Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 43


__ADS_3

"mas, kita mau kemana?", tanya Emily pada Syarif, setelah Arya menjemput Najwa tidak lama kemudian Syarif pulang, Syarif mengajak Emily ke suatu tempat, tapi Masi di dalam kota yang sama dengannya tinggal, Syarif mengendarai motornya dengan santai memasuki jalanan yang sulit di masuki mobil, sampai di tempat yang dia tujuh, Emily melihat ke kanan dan ke kiri jalan yang di lalui terlihat perumahan warga tapi rumahnya jaraknya agak jauh, rumah-rumah di sana terbuat dari kayu tapi anehnya bentuk dan ukuran setiap rumah sama. Syarif menghentikan motornya di pekarangan rumah yang terbuat dari kayu yang ukurannya besar di banding yang lainnya, di taman rumah itu juga di tanami bermacam-macam bunga yang indah, dan ada kolam ikan yang ukurannya agak lumayan besar, di samping kolam ada gazebo. "ayo turun sayang!", Emily pun turun dari motor, mereka berdua berjalan menuju rumah itu, Syarif mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tidak lama kemudian ada bapak-bapak yang menghampiri mereka. "Maaf tuan, apa tuan sudah lama menungguh?", Syarif tersenyum pada bapak itu, "pak apa kabar?", "Baik tuan, tuan sendiri gimana?", bapak itu melihat Emily, dia pun menganggukan kepala pada Emily. "Alhamdulillah pak baik, kenalkan ini istri saya pak", Syarif memperkenalkan Emily pada bapak itu, Emily menangkupkan tangan pada bapak itu, "saya Amel pak", "kenalkan nyonya nama saya Yusuf", "pak Yusuf ini adalah orang yang mengurus semua kawasan di sini", lanjut Syarif, "jangan berlebihan begitu tuan", celah pak Yusuf, "mari kita masuk tuan, nyonya!", mereka pun masuk kedalam rumah, Emily tertegun melihat seisi rumah yang unik dan rapi meski dari kayu, tapi banyak sekali lukisan yang indah di pajang di setiap dinding rumah, "tuan, duduk dulu, saya ambilkan minum dulu", pak Yusuf mengambil minum dia dapur, Syarif membuka gorden jendela dan terlihat pemandangan yang menakjubkan bagi Emily, terlihat perkebunan dan hamparan bunga . "Masya Allah mas, indah sekali", Emily menghampiri Syarif membuka jendela. "Kamu suka?", tanya Syarif lembut, Emily mengangguk, "Kalau begitu nanti kita nginap disini", Emily mengernyit, "Maksud mas?", tanya Emily bingung, pak Yusuf datang membawa minuman dan buah melon dan stroberi yang baru di petik. "kalau begitu lebih baik tuan istirahat di kamar aja", Syarif tersenyum pada pak Yusuf, "Nanti aja pak, kita akan ke kamar, bapak gak usah repot-repot", pak Yusuf berpamitan pada Syarif dan Emily untuk melanjutkan pekerjaannya. "pak, jangan bilang dulu pada warga dengan kedatangan kita", pak Yusuf mengerti, "tuan istirahat aja dulu". pak Yusuf melenggang pergi meninggalkan mereka berdua. "sayang, kita ke kamar istirahat dulu", ajak Syarif mendekati memeluk Emily dari belakang, "Mas, malu tahu, kalau pak Yusuf melihat gimana", gerutu Emily, Syarif tersenyum. "kan pak Yusuf udah pergi, ayo kita ke kamar", Syarif menggandeng tangan Emily beranjak menuju kamar.

