
Hari ini Emily ada janji dengan Najwa untuk mengunjungi pondok, Emily memilih setelan gamis di toko untuk di pakai saat ke pondok nanti. "gamis itu bagus mbak, untuk siapa?" tanya Desi. "untuk ku pakai sendiri". Jawab Emily. Desi terdiam merasa heran juga tidak enak hati akan katanya. "kamu kenapa Des? kok diam". lanjut Emily. "gak apa-apa kok mbak". jawab desi gelagapan. Emily tersenyum, "aku akan mencobanya" kata Emily menuju ruang ganti. Tante Maya menghampiri Desi menanyakan Emily. "dimana mbak Emil?" tanya Tante Maya. "lagi mencoba baju Bu". jawab Desi, "Oh, kirain udah pulang katanya mau ada janji sama temennya". ungkap Tante Maya. "Oh, pantesan Bu, mbak Emil kok memilih baju gamis katanya untuk di pakai nanti". terang Desi. Tante Maya juga merasa heran tidak seperti biasanya, 'apakah dia sudah yakin dengan pilihannya' batin Tante Maya, Emily keluar dari ruang ganti dan sudah memakai gamis yang tadi dia pilih dia juga sudah memakai pasmina yang sepadan dengan gamis tersebut, Desi dan Tante Maya melihat takjub pada Emily. "Masyaallah". lirih Tante Maya. "mbak Emil, kamu cantik banget mbak, artis ma kala mbak,mbak cocok pakai hijab". puji Desi. Emily tersenyum. "kamu ada-ada aja Des". kata Emily. "Emil, Tante aja pangkling sayang, kamu cantik banget". kata Tante Maya. "tu kan, Bu Maya aja bilang gitu," celah Desi. Emily hanya tersenyum mendengar pujian untuk dirinya.
Najwa tersenyum sendiri melihat pantulan dirinya dari kaca, dia memegang liontin yang di pakainya, ya, liontin itu hadiah dari Arya tadi malam. kata mama Arya liontin itu couple satu untuk Najwa dan yang 1 disimpan Arya. Arya memesan khusus dari pengrajin. Najwa memang mengagumi Arya, tapi dia sekarang tidak seperti dulu lagi, kakinya agak cacat akibat kecelakaan. dia tidak bisa berharap Arya akan menyukainya, dia tidak tahu kalau dia dan Arya di jodohkan sejak kecil oleh ayah mereka Syarif dan ibu tidak mengatakannya takut Najwa akan terkengkang. Arya pun tidak mau jika najwa terpaksa mau dengan dia karna perjodohan, yang Arya inginkan Najwa menerimanya karna rasa cinta. "nduk, ganti baju gi sana entar kak Emily nungguhin". pinta ibu menghampiri Najwa. "inggih buk". Najwa pun ganti baju syar'i. "kata kak Dayat tidak bisa nganter buk, Najwa di antar sama kak Arya". kata Najwa memberi tahu ibu, "apa Arya tidak sibuk nduk?". tanya ibu. "Najwa tidak tau buk, tapi kak Dayat bilang gak boleh pergi sendiri". jelas Najwa. "tapi kamu kan gak sendiri, kan sama nak Emily". kata ibu, sebenarnya ibu tidak enak sama Arya karna keluarga Arya sudah banyak membantu mereka. "Najwa sampon sanjang kale kak Dayat Najwa Budal kale kak Emil, tapi kak Dayat tetep maksa harus di antarken kale kak Arya". tutur Najwa. "Kakakmu itu kadang-kadang terlalu kawatirnya itu berlebihan". ungkap ibu, "ya wajarlah buk, kak Dayat kan tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada kita". kata Najwa pada ibu. "ya kita kan juga berdoa supaya di jaga sama Allah". tutur ibu.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Assalamualaikum..". salam Arya. "waalaikum salam.." jawab Najwa dan ibu serentak, ibu membukakan pintu, Arya menyalami ibu, "bibi, Pripun kabare?". tanya Arya. "Alhamdulillah Sae nak". jawab ibu. "lha mamamu Yo opo kabare?". tanya ibu. "Alhamdulillah mama sampon mantok bi". jawab Arya. " Lha terus Saiki sopo seng njogo mamamu". tanya ibu menggerutu. "enten ayah kale mbok Al bi" jawab Arya telaten. Najwa datang menghampiri ibu dan Arya. "kak Arya ayo berangkat, kak Emil sudah nungguhin". ajak Najwa. Arya mengangguk. "Arya Budal riyen bi" tutur Arya menyalami ibu Najwa pun sama "buk, Najwa berangkat dulu ya". ibu mengangguk seraya berkata "hati-hati ya". Najwa dana Arya mengucapkan salam bersamaan lalu pergi.
