot mata tajam seolah ingin mengiris-nya.
"Lepas!." Dingin Ares.
Nao yang tak nyaman melepaskan diri dari dekapan Daniel.
Ishak tak bisa berkata apa-apa, Daniel merupakan putra dari sahabat Ishak yang mereka rencanakan untuk dijodohkan dengan Nao saat besar nanti.
Daniel langsung jatuh hati dengan Nao dari sejak kecil dan sering main ke rumah itu saat Nao masih duduk di bangku SMP.
Sayangnya Nao tak memiliki perasaan yang sama dengan Daniel, Ishak sendiri tak memaksa karena itu pilihan putrinya, sebagai ganti Daniel boleh datang ke rumah itu sesukanya hanya untuk bertemu dengan Nao seperti malam ini.
"Ares ikut om kita mengobrol di dalam." Ujar Ishak yang tak mau membuat suasana di sana tegang.
Ares masih menatap tajam pada Daniel. "Jangan menyentuh adikku lagi!."
Daniel mengerutkan keningnya. "Nao dia ini siapa!?." Namun seketika Daniel teringat. "Ah kau Ares Leonardgo itu kan?."
"Ck!." Decak Ares.
Ishak membawa masuk Ares ke dalam. "Biarkan saja, dia bukan siapa-siapa jangan sampai ada keributan!." Ujar Ishak setelah berada di dalam rumah.
__ADS_1
"Dibiarkan bagaimana ayah? aku tentu cemburu!." Timpal Ares yang ingin keluar kembali tak terima Nao mengobrol dengan Daniel.
"Heh heh!." Ishak menahan Ares. "Nao juga bukan siapa-siapa kamu kan?."
"Sudah tentu masa depanku ayah." Potong Ares.
Ishak menepuk jidatnya. "Sudah, yang jelas dia putriku!."
Ares hanya bisa menggerutu mencoba menahan amarahnya dan kembali tenang.
"Putriku berhak memilih pasangannya sendiri."
Mendengar itu ada rasa takut dalam diri Ares, takut jika hati Nao berpaling setelah semua apa yang terjadi pada hubungan mereka.
"Sekarang ayo kita ke belakang dan lihat ikan lagi." Ajak Ishak berjalan duluan.
Ares juga merasa Nao tak akan jatuh cinta pada Daniel, bukankah ia lebih dari segalanya?.
Angkuh sekali memang tapi itu kenyataannya.
"Ngomong-ngomong..." Ujar Daniel seraya melirik ke dalam rumah sekilas. "Pria itu kakak tirimu kan?."
Nao langsung menganggukinya. "Ya, Ares kakakku."
"Tapi reaksi macam apa tadi? dia seolah tak terima jika aku menyentuhmu." Lanjut Daniel.
Tampak wanita cantik itu menghela nafas panjang menutupi sesuatu. "Dia memang begitu kok."
Walaupun terasa mencurigakan Daniel memilih untuk tak menggubrisnya.
__ADS_1
"Aku benar-benar merindukanmu, kau kini berbeda sekali. Bisakah mencoba buka hati untukku?." Lirih Daniel dengan lembut, yang entah sudah berapa kali ia mengatakan itu setiap bertemu Nao.
Nao tersenyum seraya menggeleng. "Tidak, kau sudah seperti kakak bagiku banyak yang mencintaimu di luaran sana Daniel, aku juga sudah menempatkan hati pada seseorang.."
Hati Daniel kembali sakit namun itu sudah biasa dan ia tak bisa berbuat apa. "Jangan bilang kau masih memiliki hubungan dengan Aiden Na!?."
"No!." Bantah Nao. "Bukan, bukan lelaki brengsek itu, aku belum bisa mengatakannya sekarang nanti juga kau akan tahu."
"Aku masih tak ikhlas." Lirih Daniel meraih tangan Nao lalu menggenggamnya.
Nao mau menepisnya namun ia merasa tak tega, toh Ares juga tak melihat, jika melihat pun Nao tak memiliki perasaan terhadap Daniel.
DOOONGGGG!!!
Nao dan Daniel terhenyak saat mendengar gong yang mendengung begitu nyaring dari belakang rumah.
Tampak Ares memukulnya dengan keras, ia yang sedang mengelilingi kolam ikan dapat melihat interaksi mereka dari belakang sana.
Karena di dekat kolam ada gong bekas Ishak meresmikan restoran juga acara-acara penting lain, Ares langsung memukulnya tak terima tangan Nao digenggam begitu saja.
"Kau ingin om jantungan ha????." Sewot Ishak yang mengelus dada berkali-kali karena terkejut.
Wajah tampan itu tampak tak bergairah. "Awas saja kau itik setelah hubungan kita resmi tidak ada kata ampun kau harus membalasnya!." Batin Ares yang rasanya ingin menggoreng Daniel sekarang juga. "Dasar ikan sapu-sapu!."
.
TBC
Ayo jejaknya tinggalkan ya like di setiap episode, juga ketik komentar positifnya untuk membuat semangat thornim naik..🤗
__ADS_1