Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 97


__ADS_3

Tak terasa pagi pun tiba..


Nao mengerjapkan mata saat sinar mentari masuk lewat celah jendela, tangan Ares masih melingkar pada perut rampingnya, nafas pria tampan itu masih terasa teratur juga mengenai lehernya.


Sudut mata Nao melirik Ares yang masih terlelap, wanita cantik itu tersenyum juga tersipu dalam waktu bersamaan, mereka tidur sama-sama telanjang dada. Ternyata yang diucapkan Ares benar ia tidak melakukan lebih namun tubuh Nao penuh dengan bekas ****** dimana-mana.


"Apa bedanya?." Batin Nao tak habis pikir.


Dengan perlahan Nao hendak meraih pakaiannya yang tergeletak di samping kanan, ia malu jika buah dadanya yang montok terekspos begitu saja, Ares yang kesenangan nanti.


"Mau kemana?." Lirih Ares dengan suara seraknya yang terdengar sexy, ia terbangun saat Nao menggerakkan tubuhnya untuk mengambil pakaian.


Ditutupnya dada yang polos itu. "Aku hanya mengambil bajuku, ayo bangunlah ini sebentar lagi jam 8 bukankah atlet yang lain akan datang?."


Dengan manja Ares menggelengkan kepala, ditariknya kembali baju yang menutupi gundukan kencang itu. "Kenapa ditutup aku tak suka."


"H-hey!." Nao terkejut saat Ares menindihnya mencumbu dan mer*mas lembut buah dadanya dengan nakal, Nao meremas kuat sprei saat Ares m*nghisapnya bak bayi kehausan.


Nao dapat merasakan di bawah sana milik Ares berdiri tegak sempurna, apalagi ini pagi hari tepatnya ia baru terbangun dan sudah disuguhkan dengan kemolekan tubuh indah Nao. Akankah Ares tahan? tatapan matanya saja sudah sayu ingin mengajak Nao mandi keringat di pagi hari.


"Ahh! jangan mainkan lidahnya, aku tak mau kau menyiksaku sedangkan kita tak akan melakukannya Ares." Bisik Nao mengingatkan.

__ADS_1


Cup! cup! cup! cup!


Sebelum mengakhiri aksi liarnya Ares menenggelamkan wajah tampannya di sana, mengecup berkali-kali hingga Nao kegelian juga nikmat dalam waktu bersamaan.


Melihat mahakaryanya yang sangat banyak Ares tersenyum puas, ia kini menutup dada montok itu dengan baju takut kebablasan. "Lihat saja nanti setelah kita menikah!."


"Haish." Nao sudah membayangkan kebrutalan Ares.


Ditatapnya lekat wajah cantik itu. "Dengar, selama aku di Jepang dan kasus ini belum diadili, jangan pernah keluar rumah sendirian."


Nao seketika teringat. "Jadi itu bukan kecelakaan murni!??, siapa pelakunya mau ku cincang!!."


Ares mengacak-acak rambut Nao. "Kau juga nanti akan tahu saat di pengadilan, papa dan anak buahnya sedang melakukan penangkapan itik."


"Bram ayah Tessa, bilang saja mereka berdua dalangnya." Balas Ares sambil mengecup bibir Nao.


Nao yang terkejut langsung mendorong Ares. "Ha!??? Tessa!."


"Hmmm, hanya karena aku tak membalas perasaannya dia sampai lupa kulit!." Balas Ares berang juga. "Maaf kau dalam masalah karena diriku."


"No no no! jangan bilang seperti itu." Timpal Nao. Ini bukan salah Ares hanya saja Tessa nya yang tak tahu diri. Nao geram ingin ia cakar wajah sok polos itu karena akibat kecelakaan itu ayah dan adiknya jadi korban. "Ulet keket!!."

__ADS_1


Saat Ares hendak melayangkan ciuman kembali, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk..


"Tuan teman-teman atlet sudah tiba, mereka menunggu di gedung olahraga." Ujar pak Ismail.


"Ck, padahal aku masih ingin di sini." Lirih Ares.


Nao terkekeh, ia khawatir jika sudah menikah nanti apa Ares akan mengurungnya terus-terusan di kamar?. "Sudah, cepat bersiap-siap untuk latihan."


Ares mendekatkan bibirnya. "Tidak akan pergi sebelum ini.."


Mendapati itu Nao menggelengkan kepalanya, namun ia tetap mencium bibir Ares dengan lembut.


Setelah puas berciuman Ares bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan tak lama ia keluar langsung melepaskan handuknya di hadapan Nao.


Mata Nao terbelalak saat melihat milik Ares, sementara Ares tampak tak peduli berpakaian di hadapan wanita yang dicintainya itu. "Ini namanya simulasi berumah tangga baby." Ujar Ares yang kini sudah mengenakan Jersey.


Dengan wajah merona Nao hanya menggelengkan kepala. "Ah pagi ku sudah panas begini ya tuhan."


Sudut bibir Ares terangkat, ia pun melangkah keluar dari kamarnya.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2