Emily sudah siap dengan pakaian gamisnya menunggu Najwa di toko. dia melihat pesan Najwa yang sudah berada di depan toko. Emily berpamitan dengan Tante Maya lalu menghampiri Najwa bersama Arya. Emily pun masuk mobil Arya dan duduk di sebelah Najwa. "Najwa dia siapa?" tanya Emily penasaran. "kak Arya teman kak Dayat". jawab santai Najwa. "oh, kirain pacar kamu". ungkap Emily. Najwa menatap Emily. "lalu dimana Syarif?". tanya Emily. "dia ada urusan kak katanya". jawab Najwa, Emily terlihat kecewa. " kak Emil kenapa? kangen ya ma kak Dayat??" goda Najwa. Wajah Emily bersemu merah. "apaan si, aku kan hanya nanya doang Najwa". ungkap Emily. Arya yang memerhatikan dua wanita yang berbisik di belakang hanya geleng-geleng kepala, tidak terasa sudah sampai di pondok Arya memarkirkan mobilnya, Emily dan najwa turun dari mobil seraya menunggu Arya guna untuk masuk bersama ke dalam pondok.
***
__ADS_1
Joy berkutik dengan laptop dia sedang mencoba meretas perlindungan Mension Mark. Syarif dan Daddy Joy masuk ke mension milik Daddy Joy dan menghampiri Joy di ruang kerja daddy-nya.
ceklek.. Daddy Joy masuk ke ruang kerjanya bersama Syarif, Joy masih mencoba menembus perlindungan Mark. "gimana Joy apa berhasil?". tanya Syarif. Joy menggeleng. "apa kita harus sewa mata-mata di mension Mark" ide Syarif. "apa tidak membahayakan?" tanya Joy. "Kamu selidiki keluarga Mark dulu Joy". Joy mengangguk Joy menjalankan aksinya dia mulai mencari data keluarga Mark. Daddy Joy menelisik, 'gak salah aku milih bantuan pada mereka,mereka berdua begitu lihai mengerjakan sesuatu' batin Daddy Joy. Joy berhasil menemukan data keluarga Mark." Rif, lihat ini, Mark mempunyai 2 istri, istri pertamanya ragiel dan dia menikah lagi dengan sanum". kata Joy. mendengar kata sanum Daddy Joy bertanya pada Joy " sanum, kayaknya Daddy perna dengar nama itu, sanum siapa nama lanjutannya?" tanya Daddy Joy penasaran. Joy menelisik lagi artikel yang tadi dia baca. dia menemukan biodata sanum. "four sanum Baihaki". kata Joy. "apa mungkin sanum orang yang di kagumi oleh unclemu". Joy dan Syarif menengok Daddy Joy bersamaan. "kamu benar kita harus sewa orang buat jadi mata-mata di rumah Mark". kata Daddy Joy.
***
__ADS_1
Emily tersenyum melihat anak-anak yang selesai mengaji, ustadzah aini senang karna anak-anak pada rame untuk dekat dengan Emily karna Emily membagikan kue pada anak-anak. "kakak, sering-sering aja kesini, biar kita dapat makan kue enak dari kakak". kata anak cewek yang umurnya sekitar 5 tahunan. "udah zeda, kamu sana main sama teman-temanmu". kata ustadzah Aini. Emily tersenyum dan memanggil anak itu. "sayang kemari". seru emily pada anak itu, dan anak itu lalu menghampiri Emily. "apa kamu suka dengan kue dari kakak?". tanya Emily. anak itu mengangguk. " siapa namamu?". tanya Emily lembut pada anak itu. "namaku zeda kak". kata anak itu. "nama yang bagus, zeda hafalannya sampai surat apa?". tanya Emily. "surat Al qodr". jawab anak itu. "wah, hebat zeda, apa kandungan surat Al qodr apa kamu tau?" tanya Emily. zeda mengangguk. "Allah menurunkan surat tersebut untuk memberi tahu kalau di malam bulan ramadhan ada satu malam yaitu malam Lailatul qodar dimana jika manusia beribada ketika malam tersebut pahalanya lebih dari 1000". kata zeda. "kak ada juga kelebihan surat Al qadr". lanjut zeda. "apa itu? " tanya Emily tanpa sungkan. "jika ibu membaca surat Al qadr 7 kali lalu di usapkan ke ubun-ubun maka Allah akan menghindarkan dari perbuatan zina". terang zeda. "wah, sepertinya kakak harus belajar seperti kamu sayang, supaya lebih mengerti tentang kandungan Al Qur'an". kata Emily. "kakak kan Uda besar kakak pasti lebih pintar dari aku". celetuk zeda. "zeda, di panggil kak Najwa" kata temannya memberi tahu. "okey, kalau gitu zeda pamit dulu kak, assalamualaikum.." kata zeda menyalami Emily dan ustadzah Aini dan menghampiri Najwa. Emily termenung dengan perkataan zeda tadi, dia baru mendengar tentang kandungan 1 surat yang mulia, dan masih banyak lagi surat-surat Al Qur'an yang tiap kandungannya mengandung kemuliaan. akankah Emily terus mempelajari tentang semua itu? hingga keingannya menjadi seorang mualaf semakin tinggi.