Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 43


__ADS_3

"Bagi tipsnya ya?." Tanya ulang Nao seraya duduk berhadapan dengan Tessa.


"Itu hanya becanda aku bisa sendiri." Potong Tessa dengan nada sedikit angkuh.


"Lantas buat apa anda datang ke sini?." Sedikit kesal Nao.


Tessa tampak menatap lekat kedua mata indah Nao. "Jujur saja matamu sedikit mirip dengan tato Ares, apa kalian memiliki hubungan terlarang?."


"Jauh sekali pikiranmu sudah tahu dia kakak tiriku, katakan saja ada apa datang kemari?." Nao tak mau privasinya diungkit-ungkit apalagi oleh si ulet keket ini.


"Ya benar sepertinya itu bukan matamu!." Tessa menepis asumsinya. "Nao aku butuh bantuanmu, kau sepertinya memang dekat dengan Ares tampak sekali dia sangat menyayangi kau."


Nao mengerutkan kening saat Tessa mengeluarkan perhiasan branded kepadanya. "Ini untukmu, kau harus membantu agar hubungan Ares denganku semakin dekat."


"Tak harus terburu-buru, sebutkan apa saja hal yang selalu disukainya aku akan pelan-pelan masuk lewat celah itu." Lanjut Tessa.


"Sorry aku tidak bisa menerima ini." Nao menolaknya. "Bukankah kau sudah tahu jika Ares sudah memiliki kekasih? kenapa berinisiatif untuk merebut lelaki orang!."


"Selama dia belum menunjukkan kekasihnya aku tak percaya jika Ares benar-benar mencintai wanita itu, dan ku rasa wanita yang menghabiskan malam di kamar pribadinya waktu itu hanya wanita malam bukan kekasihnya!." Jawab Tessa.

__ADS_1


Bibir Nao gatal saat disebut wanita malam. "Jangan bicara sembarangan aku sudah tahu kekasih kakakku nona Tessa."


Tessa membulatkan mata seolah tak percaya.


"Maka dari itu aku tak mau membantumu karena kakak sangat mencintainya, aku tak tega." Lanjut Nao dengan raut wajah memelas.


"Kalau begitu kau tinggal beritahu saja siapa wanita itu!." Timpal Tessa memaksa.


Tok tok tok!


Dalam waktu bersamaan tiba-tiba Ben masuk ke dalam. "Tessa kau ku cari-cari rupanya di sini, disiplin-lah dalam bekerja kau meninggalkan tugasmu dengan seenaknya!."


"Perhiasan itu ambil saja Nao." Ujar Tessa setelahnya berlalu pergi dari sana.


Nao menghela nafas berat. "Aku, aku kekasih pria bernama Ares itu Tessa."


Sebelum melanjutkan pekerjaan, Nao melirik handphonenya untuk membalas pesan Ares. Pipi Nao merona mengingat adegan panas semalam. "Sudah, lupakan!."


Menyadari Anna yang tak terlihat selama 3 hari membuat Nao kepikiran. "Kemana anak itu?."

__ADS_1


"Entahlah mungkin sedang bersama sugar daddy-nya."


.


Ruang direktur utama.


Agam yang baru selesai dengan meeting penting ia terkejut saat mendapat Andrew putra pertamanya mengakhiri hubungan dengan Airin.


Sarah sendiri tak habis pikir, bukankah mereka tampak begitu saling mencintai. "Kalian sudah tunangan, kenapa bisa seperti ini Andrew?."


Andrew menghela nafas berat. "Aku tak bisa melanjutkan ini walaupun semua orang sudah tahu, Airin mengkhianati-ku pah, sudah hampir 2 minggu aku menolak untuk bertemu dengannya."


Agam memijit pusing kening yang membuatnya harus berhadapan dengan para jajaran direksi perusahaan.


"Jangan menjodohkanku lagi pah walaupun memang aku pernah mencintainya, begitu pun terhadap Ares biarkan dia menikahi wanita yang dicintai sesuai pilihan sendiri." Lanjut Andrew.


Agam terdiam ia masih tak menyangka akan berakhir seperti ini. "Lantas jika wanita malam kemarin yang terciduk sama asisten papa bukan Airin, siapa dia Andrew?."


"Sugar babby-ku."

__ADS_1


"What!???."


__ADS_2