
Setiap akhir pekan Emily Pergi ke klenteng berasama keluarganya. Selesai sembahyang Emily pergi bekerja di toko milik tantenya. ya walau akhir pekan tapi Emily lebih suka bekerja walaupun tantenya sudah menyuruh Emily libur tapi Emily menolak karena biasanya hari Minggu itu toko rame kasian Tante.
"Emily nanti tolong bantu Tante anterin baju ke bibi Erika ya sekalian nanti beli makan siang di restoran sebrang jalan". pinta Tante Maya.
"Oke Tante tapi setelah Emily selesai menata baju-baju ini ya" Jawab Emily.
Di jalan depan tokoh terdengar suara bising geng motor.
"Rif nanti jadi gak balapan?"tanya Joy teman Syarif. "jadi dong kan motor guwe Uda selesai guwe modifikasi" jawab Syarif turun dari motor di depan restoran mereka menuju restoran.
Emily pergi ke rumah bibi Erika naik motor. "Permisi bibi Erikanya ada mang?" tanya Emily. "Aya neng, sok mangga Mamang panggilin nyonya Erika dulu" jawab mang Udin logat Sunda." Makasi mang, Emily tunggu disini aja".jawab Emily sambil duduk di kursi depan rumah. Tak lama kemudian bibi Erika datang."Eh, Emily sudah lama?"tanya Bibi Erika."Gk bi barusan, ini kiriman baju dari Tante Maya". jawab Emily menyerahkan paper bag pada bibi Erika. "terimah kasih, ayo masuk dulu"ajak bibi Erika."makasih bi, tapi Emily pergi dulu karena mau beli makan di restoran buat makan siang".tolak Emily. "oh.. ya Uda kalo begitu, hati-hati ya".kata bibi Erika. "Makasih bi, Emily pergi dulu ya bi permisi"lugas Emily.
***
Di restoran Syarif memesan makanan sedangkan Joy sibuk dengan Selin pacarnya. Syarif pergi ke toilet sampai di toliet Syarif dapat telfon dari Arya di bengkel karena ada kerjaan mendadak dari langganannya Arya meminta Syarif untuk membantu." Rif tolong bantu aku ni ada telfon dari langganan katanya mobilnya mogok di jalan. anak anak pada libur ni, bisa ya!".pinta Arya."Lha aku kan juga libur"jawab Syarif malas. "Ya, aku tau, tapi ini mendadak banget anak-anak pada mudik gak mungkin kan aku suruh masuk kan kasihan"elak Arya." teruuusss...". tanya Syarif."jadi kamu temani aku ya benerin tu mobil karena nanti malam harus selesai mau di pake kondangan katanya. pleacee.. bantu aku ya!!" rengek Arya. "Kayaknya gak bisa deh, aku ada janji". eyel Syarif. "aduh Rif, aku tau nanti malam kamu mau ngedrak tapi ini tu emergency lebih penting ini langganan tetap bengkel kita dan teman ayah kalau kita nolak bisa kena omel plus hilang deh tu langganan. ingat Rif gimana susahnya kita dulu cari pelanggan. ayolah Rif tunda dulu balapannya,lagian kamu gak kasihan apa sama ibumu tiap kamu ngedrak dia itu kepikiran gak bisa tidur mikirin kamu".jelas Arya. Syarif termenung benar kata Arya ibunya sering kepikiran gara-gara ulahnya. "baiklah jam berapa?". tanya Syarif". "Satu jam lagi kamu ke bengkel nanti kita pergi bersama".jawab Arya. selesai menutup telfon Syarif kembali ke meja makan nyamperin Joy dan pacarnya. selesai makan Syarif pamit pada Joy dan bilang kalau nanti malam dia tidak jadi ikut balapan. Syarif melenggang pergi dari restoran di depan pintu tak sengaja bertabrakan dengan gadis." Maaf mas, tidak sengaja".kata emily". Syarif diam terpaku melihat gadis yang menurutnya cantik."Mas,permisi, sekali lagi maaf". Kata emily menyadarkan Syarif."Oh,, ya it's okey". jawab Syarif. Emily bergegas pergi dan memesan makanan untuk di bungkus. Syarif pun pergi ke bengkel menemui Arya yang sudah menunggu.
