
Di mall Emily sedang memilih asesoris untuk Najwa sebagai hadia ulang tahun. Ada Bros yang cantik menurut Emily Najwa berhijab pasti suka dengan Bros tersebut. Syarif menurut apa kata emily. Anehnya Emily pilih 2 Bros yang katanya untuk dirinya 1. "apa kamu juga suka dengan Bros?"tanya Syarif. Emily mengangguk. "Kalau begitu pilih yang kamu suka jangan cuma satu, apa kamu pakai Bros itu di bajumu?"tanya Syarif penasaran. Emily menggeleng"Tidak, aku suka mengoleksi Bros tapi tidak untuk aku pake". jawab Emily. Syarif mengerti."Oh.. cuma buat koleksi ya, tapi kenapa kamu suka koleksi Bros?". tanya Syarif ingin tahu alasan Emily. "oh, awalnya aku melihat Mbak mairah kakak ipar ku memakai pakaian yang tertutup dan kepalanya di balut dengan hijab, aku kagum apalagi saat hijabnya di kasih hiasan Bros di sampingnya terlihat sangat anggun. dan Najwa pun seperti itu, dia selalu memakai hijab, pasti Najwa suka dengan hadia ini."ungkap Emily membawa Bros yang telah dipilih dia sangat mengagumi orang yang berhijab. awalnya dia penasaran dengan mairah pakaiannya selalu tertutup dan memakai hijab walaupun saat berkunjung ke rumah mairah tidak perna melepas hijabnya, Emily bertanya pada mairah apakah baju yang di pakai tidak panas dan kenapa tidak melepas kerudung saat di rumah. mairah menjelaskan kalau dia menjaga tubuhnya dengan pakaian tersebut, karna tubuh wanita adalah kehormatan dan harta terbesar untuk di jaga, harta yang di maksud adalah harga diri, dan harga diri itu tidak ternilai. dan kalau kita bisa menjaga kehormatan diri kita pasti orang akan segan. tubuh wanita adalah permata milik suami maka kita harus menjaga dengan baik permata ini dan tidak seorangpun berhak melihat permata itu kecuali pemiliknya. itulah gambaran yang di berikan mairah pada Emily. Sejak saat itu dia kagum dengan orang yang berhijab.
Syarif mengajak Emily makan dulu di cafe. mereka tak banyak mengobrol sesekali Emily yang bertanya"apakah kamu ingin membuat kejutan untuk Najwa?".Syarif berpikir sejenak 'bukan Najwa, tapi kamu yang harusnya aku beri kejutan' pikir Syarif dan dia Mala lebih sakit akan kenyataan, rencana akan melamar pun kini hanya bisa dia simpan. "Syarif, kamu kok Mala ngelamun?" kata emily menyadarkan Syarif dari lamunannya."Oh.. maaf aku kurang fokus, Menurut kamu enaknya gimana? karna Najwa tidak suka dengan acara yang menurutnya berlebihan". jelas Syarif."jadi kalian tidak pernah merayakan ulang tahun?". tanya Emily. Syarif menggeleng"kami hanya mengucapkannya saja, tanpa ada pesta atau apala, tapi biasanya ibuk memberikan makanan pada anak-anak yatim di pondok, istilahnya bagi kami (bancaan). jelas syarif.emily bertanya "Apa itu istilah bancaan?"." bersedekah dengan cara membagikan makanan kepada orang yang kurang mampu dan anak yatim".jelas Syarif. Emily mengerti mungkin sama dengan berbagi. Pelayan cafe menghampiri mereka lalu mereka memesan makanan pizza dan lemon teh saja. "Syarif,," panggil Emily ragu. Syarif menoleh pada Emily. "ada apa?". tanya Syarif lembut. jantung Emily berdegup kencang."Apa aku boleh ikut ke rumahmu??" tanya Emily, Syarif membeo dengan kata emily. sadar akan tingkah Syarif Emily melanjutkan perkataannya,"Maksud ku, aku ingin memberi hadia pada Najwa dan memberikan kejutan kecil untuk Najwa". terang Emily. Syarif mengangguk.'Begitu baiknya kamu Emily, bagai mana mungkin bisa aku menghapus rasa ini'. batin Syarif. Emily pun tersenyum senang. pesanan yang di pesan tadi sudah di hidangkan. "Ayo. kita makan". ajak Emily, Syarif pun mengangguk. mereka makan dengan diam. Syarif memerhatikan Emily hatinya begitu sakit. sedangkan Emily menenangkan kegugupannya.
***
__ADS_1
Di rumah Syarif Najwa mondar mandir. ibu yang melihat Najwa bingung dengan tingkahnya. "Ono opo lho nduk, kok mondar mandir?" tanya ibu."Ora Ono opo-opo buk, Najwa lamung nunggu kak Dayat kok ora teko-teko"(gak ada apa-apa buk, Najwa cuma nunggu kak Dayat kok gak datang-datang). logat Jawa. "lha kok tumben, ngenti kakakmu".celetuk ibu. "wes toh buk, Iki urusan anak mudah" kata Najwa sesekali melihat ke depan rumah."Yo wes lha, lek ngono".ibupun melenggang ke dapur. bunyi mobil Syarif berhenti di depan rumah, ya Syarif membeli mobil baru sejak Najwa sakit dia sungkan pinjam terus sama Arya untuk kontrol Najwa, dan dia menjual 1 motor gedenya buwat beli mobil.
