Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 106


__ADS_3

Nao tak tahan jika gerakan yoga yang Ares maksud seperti ini, nafas keduanya sama-sama berat karena hasrat yang sudah membara.


"Apa jika sudah seperti ini kau akan tahan baby?." Bisik Ares menj*lat leher jenjang Nao, diraihnya wajah cantik itu agar menghadap.


Ciuman panas tak bisa dihindari lagi, keduanya bercumbu saling mel*mat satu sama lain bibir atas dan bawah bergantian. Tubuh Nao tegang dengan tangan kekar Ares yang sudah mer*mas gundukan kencangnya, menyentuh lembut titik sensitif di sana.


"Kau tidak membiarkanku lepas Ares." Lirih Nao meremas kuat rambut pria tampan itu.


"Tak akan pernah." Balas Ares seraya kembali mencium rakus bibir sexy Nao, tangan kekarnya yang semula bergerilya pada area dada kini mulai turun perlahan menyentuh inti dari kenikmatan dunia.


Nao menggigit bibir bawahnya saat Ares bermain lihai dengan jarinya.


"Tubuhmu juga sudah berkeringat itik, kita lanjutkan karena sudah tanggung." Lirih Ares dengan tatapan matanya yang sudah siap untuk melakukan lebih.


Nao yang beranggapan malam ini tidak akan melakukannya ternyata salah, mereka tidak ada yang bisa menolak satu sama lain, sama-sama ingin, sama-sama liar.


Tanpa melepas cumbuan panas Ares mengangkat tubuh Nao ke atas ranjang, ditindihnya tubuh indah itu.


Kulit mereka yang bersentuhan bagaikan tersengat aliran listrik, darahnya terasa berdesir. Setelah menikah rasanya terasa berbeda sekali mendebarkan luar biasa.


Kini tubuh keduanya sama-sama sudah telanjang, Nao yang ditatap lekat oleh Ares langsung merona.


Perubahan tubuh Nao membuat Ares terdiam kagum, sangat sexy juga auranya yang terpancar karena perubahan hormon kehamilan. "Jangan salahkan aku jika terus melakukannya itik."


"What?."

__ADS_1


Ares mencium tubuh indah yang mulus itu dari ujung kaki, semakin naik ke atas hingga area paha ditatapnya mahkota indah Nao yang mulus tanpa cela apapun.


Cup!..


"Aresssh!.." Nao memejamkan mata saat miliknya mendapat cumbuan nakal yang membuat tubuhnya bergetar hingga mengeluarkan sesuatu yang basah.


Ares tersenyum puas, ia semakin naik ke atas menciumi perut yang masih rata itu. "Papa tak akan mengganggumu, papa hanya akan memperkuat keberadaanmu untuk dapat lahir ke dunia sayang."


Kini manik Nao dan Ares bertemu, tatapan itu tak bisa diartikan hanya mereka yang tahu.


"Apa boleh?." Lirih Ares dengan lembut.


"Aku istrimu dan sudah ditelanjangi seperti ini, kalaupun aku menolak apa kau akan melepaskannya?."


Ares menggeleng. "Tentu tidak."


Diciumnya seluruh wajah cantik Nao, tangan Ares tak tinggal diam bermain nakal pada dada montok yang menggoda itu.


Nao meremas kuat punggung kekar Ares tat kala ia menggesekan miliknya di bawah sana dengan nakal. "Eunghh!.."


Dengan perlahan Ares melakukan tugasnya sebagai seorang suami, memacu dengan lembut hingga ritme yang membuat keduanya mend*sah penuh kenikmatan.


Nao sangat menjaga dan merawat miliknya dan tentu saja Ares dibuat gila akan itu.


"P-pelan-pelan aahh!..." Erang Nao saat tubuhnya terguncang.

__ADS_1


Sudut bibir Ares terangkat, namun ia malah semakin liar tak membiarkan Nao lolos dari pacuannya.


"A-aku tak bisa berhenti baby aahh mmh!!.." Lenguh Ares semakin memacu, ia mencumbu rakus bak bayi kehausan pada dua gundukan montok Nao yang ikut naik turun.


"Aresshhh!." Erang Nao.


"A-aaaahh!!!..." Lenguh keduanya bersamaan saat mencapai puncak.


Nao terengah-engah, Ares dapat merasakan miliknya dibawah sana bak dipijit. Semua cairannya ia tumpahkan di dalam.


Cup cup cup cup cup!.


Tak ada satu inci pun tubuh Nao yang tak terjamah. "I love baby.."


"I love you too." Balas Nao dengan tatapan beratnya.


Diangkatnya tubuh molek Nao untuk ganti posisi, Ares benar-benar liar juga Nao yang tak bisa tahan dengan sentuhannya.


Bukan hanya sekali mereka melakukannya, tetapi berkali-kali dengan gaya yang berbeda, peluh-peluh sudah membasahi tubuh mereka, malam yang dingin itu seketika menghangat juga menjadi saksi bagi sepasang suami istri yang sedang memadu kasih dengan gairah yang membara.


"A-aresssh aku...."


"Yes baby, lepaskan saja mmmh!..."


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2