
"Jadi kamu habis ketemu sama Syarif?". tanya pemuda temannya. "Yup, kamu betul, kita bertemu di depan mini market depan rumah sakit". Jawab wanita itu duduk di sofa bersama teman pemudanya. "apa ada yang sakit?kok Syarif berada di area itu?". tanya pemuda itu, "ya, mungkin istrinya lagi sakit". celetuk wanita itu. pemuda itu menatap wanita itu tajam. "apa istri Syarif sakit?". tanya pemuda itu. wanita itu tersenyum. "kamu bodoh". pemuda itu makin geram. "jenny katakan apa kau tahu sesuatu?". wanita itu semakin terbahak. "biar saja istrinya sakit, kan aku bisa dengan mudah mendekati Syarif". Deg. jantung pemuda itu seakan berhenti, bagaimana bisa Emily sakit tapi dia tidak tahu. "Gerry, wanita yang kau sukai itu punya penyakit di rahimnya'". jelas jenny, Gerry membeku mendengarnya. "apa kau serius Jen?. tekan Gerry pada jenny. jenny mengangguk. "akhir-akhir ini mereka sering ke rumah sakit, dan ternyata istri Syarif terkena penyakit". ungkap jenny menuang wine di gelas, Gerry menghela nafas berat mendengar penjelasan Emily. 'emily sakit apa?'. guman Gerry dalam hati. jenny memerhatikan raut muka Gerry yang gelisah, sempat sedih, karna Gerry masih punya perasaan pada Emily apalagi jenny telah memberikan kesuciannya pada Gerry dan Gerry menyukai orang lain. 'apa yang membuat Gerry dan Syarif begitu menyukaimu, emily'. guman dalam hati jenny. jenny punya tekat untuk mendekati Emily dia ingin tahu kenapa dua orang lelaki yang dia kagumi begitu menyukainya.
Keesokan harinya Emily di izinkan pulang, tapi masih dalam tahap pengawasan dokter. Emily juga masih harus rutin tiap Minggu kontrol ke rumah sakit.
***
__ADS_1
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, dan tanpa terasa 3 bulan sudah berlalu, sekarang hari baru bagi Emily, dia bersyukur karna dia telah sembuh total dari penyakitnya, dan kini dia ingin membuka lembaran baru, Hari ini Emily ingin mengadakan syukuran di pondok, Emily sudah memesan catering. Di temani oleh Najwa dan ibu Emily bergegas berangkat menuju pondok. "Sayang, apa sudah siap?". tanya Syarif yang menungguh Emily di ambang pintu, "iya mas, ini sebentar lagi, nunggu Najwa masih di toilet". jawab Emily keluar dari rumah menghampiri Syarif. "Kenapa Najwa bolak balik ke toilet, aneh anak itu". cedak Syarif. "aneh apanya mas?". tanya Emily, tadi waktu Syarif berjalan keluar kebetulan berpapasan dengan Najwa, Najwa kesal sama Syarif karna bau parfum Syarif terlalu menyengat. "saat berpapasan denganku dia itu marah-marah ngatain parfum yang ku pakai bau". kesal Syarif pada najwa sedangkan Emily tidak bisa menahan tawanya. "sayang, kok Malah ketawa sih, apanya yang lucu?" . gerutu Syarif. terlihat Najwa keluar samperin mereka berdua sambil menutup hidung. "ayo kak, cepat berangkat!!". ajak Najwa berjalan menuju mobil. "kita itu yang nungguin kamu dari tadi". sela Syarif. Emily hanya menggeleng dengan tingkah suaminya yang lagi kesal. setelah semua masuk ke dalam mobil Syarif melajukan mobil menuju pondok.
Hari ini Syarif cuti kerja karna ada acara bersama emily di pondok. 1 bulan lalu Syarif sudah mulai kembali bekerja di bengkel, sedangkan urusan bisnis dengan Joy, Joy yang menghendel semua. Syarif dan Arya sudah menandatangi projek baru bersama jenny, ada investor baru yang akan membantu mereka membangun cabang bengkel lagi di luar kota. kondisi keuangan bengkel juga sudah stabil, karna rekan bisnis mereka pada puas dengan kinerja Syarif dan Arya. mereka begitu menjunjung tinggi pelanggan mereka, maka dari itu bengkel mereka selalu rame.