Di toko Tante Maya mondar mandir menunggu Emily tak kunjung datang dia takut kenapa-kenapa pada Emily karena lama belum juga kembali, salah satu karyawan toko melihat Emily memarkir motor di depan toko
"Bu itu mbak Emil sudah datang".kata Desi. Maya melihat kedepan pintu benar Emily sudah kembali dan berjalan masuk ke toko.
__ADS_1
"Alhamdulillah Emil kamu sudah kembali, Tante kawatir kamu kenapa-napa".ucap Maya. Maya memang seorang muslim dia menikah dengan Glen adik dari ibu Emily. Glen awalnya non muslim dia menjadi mualaf karena keyakinannya untuk memeluk Islam sangat kuat hingga dia memilih menjadi mualaf ketika SMA dan keluwarganya mendukung. keluwarga besar Emily sangat menghargai keputusan anak-anaknya.
"Ya Tante, maaf Emil bikin Tante khawatir". jawab Emily sambil menyerahkan nasi bungkus pada Maya. " Ya udah ayo kita makan siang dulu, Desi kita tutup toko istirahat dulu dan makan siang sekalian nanti kamu sholat baru buka lagi"ajak Maya. Maya selalu menyuruh karyawannya untuk menutup toko jam 1 siang guna untuk istirahat dan makan siang bagi yang muslim agar mengerjakan sholat dulu dan buka lagi jam 2 dan pulang Jam 3 sore kalo sif pagi sedangkan yang sif sore masuk jam 2 dan istirahat jam 5 dan buka setelah sholat magrib pulang jam 9 malam.
"baik Bu,".jawab Desi. kebetulan hari minggu biasanya yang masuk cuma 2 orang karna hari Minggu pada libur. toko juga cuma buka sampai jam 4 sore kalau weekend. sedangkan hari biasa biasanya 3 karyawan tiap sif. Toko baju Maya tak pernah sepi ya karna baju yang di jual juga harganya macam-macam ada yang relatif murah dan buat anak anak mudah pilihan stylenya juga beragam mengikuti modeh. hingga tak perna kekurangan pelanggan. selesai makan siang Emily pamit pada Maya dia meminta izin untuk pulang awal karna kakaknya mau berkunjung ke rumah.
***
Di res area tol Syarif dan Arya selesai membongkar mesin mobil yang rusak untung kerusakannya tidak begitu parah cuma ganti aki baru. "duh Ar, ini ma gak terlalu sulit ngapain kamu minta bantuin segala".gerutu Syarif. "ya mana tau kalo cuma ganti aki aja lha aku takut rusaknya parah makanya aku minta bantuin kamu dan harus selesai sore ini".elak Arya. "terus nanti siapa yang bawah ni mobil?", Tanya Syarif. "ya kamulah, aku kan bawah mobil bengkel. so nanti kamu yang anterin mobil ini ke rumah bibi Erika, okey!!".pinta Arya."kamu tu selalu merepotkan. huff...". lagi-lagi Syarif menggrutu. "udahlah, ayo balik keburu sore entar mobilnya mau di pake". ajak Arya. "okelah..".
