Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
bab 5


__ADS_3

Tak terasa kedekatan Emily dan Syarif sudah hampir 5 bulan. mereka sering jalan bertiga nonton dan belanja. Perasaan Emily pada Syarif makin hari makin besar, enta perasaan cinta atau pertemanan. Emily takut kalaupun perasaannya pada Syarif adalah cinta, karna dia tidak yakin kalau Syarif juga mencintainya."Kalaupun Syarif cinta sama aku, kenapa dia tidak mengungkapkannya?". Kata emily pada Erna,mereka duduk di restoran tempat Erna kerja."Kalian dekat Uda berapa bulan?" Tanya Erna."ya kurang lebih 5 bulan". jawab Emily."aduh Emil, baru juga 5 bulan mungkin kalau Syarif mengatakan cinta sama kamu pasti dia akan kira kamu gak percaya karna baru 5 bulan kenal main nembak aja". terang Erna. "ya juga si, tapi apa mungkin dia suka sama aku, karna kita aja gak perna jalan berdua, kita selalu jalan bertiga sama Najwa".kata emily."Mungkin Syarif gak mau terjadi fitnah makanya dia ngajak Najwa"terang Erna lagi."ya juga sih, Abang Ale dulu juga gak perna jalan berdua sama mbak mairah pasti kalaupun ketemu sama uminya malahan."cicit Emily. 'mungkin Syarif suka sama kamu Emil, tapi apa dia tau kalau kalian berbeda, makanya dia tidak mengungkapkan perasaannya padamu'.batin Erna, Erna senang karna Emily suka sama seseorang tapi dia juga sedih karna orang yang disukai berbeda keyakinan. apa mungkin mereka bisa bersama."Ya Udah, jangan galau terus mending kita makan, keburu dingin ni nasi goreng" kata Erna. Emily pun mengangguk. mereka makan berdua kebetulan jam istirahat.


Syarif di temani Najwa pergi ke mall guna membeli cincin yang tujuannya untuk melamar Emily. Syarif meminta bantuan Najwa untuk memilih, Najwa mondar mandir melihat toko perhiasan yang ada di mall tersebut. "Kakak yakin, ingin langsung melamar kak Emil??"Tanya Najwa."He'em,". Jawab Syarif singkat. "Apa gak sebaiknya kak Dayat kenalin dulu sama ibuk?"tanya Najwa lagi."Kalau kakak kenalin dulu pada ibuk, takutnya Emily nolak kakak. kakak gak mau bikin ibuk kecewa. begitu juga sebaliknya". tutur Syarif. "apa kak Dayat sudah perna main ke rumah kak Emily?" bertubi-tubi pertanyaan terlontar dari najwa.syarif menggeleng."katamu suru cepet-cepet halalin dia". ungkap Syarif. "ya, memang Najwa suru halalin tapi ya gak gini juga si kak, kakak bahkan belum kenal orang tua kak Emily, terus main lamar aja," celetuk Najwa. Syarif tersenyum simpul. "ya uda, cepet pilihkan yang cocok jangan komentar aja".pinta Syarif. Najwa memilih dua cincin yang sama."gimana kalau yang ini kak?". tanya Najwa pada Syarif. Syarif meneliti cincin tersebut."ya bagus". kata Syarif lalu menyuruh penjualnya membungkus. selesai dari toko perhiasaan mereka menuju toko gamis, najwa ingin membeli gamis buat dirinya dan juga ibunya. syarif hanya menunggu Najwa yang lagi memilih baju, jenuh menungguh Syarif pun memilih-milih gamis dia melihat satu set gamis beserta hijabnya yang bagus."Gamis ini bagus mas, ini cuma ada 1 karna ini adalah desain dari pemilik tokoh sendiri".kata penjaga tokoh pada Syarif."Mbak, aku ambil yang ini". kata Syarif. penjaga toko mengambil satu set gamis tersebut dan membungkusnya. Najwa yang sudah selesai memilih baju, menghampiri Syarif"kak,Najwa ke kasir dulu ya". kata Najwa."ayo sekalian kak Dayat bayarin".kata Syarif."Uang yang kakak kasih masi ada kok".kata Najwa."Itu buwat jajan kamu". jawab Syarif, Najwa memberikan gamis pilihannya pada kasir, kasir itu membungkus gamis Najwa dan memberikannya dan memberikan lagi 1 paper bag pada Syarif dan mentotal semua. Syarif pun membayarnya. Najwa melirik kakaknya yang membawa paper bag seraya bertanya"kakak beli apa?" Syarif tersenyum."Baju".Najwa bingung di toko tadi kan cuma jual baju gamis dan baju syar'i." Ya maksudnya baju untuk siapa? disana kan gak jual pakaian laki-laki".ungkap Najwa kesal."ada deh.." Syarif tersenyum. mereka kembali pulang.

__ADS_1


***


Hari Minggu adalah hari dimana keluarga Emily rutin ke klenteng. Emily hari ini juga libur kerja karna dia ada janji sama Syarif. ya seusai dari klenteng Emily akan ketemuan sama Syarif.

__ADS_1


Drettt.... Drettt..


Ponsel Syarif berbunyi, di lihatnya panggilan dari Emily. lama Syarif tidak menjawab hanya di lihat saja. Hatinya masih sakit akan kenyataan ini. awalnya Syarif mengajak Emily jalan berdua saja. dia bilang pada Emily untuk membantu membelikan hadia ulang tahun pada Najwa, tapi itu hanya alasan Syarif karna sebenarnya dia ingin memberi Emily kejutan dia akan melamar Emily. Tapi ternyata harapan Syarif sirna akan kenyataan. Syarif mengatur nafas dan menjawab telfon Emily. "Hallo Emil, maaf tadi lagi di toilet"bohong Syarif. "Oh, pantesan lama angkatnya. Kamu uda dimana?" tanya Emily."Ini mau berangkat, kamu uda siap?"kata Syarif."ya, Ini mau berangkat, kita ketemuan dimana?". tanya Emily. Syarif memerhatikan Emily dari kaca spion. terlihat Emily berjalan. "Kamu dimana? aku jumput aja gak apa kan?". tanya Syarif."aku di gang nunggu angkot".jawab Emily seraya duduk di pangkringan menunggu angkot."okey, tungguh disana aku akan menjemputmu". pinta Syarif mematikan telfon. Syarif menjalankan mobilnya dia putar balik dan menuju ke tempat Emily. Cincin tadi yang di bawah di masukkan ke dalam sakunya lagi."Aku mencintaimu Emily, mungkin inilah cinta yang tak bisa dimiliki, akan ku simpan cintaku ini".lirih Syarif. Syarif berhenti di depan Emily. dia membuka kaca mobil dan melambai pada Emily, Emily tersenyum lalu masuk ke dalam mobil. di perjalanan mereka hanya diam berkelana dengan pikiran masing-masing. Emily hatinya senang karna baru kali ini dia berjalan dengan Syarif, tapi perasaannya terasa sangat gugup mungkin baru pertama kali dia jalan sama cowok hanya berdua. Berbeda dengan Syarif hatinya seakan remuk, baru pertama kali merasa jatuh cinta tapi penghalang yang begitu besar akan cintanya, haruskah dia mengubur cintanya ataukah memperjuangkan cintanya pada Emily.

__ADS_1


__ADS_2