
Arya sedang menunggu mamanya memilih kado untuk pernikahan Syarif, selesai memilih Arya pamit pada mamanya untuk ke toilet, mata Arya menangkap sosok yang familiar di toko buku yang ada di mall wanita itu sedang memilih buku, Arya memandang sejenak untuk memastikan apakah benar dugaannya, dan ternyata dugaan Arya benar, Arya hendak nyamperin wanita itu, tapi langkah Arya terhenti ketika wanita itu di kasir di temani seorang pria, Arya memilih memperhatikan wanita dan pria itu di depan toko, sampai pria yang tadi bersama wanita itu melangkah keluar dari toko buku membawa paper bag, sedang kan wanita itu tak lama mengikuti pria tersebut, sampai di pintu toko Arya memalingkan mukanya ke arah lain, dan wanita serta pria itu tidak terlalu memperhatikan jika mereka di awasi oleh arya. 'Najwa', lirih Arya masih memperhatikan Najwa dan Joy. mama yang selesai membelikan kado untuk Syarif mencari keberadaan Arya, dan dilihatnya Arya sedang berdiri di depan toko buku, mama mendekati Arya, "Arya, apa kamu sudah selesai dari toilet", Arya menengok ke samping ternyata ada mamanya, "ya ma gak jadi, kita pulang aja", Arya melenggang pergi, mama yang di buat bingung Karna wajah Arya nampak lesuh, ahirnya mama memilih mengikuti Arya melenggang pulang, 'ada apa dengan Arya, ya Uda nanti aku tanya di rumah aja', batin mama menyusul Arya.
__ADS_1
Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
"Assalamualaikum", terdengar sautan dari dalam seraya pintu terbuka, "waalaikum salam", ibu di buat kejut atas datangnya Syarif dan Emily, "Lho kalian Uda kembali", Emily menyalami ibu dengan takzim, Syarif masuk membawa koper milik Emily, karna kopernya di taru di rumah ayah Emily, "iya buk," Emily masuk bersama ibu ke dalam menyusul Syarif, "kalian sudah makan?", Emily mengangguk, "Yo wes lha, susul suamimu ke kamar kalian pasti capek, istirahat saja dulu", ibu berpikir mereka baru datang dari Bali, karna Syarif tidak memberi tahu kalau dia sudah sampai dari kemarin dan menginap di rumah ayah Emily. "iya Bu, aku masuk dulu", pamit Emily dia pun bergegas menyusul Syarif yang ada di kamar. "mas, biar aku saja yang beresin, mas istirahat saja dulu", Emily mendekati Syarif yang sedang menata baju milik Emily ke lemari pakaian yang Syarif siapkan untuk Emily, "ini sudah selesai sayang", Syarif menata baju terakhir yang ada di koper kedalam lemari pakaian, Syarif melangkah menutup pintu kamar, dia melangkah menghampiri Emily, "sayang, apa aku boleh_", Syarif menatap intens mata Emily, Emily yang di tatap seakan jantungnya akan copot, detak jantung Emily semakin menggebu di kala Syarif mencium keningnya dengan lembut menelusuri wajah, hidung dan mengulum lembut bibir ranum milik Emily, awalnya dia malu walaupun itu bukan pertama kali bagi Emily tapi lama kelamaan Emily menikmati dan membalas decapan yang Syarif lakukan, mereka saling menautkan bibir mereka sampai seakan kehabisan oksigen, mereka berhenti untuk mengambil nafas sejenak, lalu melakukannya kembali, tangan Syarif makin nakal mencoba membuka kancing baju Emily satu persatu dan terlihat dua gundukan besar milik Emily yang memancing hasrat Syarif untuk mengulum gundukan tersebut satu gundukan di remas dengan tangan dan yang satu di mainkan dengan mulutnya Syarif membawa Emily ke ranjang Emily menikmati setiap buaian yang Syarif lakukan, hingga *******-******* sudah tak di tahan lagi, Emily menggeliat karna Syarif menekan gundukan dengan cepat, ****** yang berwarna ranum menghipnotis Syarif untuk terus memainkannya dengan lidah. "aaaahhhkk,,, mas..", ******* Emily membuat birahi Syarif terpancing makin menggebu tangan Syarif berhasil melucuti semua pakaian Emily, hanya tersisa kain tipis berbentuk segitiga yang menempel di pusat tersensitif, Syarif takjub dengan kemolekan tubuh Emily yang putih bersih, Emily masih menggeliat dengan buaian yang Syarif berikan, Syarif berada di atas Emily dia sudah membuka semua baju miliknya tanpa terkecuali, syarif menutupi dirinya dan emily dengan selimut, batang milik Syarif sudah menonjol dan siap menuju sangkarnya, Syarif berbisik lembut di telinga Emily, "Sayang tahan ya, kalau sakit bilang", Emily mengangguk, Syarif pun melanjutkan aksinya dan mengucapkan doa, "Allahumma jannibnas syaithoona wa jannibis syaithoona maa razaqtanaa", Syarif memasukkan batang miliknya sedikit demi sedikit, "Mas... sakit", lirih Emily, Syarif berhenti sejenak, "Tahan ya sayang...", Syarif melanjutkan aksinya memang agak sulit karna milik Emily Masi sempit dan dia terus menekan batangnya, Emily meremas rambut Syarif karna Syarif berhasil membobol keperawanan Emily, dilihatnya bercak darah di batang milik Syarif, Syarif sungguh bersyukur dia mencium kening Emily dan melanjutkan dengan menghentak pelan tapi pasti, Emily terus mendesa membuat gairah Syarif membunca dan dengan cepat Syarif menghentakkan batangnya maju mundur hingga mereka mencapai kenikmatan surga dunia, saat akan mencapai orgasme Syarif melafalkan doa, "Alhamdulillahilladzii kholaqa minal Maai basyaran faja'alahuu nasaban washihran, wa kaana rabbuka qadiiran", di tumpahkannya ****** milik Syarif di dalam rahim Emily, Syarif Masi menahan miliknya didalam sangkar agar tidak tumpah benih-benihnya Syarif berdoa supaya benih tersebut menjadikan seoarang anak yang Sholeh/Sholihah, beberapa menit kemudian Syarif berbaring di sisi Emily mereka terlelap sejenak, meski waktu menunjukan Masi siang.
__ADS_1
Mama Arya memperhatikan Arya yang sedang murung, enta apa yang di pikirkan, "kamu sudah kasih tau bibi jika nanti malam kita akan ke rumahnya?", mama Arya duduk di samping Arya yang sedari tadi menatap lurus ke arah kolam ikan di taman samping rumahnya, "belum ma, nanti Syarif akan aku kasih tahu ma,", Arya beranjak mengambil ponselnya di kamar, mama menghela nafas, melihat Arya meninggalkannya di taman.
__ADS_1
Ponsel Arya di genggamnya dengan erat di tatapnya no.najwa ingin dia menghubungi Najwa, tapi keinginan itu di tepis oleh Arya, perasaannya Masi bercampur aduk, antara kecewa dan cemburu, Arya memilih mengirim pesan pada Syarif, 'nanti kita sekeluarga akan ke rumahmu, tolong kasih tahu bibik ya', pesan terkirim.
__ADS_1