
"shadaqaallahul adhim", Syarif menutup musaf Al Qur'an dan meletakkan di atas nakas, Emily yang sedari tadi menungguh dan memperhatikan Syarif membaca Al Qur'an begitu Sahdu di dengarnya, "kenapa melihatku seperti itu?" tanya Syarif, "mas suaranya merdu,". jawab Emily jujur, Syarif tersenyum mendengar pujian istrinya seraya mendekati Emily dan duduk di samping Emily, "kamu gak tidur? ini Uda malam, besok kita juga harus bersiap-siap". tanya Syarif lembut, "belum ngantuk mas, ngomong-ngomong siap-siap kemana mas?" tanya Emily lupa kalau mereka besok akan pergi ke Bali, "kamu lupa, besok kita kan ke Bali". jawab Syarif melepas peci dan meletakkan di nakas, Emily baru ingat kalau dapat tiket honey moon ke Bali, "Mas, tiket itu kan untuk honey moon di sana, tapi_" ucapan Emily terhenti, "tapi kenapa?" tanya Syarif, seolah dia tidak tahu maksud Emily. "tapi, aku kan lagi halangan mas", ungkap Emily dia seolah tidak enak hati pada Syarif, Syarif tersenyum mendekati Emily, " emangnya kalau boleh tahu paling lama halangannya berapa hari?". Emily malu untuk menjawab, tapi tatapan mata Syarif seakan meminta jawaban, "minimal 1 Minggu, kadang 2 Minggu mas". Syarif mencoba tersenyum, "kalau begitu kita ke Balinya liburan aja, honey moon ya di rumah aja" Emily tersenyum, Syarif menatap Emily takjub, akan ke cantikan Emily, laki-laki mana yang bisa menahan sahwat ketika sedang bersama dengan seorang istri yang sudah halal baginya, emliy tersipu malu, "mas aku ganti baju dulu ya". Emily beranjak dari tempat tidur namun tangannya di tarik Syarif dan dia terjatuh di pangkuan Syarif, "aw.. mas" refleks Emily, Syarif pun memeluk Emily erat dari belakang, "mas peluk boleh kan, kamu kan sudah halal untuk mas" lirih Syarif di telinga Emily, Emily mengangguk jantung Emily seakan copot, ketika Syarif memeluknya apalagi Syarif membelai lembut rambut Emily, memberikan rasa yang nyaman dan tidak ingin terlepas, Syarif mulai nakal, deru nafas Syarif terasa nikmat di telinga Emily, Syarif membalikan wajah emily dan tatapan mereka bertemu, di pegangnya wajah Emily dan tidak butuh waktu lama di lahapnya bibir sanum Emily, Emily menikmati buaian demi buaian yang di berikan Syarif, mereka menikmati malam dengan buaian dan ciuman, walaupun hanya buaian dan ciuman tapi terasa begitu indah bagi mereka karna mereka baru pertama kali merasakannya.
Najwa sebal karna Joy mematikan panggilannya begitu saja, padahal dia ingin bertanya kapan mulai mengajari anak-anak jalanan, "ih,, kenapa sih jadi orang ketus banget". gerutu Najwa, "padahal aku kan mau tanya kapan mulai ngajar anak-anak, atau aku hubungi_".
__ADS_1
Drrrttt...Drrtt..
