Tragedi Ranjang Kakak Tiri

Tragedi Ranjang Kakak Tiri
Episode 112


__ADS_3

Hari berlalu bulan pun berganti..


Tak terasa pernikahan Nao dan Ares sudah memasuki satu bulan lebih, banyak yang telah mereka lewati bersama. Ares dengan telaten sabar penuh kasih sayang memenuhi dan melakukan apapun keinginan sang istri yang tengah ngidam.


Pernah dua hari yang lalu Ares memakai daster selama di rumah sesuai permintaan Nao, dan tentu saja hal itu ditertawakan oleh Ben dan Andrew yang datang ke sana. Nao sendiri puas sampai terbahak-bahak.


Hubungannya dengan Sarina perlahan membaik, namun mama Ares belum sepenuhnya memberi restu. Tetapi Nao dan Ares tidak akan pernah lelah untuk mendapatkannya, bagi Ares ayah Ishak yang galak saja bisa ia luluhkan apalagi mamanya yang satu batin dan satu pemikiran.


"Tutut!!??." Heran Ares dengan permintaan istrinya. "Jenis makanan apa itu sayang? itu kentut kereta api."


Nao menekuk wajah cantiknya. "Ada, itu sejenis keong dan bisa dimakan gizinya juga bagus, tolong carikan ya?."


Ares tak langsung menjawab ia ragu, membayangkan makanan lewat dari namanya saja membuat pria tampan itu tak yakin.


"Kau orang barat yang tak pernah mencobanya, tidak sepertiku." Sengaja Nao yang mengingat masa awal kuliah dulu makan makanan itu dengan sahabatnya yang berasal dari Bandung.


"Oke apapun untukmu." Mengalah Ares seraya mengecup pipi Nao. "Tapi mungkin di restoran ayah Ishak juga ada?."


Nao menggeleng. "Tidak ada, tutut sekarang susah dicari."


"Lantas mas mu ini harus nyari kemana?."


"Di sawah."


Ares menelan salivanya. "Akan ku suruh Ben untuk melakukan itu."

__ADS_1


Nao tersenyum sumringah seraya memeluk Ares. "Thanks you so much."


"Your welcome baby." Tangan Ares tak lepas mengelus lembut perut Nao yang sudah tak rata lagi.


.


Mendengar kabar kehamilan Nao, tentu saja Ishak dan Agam bahagia bukan main.


Keduanya langsung meluncur untuk menemui Nao melihat keadaannya.


"Jadi usia kandungannya sudah 1 bulan?." Tanya Sarah yang antusias.


Kini Nao dan Ares ditatap lekat oleh Sarah dan Agam juga Ishak dan Maya juga Lucy.


"Apa kalian tidak melakukannya diluar pernikahan?."


Deg!


Pertanyaan yang dilontarkan Ishak membuat Nao dan Ares tegang, keduanya saling tatap.


Dan tentu saja gelagat itu diamati oleh para orang tua.


"Bagaimana jika itu yang terjadi sebenarnya ayah? jika kita melakukannya sebelum menikah." Lantang Ares membuat semua yang ada di sana menatapnya termasuk Nao. "Ini nanya dulu."


Hati Nao tak tenang, apa maksudnya? apa Ares akan mengungkapkan kebenaran?. Tak masalah juga bagi Nao asal respon orang tua tak menentang.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Ares, Ishak dan Agam saling tatap.


"Jangan bilang kau bertanya seperti itu karena itulah kenyataannya Ares?." Timpal Sarah dengan tatapan penuh intimidasi.


"Papa sih tak bisa berkomentar, kalian sudah dewasa dan mungkin bisa dibilang sama-sama menginginkan juga. Asal kau tanggung jawab maka pukulan papa tak melayang Ares." Ujar Agam yang notabene dengan budaya barat.


"Tidak-tidak! harus menikah dulu, dan jika pun kalian seperti itu ayah bisa apa?." Timpal Ishak.


Mata Nao dan Ares saling tatap, Ares menggenggam erat tangan istrinya.


Perasaan Nao semakin tak karuan, tanpa berucap pun ia sudah mengerti tindakan apa yang akan diucapkan Ares.


"Oke, tak peduli reaksi kalian bagaimana namun di sini kami akan jujur." Ujar Ares lantang. "Anak kita sudah hadir sebelum pernikahan, kumohon jangan mengecam Nao lakukan saja padaku ayah."


Semua yang ada di sana terbelalak, Ishak bahkan tak berkedip mendengar kenyataan itu.


"Yang kau ucapkan benar Ares!?." Potong Sarah.


"Iya ma."


"Oh my good!."


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2