Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 40


__ADS_3

Syarif menungguh Arya dan Joy datang dia menungguh di restoran milik Andi, "Pagi brow", sapa Joy duduk di samping Syarif, "Kenapa dengan matamu, lu begadang?", dilihatnya mata Joy nampak kayak mata panda, "CK,,Apaan si,", cedak Joy, Syarif tersenyum miris melihat Joy, "Ngapain lu ngajak ketemuan disini", tanya Joy mengambil minuman yang sudah di pesan oleh Syarif, "biasa, mau bahas pekerjaan", kata Syarif masih fokus dengan leptop di depannya. "Hemm..", Joy menghela nafas, di lihatnya Arya turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran menemui mereka berdua, melihat Joy yang ada di sana Arya pun kaget. "Ada apa Rif?", tanya Arya duduk di kursi depan Joy. Syarif menatap Joy dan Arya bergantian. "Aku ingin tahu perkembangan kalian", Arya dan Joy saling tatap tidak mengerti dengan ungkapan Syarif, "Maksud kamu?", Arya lebih dulu bertanya, "Tentang pekerjaan", tidak biasanya Syarif bertanya tentang pekerjaan di restauran biasanya dia langsung bertanya saat di bengkel, "Kamu tenang saja pekerjaan di bengkel aman, dan Alhamdulillah bulan ini bengkel rame, jadi omset kita naik 50 persen", jelas Arya pada Syarif, "Besok aku akan transfer ke pondok 10 persen dari pendapatan kita, 10 persen buat bonus anak-anak, Dan 15 persen untuk modal, sedangkan kita berdua dapat sisanya", Syarif mengangguk mengerti dengan penjelasan Arya. "Gimana dengan markas Joy, aku dengar Najwa ikut mengajar di markas?", Syarif beralih pada Joy, Joy yang di tanya agak canggung, Karna dia tidak bilang pada Syarif kalau Najwa mengajar di markas. "rencananya aku akan mencari pengganti, tapi Najwa tidak mau, dia ingin mengajari anak-anak, anak-anak juga nyaman bersama Najwa, dia juga mengajari mereka mengaji", lirih Joy, Syarif mendengar penjelasan Joy, "ada berapa anak yang di ajari Najwa?", tanya Syarif menatap Joy, "sekitar 20, orang tua mereka seorang pemulung, dan ada yang kerja buruh", lirih Joy, "terus gimana dengan pekerjaan anak-anak di markas?", Syarif menelaa, "semua terkendali", Syarif mengangguk mengerti, "Kemarin gue dari perkebunan, mereka merindukanmu", tambah Joy, Syarif menatap Joy sejenak, dia mengangguk, "Besok aku akan kesana", "bawalah istrimu", saut joy, arya yang sedari tadi menyimak percakapan antara Syarif dan Joy hanya diam.

__ADS_1


Najwa dan Emily bersiap pergi ke pondok, hari ini waktunya Najwa mengajar mengaji di pondok, kebetulan Emily juga ikut. "Buk, kita berangkat dulu ya,", pamit Najwa pada ibu, "Hati-hati nduk, kalian pergi naik apa?", Najwa dan emily belum tahu mereka akan naik apa karna Emily lupa tadi tidak izin pada Syarif, "astagfirullah hal adzim", Najwa dan ibu melihat Emily, "Kenapa mbak?", Emily segera mengambil ponsel dan menelpon Syarif, "Mbak lupa belum izin sama mas", Najwa dan ibu tersenyum bersama, "aku kira ada apa-apa mbak, tenang aja mbak Najwa sudah bilang sama kak Dayat", Emily hendak berkata pada Najwa tapi keburu Syarif mengangkat panggilan Emily, "Ada apa sayang?", tanya Syarif di sebrang, "Anu mas, maaf aku tadi hampir lupa minta izin mas, kalau aku mau ikut Najwa ke pondok", lirih Emily, Najwa dan ibu yang mendengar tersenyum samar di bibir mereka, "Ooh.. mas kira ada apa-apa sayang, ya mas sudah tahu tadi Najwa bilang sama mas, kalian sudah berangkat?", Emily menggeleng sambil berkata belum, "Kamu pakai mobil mas aja, kuncinya ada di laci di kamar sayang", kata Syarif lembut pada Emily, "Baik mas, terimah kasih mas, Assalamualaikum", Emily mengakhiri panggilannya, "Waalaikum salam". Emily hendak mengambil kunci mobil di kamar, "mas Syarif menyuruh pakai mobil aja, aku ambil kunci dulu di kamar", Emily mengambil kunci, sedangkan Najwa dan ibu menungguh di luar, "Nduk, ibuk nanti di ajak Bu RT belanja di swalayan", terang ibu sambil mengambil sapu untuk membersikan halaman, "Ibuk dan Bu RT di antar siapa?" tanya Najwa pada ibu, "Kita di antar oleh supirnya Bu RT", jawab ibu, dan mulai menyapu, bertepatan dengan Emily keluar membawa kunci, "ya buk, kalau begitu kita berangkat dulu", pamit najwa, Emily bergegas masuk mobil di susul Najwa, "Assalamualaikum", Emily melajukan mobilnya, "waalaikum salam", jawab itu kembali melanjutkan aktifitas yang telah di kerjakan.

__ADS_1


Di lain tempat Joy dan dokter Williams di sibukan dengan memilih keperluan apa saja yang mereka butuhkan, dokter Williams meminta bantuan Joy untuk menemaninya belanja di toko swalayan terdekat, karna mobil milik dokter Williams rusak jadi tadi waktu di rumah sakit Joy bertemu dengan dokter Williams di lobbi Joy menawari dokter Williams pulang bersama kebetulan Joy merindukan orang tuanya jadi dia tidak menginap di rumah sakit. "dokter Joy pamit ke toilet dulu", dokter Williams mengangguk, Joy bergegas menuju toilet. dokter Williams melanjutkan memilih barang-barang yang akan di beli, di sela-sela memilih, dokter Williams mendengar suara yang tidak asing baginya, diliriknya ternyata benar suara wanita itu adalah Aisyah ibu Syarif mengobrol dengan teman sebayanya sambil memilih barang yang akan di beli, "Assalamualaikum", salam dokter Williams mengagetkan ibu dan Bu RT, sontak melihat pada dokter Williams seraya menjawab salam, "Waalaikum salam", serentak ibu dan Bu RT menjawab salam. "dokter", lirih ibu, dokter Williams tersenyum, "Aisyah", canggung sejenak antara mereka berdua, Bu RT menyanggul tangan ibu mengisyaratkan pertanyaan siapa gerangan. "apa kabar?", "Alhamdulillah baik, dokter disini sama siapa?", tanya ibu halus, "sama Joy, dia lagi di toilet, kamu tidak bersama Najwa?", "Saya dengan Bu RT, Najwa nya lagi sibuk, kenalin Bu ini dokter Williams", dokter Williams melipatkan tangan di dada, begitu juga dengan Bu RT, "permisi dok kita pamit dulu, karna kita sudah selesai belanjanya", pamit ibu, "Oh,, silakan", ibu beranjak pergi, "assalamualaikum", dokter Williams menatap nanar kepergian ibu, "waalaikum salam", Joy kembali dari toilet dia menatap dokter Williams, "dok, maaf nungguh lama", "it's okey", dokter Williams menjawab tapi masih tatapannya tertuju pada seseorang, "tadi ketemu siapa dok", tanya Joy, "Calon mertuamu", gurau dokter Williams, Joy mengernyit tidak paham dengan maksud dokter Williams.

__ADS_1


__ADS_2