Emily pulang naik motornya tiba-tiba motornya mogok emily bingung." aduh, ni motor kenapa lagi pake macet segala, jalanan sepi lagi".gerutu Emily menepikan motornya. tak berselang lama ada mobil berhenti di depan Emily dan terlihat seorang pemuda turun dari mobil. "Permisi, ada yang bisa saya bantu mbak?". tanya pemudah itu. Emily diam sejenak dan menatap motornya."Motor mbak kenapa?".tanya pemudah itu lagi. Emily menjawab." Mogok mas, gak tau kenapa-kenapanya". pemuda itu langsung menelisik motor Emily." apakah di jok sepedahmu ada peralatan untuk berdandan". tanya pemudah itu.emily melongo tak mengerti maksud pemudah itu. pemudah itu mengerti mungkin Emily tidak mengerti maksudnya. hingga kembali dia menjelaskan."maksudku alat untuk membenahi motor seperti kunci, busi, tespen biasanya di jok sepeda selalu ada. kebetulan alat-alat perlengkapan ku dibawah teman". Emily ahkirnya mengerti dia membukakan jok sepeda dan mengambil kunci-kunci yang ada dan di berikan pada pemudah itu. tak berselang lama motor Emily kembali menyala."syukurlah, akhirnya bisa juga". kata emily. "Motormu ini kalo mau pake panasin dulu, jangan langsung pake aja, takutnya kayak gini lagi mogok". terang pemuda itu."ya makasi mas, mas yang tadi di restoran itu kan?". selidik Emily." yups,, sepertinya begitu". jawab Syarif."kenalkan namaku Muhammad Syarif Hidayat, teman teman biasanya panggil Syarif". jelas Syarif mengulurkan tangan pada Emily, Emily pun menyambut uluran tangan Syarif."aku Emily Chan."terus aku panggil kamu apa? Chan atau...". gantung kata Syarif. "oh, ya lupa. mas panggil Emil aja". jelas Emily. "Okey, kamu mau pulang? rumah kamu di mana?". tanya Syarif. " ya mau pulang lah, kemana lagi".jawab Emily." ya terus rumah kamu dimana kan kamu cewek gak baik di jalan sendirian".tegas Syarif." oh,, rumahku udah Deket kok di perumahan itu". tunjuk Emily. dan dia pamit pada Syarif. "aku pulang dulu ya, makasih uda bantuin tadi, maaf buru-buru balik!!". Syarif terdiam dia memperhatikan punggung Emily yang semakin jauh."jadi namanya Emily, gadis yang cantik".guman Syarif melangkah menuju mobil dan di mobil ponselnya berbunyi panggilan dari Arya."ya ada apa??".jawab Syarif. "Kamu tu dimana aja kok gak sampai-sampai sih, aku tu Uda nungguin kamu di depan rumah bibi Erika dari tadi". Tancap Arya. "Ya maaf, aku tadi mampir ke mini market dulu beliin ibu kue, terus di jalan ada cewek yang motornya mogok. so aku bantuin, kasian..."jelas Syarif. memang tadi Syarif membeli kue buat ibunya di mini market dekat toko milik Maya setelah itu Syarif bergegas naik mobil dan melihat Emily motornya mogok.
***
Di rumah Emily kakak Emily sudah menunggu di depan rumah. "kenapa Emily lama Bu tadi katanya udah di jalan kok gak datang-datang?".kata Ale kakak Emily pada ibu yang menghampirinya ke depan. " ya gak tau, tapi biasanya dia jam segini udah nyampe rumah, apalagi ini hari Minggu gak perna pulang larut." jawab ibu. tak berselang lama bunyi motor Emily terdengar."nah, itu kayaknya suara motor Emil"jelas ibu. dan benar saja Emily sudah menampakkan wajahnya lalu memarkirkan motornya ke garasi.
"Maaf.. bang Ale dan ibu menunggu Emil ya.. tadi motor Emil mogok".terang Emily. "kenapa tidak nelfon Abang mil?".seru Ale nampak kawatir." ya tadi pas mau telfon ada orang yang mau bantuin ngebenerin motor Emil, jadi Emil gak jadi nelfon Abang". jelas Emily. "ya udah kamu masuk dulu Emil mandi dan ganti baju dulu ya kita tunggu di meja makan".ajak ibu. emilypun mengangguk dan masuk menuju kamar.
Di meja makan keluwarga Emily berkumpul guna makan malam sambil menunggu Emily turun Ale bilang kalau besok mau balik ke Bandung karna pekerjaannya sangat banyak dan istrinya juga harus mengajar.
__ADS_1
"Jadi besok Uda mau balik Al?". tanya ayah. "Ya, banyak kerjaan ya, dan ada proyek baru, Makanya kita harus segera balik". jawab Ale. ayahpun mengangguk mengerti.
Emily turun dari kamar dan menuju meja makan bergabung."mbak mairah apa kabar?"tanya Emily pada mairah kakak iparnya."Alhamdulillah dek baik, kamu sendiri gimana?". Tanya balik mairah.Humairah adalah istri Aleando Chan kakak Emily. Kakak Emily adalah muslim sejak menika dengan mairah.