Ponsel Najwa berdering dilihatnya nampak foto umi Mariya, "assalamu Alaikum" jawab Najwa, "waalaikum salam", terdengar sautan dari sebrang, "Najwa, gimana kabarmu nak?" tanya umi lembut, "Alhamdulillah baik umi" jawab Najwa lembut, "Syukurlah nak, besok kamu repot gak?", Najwa Masi menimang, "besok Najwa ada kuliah pagi umi", terdengar sautan dari sebrang, "kalau siang?" tanya umi, "anuh umi_". kata Najwa terhenti dia bimbang karna belum tahu besok jadi ngajar anak-anak atau tidak, "anuh kenapa?", tanya umi lembut, "begini umi, kemaren Najwa bilang sama mas Joy kalau aku bisa bantu ngajar anak-anak jalanan, tapi aku lupa tanya sama mas Joy ngajarnya jam berapa" Lanjut Najwa, "Oh,, kebetulan ini umi sama mas Joy, bentar umi Kasikan ponselnya pada mas Joy ya, kamu tanya sendiri", Najwa mau mencega umi, tapi sudah ada sautan Joy dari sebrang, "ada apa?", Najwa menghela nafas, "begini mas, besok aku ngajarnya jam berapa?", "kamu pagi kuliah kan, jadi sepulang kamu kuliah aja" jawab Joy, "oh,, baik mas makasih", "hallo Najwa", terdengar suara umi, "ya umi" sahut Najwa, "sudah tanya nya?" gurau umi, "sudah umi" jawab Najwa, "terus kamu besok gak sibuknya jam berapa?", "insya Allah sepulang ngajar anak-anak umi", "okey kalau gitu besok Joy akan antar kamu kesini temani umi ya nak, umi kesepian, kamu tau sendiri om sibuk Joy juga sibuk umi di rumah gak ada temen". lirih umi, "insya allah umi" jawab Najwa, "ya uda kamu tidur ya, Uda malam, assalamu alaikum", salam umi, "waalaikum salam", Najwa mematikan panggilannya.
__ADS_1
***
"Mas kita berapa hari di Bali?" tanya Emily, Syarif menenteng koper dan meletakkan di bagasi mobil, "itu tersera kamu sayang". jawab Syarif sambil memasukkan tas Emily ke dalam mobil, "1 Minggu aja mas", Syarif tersenyum, "okey, kita masuk ibuk sudah menungguh untuk sarapan" kata Syarif menggandeng Emily masuk, ibu dan Najwa yang menungguh di meja makan, "duh,, yang mau honey moon ni, senyum-senyum aja". godah Najwa, "kak bikin anak yang banyak ya, hehehe". Emily tersipu malu, Syarif yang menimpali, "kamu irih ya?", "siapa juga yang irih", ketus Najwa, "Eh, mbak jangan lupa oleh-oleh nya", Emily tersenyum, "Kamu minta beliin apa?". "Najwa melirik ibunya, "kalau aku sih tersera mbak Amel aja, tapi kalau ibuk katanya pengen cucu", ungkap Najwa cengengesan, "Doain ya buk", pinta Emily, ibu mengangguk, "ibuk selalu berdoa yang terbaik bagi anak-anak ibuk", Syarif bersyukur kini orang yang dia sayangi berkumpul, "Ayo cepat di makan!" ajak ibu, Najwa mengambilkan ibu nasi dan lauk pauk, sedangkan Emily mengambilkan makanan untuk Syarif, Syarif pun menyuapi Emily, "eh.. eh.. mentang-mentang pengantin baru ya, di suapin", gerutu Najwa, Emily tersipu malu, "ini itu ibadah Najwa,kamu dari tadi kok gerutu terus si, kamu irih ya" tanggap Syarif cengengesan. "siapa juga yang irih, kak Dayat aja yang lebai, emang ya benar kata orang kalau Uda jatuh cinta seakan dunia milik berdua, yang lain ma ngontrak". cerocos Najwa "udah kalian ini, lanjutin sarapannya, nak Amel Uda jangan dengerin Najwa emang gitu kalau sudah kumpul sama kakaknya, maklumi ya", kata ibu, Najwa cengengesan, "maaf ya mbak". "ibuk apa ibuk dulu gitu ya sama bapak, kalau makan suap-suapan?", tanya Najwa, ibu terdiam teringat dulu, kesabaran dan ketelatenan bapak yang membuatkan sarapan, menyiapkan segala kebutuhan ibu, bapak tidak akan makan jika ibu belum makan begitu baiknya bapak tapi sayangnya rasa cinta ibu pada bapak tidak sebanding dengan pengorbanan yang bapak berikan, ibu melakukan semua sebagai bakti seorang istri tapi bapak tahu jika cinta ibu tidak sepenuhnya untuk bapak, "Najwa, semua hal yang di lakukan seorang suami istri itu bernilai ibadah". jawab ibu, Syarif tersenyum puas akan jawaban yang di berikan ibu, Najwa pun mengerti, mereka melanjutkan sarapan dengan diam. Syarif dan Emily berpamitan pada ibu dia membawa mobil sendiri ke bandara dan mobilnya akan di titipkan di bandara, sedangkan Najwa pergi ke kampus naik ojek online.
__ADS_1