Syarif masuk ke dalam rumah tapi di hadang Najwa."Kak gimana berhasil kah??"tanya najwa penasaran.Syarif menghela nafas lalu kembali berjalan dengan lesu. Najwa membututi Syarif."Kak Dayat di tolak?". tanya Najwa. syarif hanya diam. "terus gimana, di tanya kok diam aja sih kak, jangan bikin Najwa penasaran dong kak?"cerocos Najwa."Kita tidak mungkin bisa bersama dek".kata Syarif."Maksud kak Dayat?"tanya Najwa bingung."Kita berbeda".singkat Syarif. Syarif menuju ke kamar Najwa terus membuntuti kakaknya,"Berbeda gimana kak? Menurut Najwa kak emil tidak begitu kak, kak Emil baik dia bahkan tidak perna membahas kekayaan atau membeda-bedakan Drajat atau apala, malahan dia sangat baik pada anak-anak di taman".terang Najwa. memang Emily sangat menghargai dan menghormati siapapun dan sangat toleransi antara umat beragama, itu lah yang di ajarkan orang tuanya dari kecil. Syarif membenarkan kata Najwa. "Kita berbeda keyakinan dek". jelas Syarif. Najwa seketika diam mendengar penuturan Syarif. "Apa kak Dayat sudah mengungkapkan perasaan kakak? apa kalian tidak bisa bersama?".tanya Najwa lirih. "Kakak belum mengungkapkan perasaan kakak. saat nambal ban kakak melihat Emil di klenteng bersama keluarganya, katanya Emily setiap hari Minggu ke klenteng bersama ayah dan ibunya". kata Syarif."Kenapa kakak gak ungkapkan perasaan kakak?siapa tau kak Emil juga cinta sama kakak dan dia mau menganut ajaran kita".ungkap Najwa. Syarif menggeleng. "kamu kan tau masuk Islam itu tidak boleh di paksa dan harus dengan keinginan hati sendiri".Sela Syarif."sudah malam, kamu tidur aja. besok kamu masuk kuliah pagi kan. biar cinta ini kakak simpan di palung hati".kata Syarif, Najwa mengangguk dan kembali ke kamarnya.
***
__ADS_1
tok..tokk..tokkkkk...
"Kak ditunggu ibuk sarapan"kata Najwa di depan pintu kamar Syarif. Syarif yang dari malam tidak tidur pun melangkah membuka pintu"ya ayo". ajak Syarif dan berjalan ke dapur. merekapun sarapan bersama,"Kak Syarif gak kerja?"tanya Najwa."Kerja".jawab Syarif singkat."kok tumben belum siap".tanya Najwa lagi."entar siang,kamu nanti pulang jam berapa dek?". tanya Syarif. "paling jam 1 siang".jawab Najwa. "Ingat nduk, nanti ikut ibuk ke pondok, ibuk sudah bilang pada ustadza Aini mau kesana".kata ibu mengingatkan."inggeh buk, Najwa boten supe kok"(iya buk, Najwa tidak lupa kok)jawab Najwa."Najwa Budal riyen buk, pon siang". Kata Najwa menyalami ibu dan Syarif,"Assalamualaikum.."Kata Najwa melangka keluar rumah. "waalaikum salam" jawab ibu dan Syarif bersamaan."Buk, pripun??" tanya Syarif pada ibunya," Pripun apane?" tanya ibu."Hari ini Najwa kan ulang tahun, terus dayat juga temen dayat ada kejutan kecil buat Najwa". kata Syarif ."Lha kejutan opo lho nak, sampeyan kan ngerti Najwa ora seneng Nek ulang tahune di rayakake".(kejutan apa nak, kamu kan tau kalau Najwa tidak suka ulang tahunnya dirayakan). kata ibu."Ya, Dayat ngerti,tapi temenku pengen bantu ibuk memasak kangge anak-anak yatim tenggene pondok buk".kata Syarif. ibu menelisik Syarif."temen siapa nak?kok tumben ngajak temen ke rumah".tanya ibu. "Nanti siang dia mau kesini buk, ibuk kenalan aja nanti, dia anaknya baik kok, biasanya kita jalan bertiga sama Najwa, jadi ibuk gak usa mikir yang aneh-aneh".tutur Syarif. ibu hanya menanggapi dengan senyuman.
***
__ADS_1
Emily menata baju di tokoh, hari ini dia izin pada Tante Maya masuk setengah hari karna dia akan pergi ke rumah Syarif. "Emil, tolong bantu Tante pilihkan gamis yang elegan ya satu set sama hijabnya juga".pinta Tante Maya."Baik Tante, tapi untuk siapa?"tanya Emily."pesenan bibi Erina untuk kado ulang tahun buat calon menantunya". kata Tante Maya."okey Tante, Emily pasti pilihkan yang bagus".jawab Emily mengacungkan jempol."sekalian bungkus juga Emil,Nanti biar Desi yang antarin ke rumah bibi".pinta Tante Maya. Emily mengangguk seraya memilih gamis dan di padukan dengan hijabnya. lalu Emily membungkus gamis tersebut di bantu oleh Desi. Emily melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 12 siang. Emily berpamitan untuk pulang pada Tante Maya. Emily menghubungi Syarif dan dia menungguh Syarif di depan toko, tak lama kemudian Syarif datang. Syarif keluar mobil menemui Emily dan membukakan pintu mobil untuk Emily, Emily tersenyum dia pun putar balik menuju pintu kemudi dan melajukan ke rumah. Tanpa disadari di dalam toko Tante Maya dan karyawannya melihatnya,mereka tersenyum senang. mereka pikir Emily akan kencan.