"Baik mbak".jawab Emily."Katanya tadi motor kamu mogok ya? Siapa yang bantuin? Pacar kamu ya, hayoo?? HEhehe.."selidik mairah. "ih... apaan si mbak, bukan lagian Emil gak ada pacar tau". jelas Emily. "ya siapa tau pacar kamu, lagian kamu itu udah gede masak jomblo terus". goda mairah. ayah ibu hanya tersenyum melihat mereka berdua yang tiap kali ketemu selalu ribut soal pacar. "Emil itu gak mau pacaran karna ujung-ujungnya pasti sakit terus nangislah, kayak teman-teman Emil gitu". celah Emily. "Oh, jadi maunya langsung nikah ni ceritanya?".goda mairah. mairah menyenggol Ale dan bertanya pada Ale"Aak ,tu Emil mau nikah Uda ada calon belom??hehehe.." Ale terkesiap."emang beneran Uda ngebet mil??".canda Ale. "ih, apaan si Abang siapa yang ngebet nikah calon aja gak ada". rungut Emily. "Udah.. jangan pada ribut, makanannya habisin dulu baru ngobrol lagi". selah ibu. mairah dan Ale hanya tersenyum melihat Emily. dan mereka pun melanjutkan makan malamnya.
***
Ceklek..
"Assalamualaikum..".salam Syarif membuka pintu masuk ke dalam rumah.
"Waalaikum salam.." Jawab ibu Aisyah ibu Syarif. Syarif mberikan kue yang tadi dia beli pada ibu. "Ini kue Bu buat camilan, Najwa kemana Bu? kok sepi??".Tanya Syarif."Tadi Najwa pergi katanya mau ngerjain tugas".jawab ibu menerima kue dari Syarif dan meletakkan di meja. "Sama siapa? Kok gak minta antarin Dayat Bu?". tanya Syarif kawatir." kan kamu belom pulang Dayat, adikmu ya kelamaan nungguin kamu. dia pergi sama putri". jawab ibu, biasanya Syarif kalau di rumah di panggil Dayat. " ya harusnya hubungi Dayat Bu, Najwa itu cewek rawan di jalan malam-malam gini".keluh Syarif. Syarif sangat melindungi adiknya dia sangat kawatir kalau adiknya pergi sendiri takutnya di ganggu/di sakiti geng motor musuhnya. "Najwa Uda besar nak, dia sudah kuliah dia pasti bisa menjaga diri". terang ibu. Syarif masih gusar pikirannya. Apalagi malam ini ada balapan di jalan pasti banyak rombongan geng motor pada berkumpul. Syarif menghubungi Najwa tapi telfonnya tidak di bawah. "Bu, Najwa gak bawa HP ya?"tanya Syarif."HP nya ketinggalan nak, dia bawah leptop aja, tadi dia keburu di panggil putri". jawab ibu. "terus dia kerja kelompok di rumah siapa?". tanya Syarif makin panik. "Di rumah yindi, katanya dekat rumah Arya". Syarif bergegas menuju rumah Arya guna menanyakan rumah yindi. "Dayat pergi dulu Bu". Pamit Syarif menyambar kunci motornya. Ibu hanya geleng-geleng kepala. Saat di jalan Syarif dapat telfon dari Joy katanya geng motor lawan Syarif tidak terima karna syarif tidak ikut balapan dan bisa saja jadi tawuran ujung-ujungnya. Syarif menghela nafas kasar.
Sampai di rumah Arya Syarif segera menanyakan dimana rumah yindi, Arya pun mengantar Syarif ke rumah yindi kebetulan yindi sepupu Arya. Sesampai di rumah yindi ternyata Najwa dan putri sudah pulang."Najwa dan putri Uda pulang mas, katanya mau mampir ke foto copy". Syarif terdiam arah foto copy kan sama jalan yang buat anak-anak ngedrak. tak lama kemudian ponsel Syarif berdering Joy menelfon.
"Rif, anak-anak pada tawuran guwe gak bisa ngehendel disini kalau ada satpol PP gimana". kelu Joy. Syarif tambah gusar pikirannya antara adiknya dan geng motornya.Terdengar suara sirene geng motor itu langsung pada kabur menancap gas masing-masing. Najwa mengendarai motor dia bingung kok jalanan yang biasanya sepi kok tumben rame banget. "put, kok tumben banyak banget motor di jalan ini pada ngebut-ngebut...."belom selesai bicara putri menyeka. "Najwa awass di depannn...".
BRAAAKK....
__ADS_1