__ADS_1


Arya turun dari mobil mewahnya dia beranjak membukakan pintu mobil untuk Najwa, Najwa tersenyum pada Arya seraya memandang ke area mall yang cukup rame, "terima kasih kak", Arya pun tersenyum senang, karna dia bisa jalan bersama dengan Najwa, mereka masuk mall bersama, dan menuju restoran yang ada di mall tersebut, "Najwa, apa nanti kamu sibuk?", tanya Arya, Najwa pun menggeleng, "kalau begitu nanti setelah ketemu sama investor, kita nonton film terbaru di bioskop yang ada di mall ini, apa kamu mau?", Najwa menimang, "Najwa izin ibuk dulu kak, biar ibuk gak nungguin aku", Arya mengangguk, mereka sudah sampai di depan restoran mereka masuk di sambut oleh pramusaji restoran itu, "maaf, apa anda bernama Arya?", Arya mengangguk, "mari tuan ikut saya, anda sudah di tungguh oleh nyonya Henny". Arya dan Najwa mengikuti pramusaji yang menggiring mereka ke ruang VIP. "silakan masuk tuan dan nona", pramusaji itu membukakan pintu, Arya dan Najwa masuk, "terimah kasih", ucapa Najwa, dia berjalan mengikuti Arya dan memandang sekeliling tempat itu, Arya mengajak Najwa menemui seorang wanita yang duduk di sofa dan di sebelahnya ada seorang laki-laki seumuran dengan Arya, "selamat siang", sapa Arya pada kedua orang di depannya, "apa kabar?", wanita itu menyambar tangan Arya, Najwa terdiam melihat wanita seumuran mama Arya yang nampak elegan, Arya tersenyum kaku tidak enak hati pada Najwa. "Alhamdulillah baik Bu", wanita itu tersenyum riang, "jangan panggil Bu, kamu lupa ya, panggil Tante". seru wanita itu, Arya menanggapi dengan kaku. "kenalkan Ar, ini adalah Bos Tante, dia tuan Gerry", Arya memperkenalkan dirinya, "Saya Arya", Arya mengulurkan tanganya ke depan lelaki itu, lelaki itu menyambut uluran tangan Arya, "Gerry", lelaki itu melihat Najwa yang terdiam dari tadi, Arya yang tahu dia pun memperkenalkan Najwa, "Kenalkan dia Najwa", najwa menatap lelaki itu yang sepertinya tidak asing, Gerry mengulurkan tangan pada Najwa, tapi Najwa hanya menangkupkan tangan di atas dadanya, "silakan duduk!", ungkap Gerry pada Najwa dan Arya. Arya memulai membahas tentang tentang kinerja di bengkelnya, Tante Henny memperhatikan Arya tanpa berkedip, ada rasa risih karna di tatap tante Henny, Gerry pun ahirnya setuju bekerja sama dengan bengkel Arya, mereka langsung menandatangani kontrak kerja sama, "apa Najwa ini asistenmu?", tanya Gerry di sela-sela menandatangani kertas, "Insya Allah dia akan menjadi asisten dalam kehidupan ku sekaligus sebagai makmumku", terang Arya, Tante Henny yang mendengar langsung cemberut, "jangan lupa jika menikah undang aku", gurau Gerry, Najwa tidak menyangka dia yang sedari tadi terdiam dan seperti tidak di hiraukan mendengar langsung Arya mengungkapkan jika mereka akan menikah, "insya Allah tuan, kita akan mengundang kalian", Tante Henny yang mendengar kata menikah dia pun makin kesal dan mengajak Gerry segera pergi.

__ADS_1


Di ruang kerja di sebuah rumah sakit Joy berkutip dengan pekerjaan yang dia sandang yaitu sebagai CEO rumah sakit sekaligus tempatnya bekerja sebagai perawat, Joy melihat semua data orang yang kurang mampu yang dirawat di rumah sakitnya. dia ingin membantu mereka dengan caranya sendiri, seperti biasa Joy akan melunasi semua administrasi seorang yang di anggapnya kurang mampu. Joy membuka file dari kakeknya yang ada di luar negri, file itu berisi tentang rencana kakeknya yang akan mengirim semua dokter ahli beda bekerja di rumah sakitnya dan melengkapui semua alat-alat medis sehingga menjadi rumah sakit yang terlengkap di kota tersebut, sehingga pasien yang di rawat mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Tapi sayang rumah sakit Joy terkenal sangat mahal dan tidak menerima layanan BPJS, kakek Joy mendirikan rumah sakit sebagai ladang bisnis. tapi semenjak Joy menjabat sebagai CEO Joy banyak membantu orang yang kurang mampu dengan caranya sendiri. dokter dan perawat sangat kagum dan menghormati Joy karna walaupun sikapnya tegas tapi dia sangat dermawan.

__ADS_1


__ADS_2