
Nao dibawa ke ruangan lain untuk ditindaklanjuti karena keadaannya yang lemah, sementara baby dibersihkan dengan teliti untuk diserahkan pada Ares.
Perasaan Ares campur aduk antara bahagia dan cemas karena masih melihat kondisi sang istri, namun ia yakin Nao akan baik-baik saja setelah dirawat dengan baik oleh dokter kepercayaan.
20 menit berlalu..
Dokter Tantriana membawa bayi tampan itu ke hadapan Ares, Ares masih tertegun tak menyangka jika itu darah dagingnya yang telah lahir sempurna.
"Silahkan, putramu telah menyapa dunia tuan." Ramah dokter Tantri menyerahkan baby untuk digendong oleh Ares.
Ares menyeka air matanya yang tanpa izin turun begitu saja, dengan bantuan dokter Tantri akhirnya Ares dapat menggendong bayi itu dengan baik.
"Ah putraku... Ini papa sayang selamat datang." Lirih Ares mengelus dan mengecup pipi anaknya.
Tampak bayi itu meremas kuat telunjuk sang ayah, walaupun dengan kondisi mata yang masih terpejam.
Dengan membawa sang anak, Ares pindah tempat menuju ruang tunggu yang dimana para orang tua sudah menunggunya dari tadi.
Seketika isak tangis Sarah pecah tat kala melihat Ares datang menggendong sang cucu, para orang tua itu dengan penuh rasa haru dan bahagia mengelilingi Ares untuk melihat cucu mereka.
Hampir semuanya meneteskan air mata akan bahagia, apalagi saat bayi tampan itu membuka mata indahnya.
"Ya ampun ini kakek sayang..." Antusias Ishak.
"Ini juga kakek-mu nak." Timpal Agam tak mau kalah ingin sorot mata sang cucu melihat keberadaannya.
Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar itu, mata baby dan hidungnya dominan mirip pada Nao sedangkan bibir dan bentuk wajahnya dominan mirip Ares. Ah benar-benar perpaduan yang sempurna.
Ishak dan Agam berebut ingin menggendong, namun tiba-tiba Sarina yang mengambilnya duluan. "Kemari sayang, dua kakek-mu masih kekanak-kanakan."
Ares hanya menggelengkan kepalanya saja, kini baby anteng digendong dan dihibur oleh Sarah, Sarina juga Maya.
"Bagaimana keadaan Nao Ares?." Tanya Ishak.
"Masih dalam perawatan ayah, kita menunggu semoga tidak ada apa-apa semuanya berjalan lancar." Balas Ares yang tak lepas melirik ruang rawat inap sang istri.
__ADS_1
"Iya."
.
Hingga tak terasa 1 jam lebih berlalu..
Dokter Tantri keluar menyapa pihak keluarga, semua yang ada di sana pun berdiri.
"Bagaimana dok dengan istri saya?." Tanya Ares masih dengan keadaan cemas.
Dokter Tantri tersenyum. "Sudah aman, beliau hanya kehabisan energi dan keadaannya sudah membaik, tubuh non Nao ini benar-benar bagus, kalian sudah bisa dipersilahkan masuk ke dalam."
Tanpa bicara lagi Ares masuk ke dalam dengan menggendong buah hatinya.
"Terimakasih Tantri." Ucap Ishak.
"Sudah jadi tanggung jawab, selamat berbahagia Ishak aku turut merasakannya."
Ishak dan yang lain mengangguk, setelahnya mereka semua masuk ke dalam.
Ares tak henti mengecup kening dan wajah Nao. "Terimakasih, terimakasih sayang atas semuanya."
Sarah mengelus rambut putrinya, ia tak menyangka anak kecil yang dulu tak ingin jauh darinya itu sudah memiliki seorang putra.
Dengan diarahkan suster, Nao memberi ASI pada buah hatinya. Semua yang ada di sana lega tat kala mengetahui jika ASI Nao begitu lancar.
Setelah selesai mengasihi, Ares membuka kembali penghalangnya, Dimana hanya dia yang boleh melihat Nao mengasihi sang buah hati.
"Apa kau sudah membuatkan nama untuk cucu mama Res?." Tanya Sarina.
Seketika Agam dan Ishak mendekati baby tampan itu untuk melihat jenis rambutnya bagaimana.
"Ingat kesepakatan kita dulu, jika bentuknya lurus ikut marga ku dan jika ikal ikut marga-mu!." Ujar Ishak mengingatkan kembali.
Sarina tak habis pikir dengan dua bapak-bapak ini. "Kalian sudah berebut dari jauh hari???."
__ADS_1
"Begitulah." Timpal Sarah mengangkat kedua bahunya, sementara yang lain terkekeh sambil menggelengkan kepala.
Ditatapnya lekat bentuk rambut bayi itu oleh Ishak dan Agam.
"Ini ikal.."
"Tapi lurus juga.."
"Jadi bagaimana ini? lurus ada ikal ada?." Ujar Agam bingung.
"Sudah-sudah, biar adil marga dua keluarga ikut sertakan saja, aku yang mengambil keputusan." Timpal Ares.
Ishak dan Agam pun mengalah karena memang itu kenyataannya, sepertinya baby menggemaskan ini tak mau kakeknya rebutan sehingga bentuk rambutnya pun demikian.
"Jadi apa nama cucu kita Ares?." Lanjut mama Sarah.
Ares melirik Nao yang juga menatapnya, Nao tersenyum seraya mengangguk.
"Aku dan istriku sudah membuatnya dari jauh hari, jadi putra pertama kita bernama "Keenan William Leonardgo Gilbert."
"Ya! putraku Keenan, kalian bisa memanggilnya Keen."
"Owala cucuku Keen." Timpal Ishak seraya meraih Keenan mengecupnya penuh kasih sayang.
Agam tak mau kalah mau menggendongnya.
"Aku dulu Gam!."
"Harus adil Sak!."
Semua yang ada di sana terkekeh, kebahagiaan itu benar-benar lengkap setelah hadirnya baby Keen.
.
TBC
__ADS_1