"assalamualaikum kak Amel?". sambut Bilqis dan teman-temannya, "waalaikum salam", anak-anak berhambur ke pelukan Emily, lama sekali mereka tidak bertemu jadi saling rindu, Syarif menyalami ustadz Jailani, sedangkan Najwa menghampiri anak-anak dengan senyum ceria melihat emily dan anak-anak yang ceria melepas rindu. "kak kita kangen kakak,,".seru anak-anak. "kakak juga kangen... banget sama kalian". ucap Emily tulus. ustadzah Aini mendekati mereka, "sudah, nanti kak amel capek lho". tukas ustadzah Aini, Emily tersenyum menyambut ustadzah Aini, "assalamualaikum ustadzah". anak-anak melenggang dari sisi Emily dengan cemberut. "waalaikum salam nak". jawab Emily. "adek-adek, kita masuk ke dalam yuk!". ajak Najwa. anak-anak pada mengangguk. "AYO". seru anak-anak semangat bersamaan. Emily menghampiri ustadzah Aini, "Ustadzah, gimana kabarnya?". Emily memeluk ustadzah Aini, "Alhamdulillah baik mel". balas ustadzah Aini. "kamu sendiri gimana Mel, jika kamu masih sakit, kamu lebih baik dirumah saja Mel". lirih ustadzah Aini, "Alhamdulillah berkat doa kalian semua Amel sudah sembuh ustadzah, dan insya allah Amel akan kembali mengajar ustadzah". terang Emily. "Alhamdulillah,, syukurlah Mel". mereka melerai pelukan mereka berdua. "Nak, ayo kita masuk, di dalam anak-anak sudah pada menungguh!". ajak ibu, Emily melirik Syarif yang masih bercengkrama dengan ustadz Jailani, "baik buk, kita masuk duluan saja, biar nanti mas nyusul", ajak Emily, ustadzah Aini dan ibu mengangguk. "mari ustadzah, ustadzah duluan!". Emily mempersilahkan ustadzah Aini terlebih dahulu. ustadzah Aini berjalan lebih dulu, dan di ikuti Emily dan ibu di belakangnya.
__ADS_1
Di kantor Gerry, dia teringat dengan perkataan jenny beberapa bulan lalu, kalau Emily sedang sakit, setelah rapat Gerry meminta asistennya mencari tahu tentang penyakit Emily, sebenarnya Gerry masih memendam perasaan pada Emily, tapi dia juga harus bertanggung jawab atas ulanya dengan jenny, bisa jadi jenny hamil, kalaupun benar, dia dengan lapang hati akan menikahi jenny jika jenny mau menerimanya. karna yang Gerry tahu jika jenny masih mengejar Syarif.
Ting!..
Bunyi notifikasi pesan dari asisten Gerry. Gerry menegang melihat isi pesan itu. 'Tuan, 3 bulan lalu Emily menjalani operasi pengangkatan miom di rumah sakit. dan dari info sekarang penyakitnya sudah sembuh, kata tetangganya dia sekarang lagi tasyakuran di pondok anak-anak yatim, saat aku mengintai ke pondok ternyata ada mobil nona jennyfer di sebrang jalan, sepertinya nona jenny juga sedang mengamati mereka'. "****!!". umpat Gerry. enta apa yang ingin dilakukan jenny pada Emily. Gerry takut jenny akan mencelakai Emily. dia langsung mendial nomer jenny, tapi tidak di angkat. Gerry makin cemas, dia menghubungi asistennya. "kau awasi terus jenny, apa yang dia lakukan, aku akan segera menyusul kesana". Gerry beranjak keluar dari kantornya dan melenggang pergi menyusul jenny berada. di mobil Gerry terus menghubungi jenny tapi wanita itu tidak mengangkatnya.
__ADS_1