Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 38


__ADS_3

"Buk, Najwa dimana? dari tadi kok gak kelihatan", Syarif menghampiri ibu yang duduk menonton televisi di ruang keluarga. "Najwa pergi sama nak Joy", jawab ibu Masih menonton televisi, "APA", kaget Syarif mendekati ibunya, "kenapa kok kaget kayak gitu?", Emily pun juga menghampiri Syarif, "Sejak kapan Najwa dan Joy dekat buk?", ibu menjelaskan pada Syarif jika Najwa itu membantu mengajar anak-anak jalanan belajar membaca, "Nak Joy izin sama ibuk apa boleh Najwa mengajari anak-anak jalanan, ya, ibuk sih ngebolehin asal Najwanya mau", Syarif mengangguk mengerti, "Tapi kenapa Joy tidak bilang sama Dayat buk". ibu melihat jam di dinding menunjukan pukul 3 sore, "Joy gak mau ganggu kamu yang lagi bulan madu", ibu beranjak meninggalkan Syarif dan Emily guna untuk menyiapkan jamuan untuk keluarga Arya. "Ponsel mas dimana sayang?", tanya Syarif pada Emily, "di kamar mas, apa mau aku ambilin?", Syarif menggeleng, "gak sayang, mungkin kamu capek, mas ambil sendiri saja", Emily mengangguk, Syarif beranjak pergi mengambil ponselnya, Emily memilih membantu ibu di dapur.


Di rumah Arya mamanya di sibukkan dengan memilih baju yang cocok untuk suaminya, kebetulan ayah Arya sudah pulang kerja, dia meminta asistennya untuk menggantikan sementara, Karna dia harus pulang lebih awal, "yah, apa pakai baju yang ini aja, ini kan setelan yang kita pakai saat ke acara teman ayah", ayah Arya menatap istrinya tersenyum dengan tingkah istrinya, "Tersera kamu saja, lha tadi kamu kan dari mall kenapa gak beli tadi?", mama Arya mendengus, "Arya keburu ngajak balik yah", bingung dengan tingkah istri dan anaknya, karna biasanya Arya kan nurut apa mau mamanya jika saat belanja bahkan biasanya seharian penuh Arya mau menemani mamanya karna Arya sadar jika mereka jarang bersama, maka saat bersama Arya akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mamanya. "Kok tumben ma, biasanya dia kan manut sama kamu", ayah Arya membuka kemeja dan masuk kamar mandi untuk membersikan diri "Gak tahu juga yah, tapi wajahnya kelihatan agak bete pa", ayah Arya masih mendengar ungkapan istrinya, "ya udah cepeta6n pilih bajunya keburuh ayah selesai mandi", teriak ayah Arya dari dalam kamar mandi, "Iyah ayah", mama Arya kembali memilih baju untuk mereka berdua dan sudah menemukan yang cocok.

__ADS_1


Di kamar Arya menimang, "Najwa, apa aku terlalu cemburu, aku tidak suka melihat kamu dekat dengan lelaki lain", lirih Arya duduk di sofa di dalam kamarnya, "apakah aku harus segera menikahimu, tapi aku sudah janji sama kakakmu akan menunggumu lulus nanti", Arya membaringkan dirinya di sofa, "Ya Allah, aku mohon sandingkan aku dan Najwa di pelaminan, jadikan dia bidadari surgaku".


"Najwa, Apa kamu nyaman kalau aku antar pulang kamu pake motor ini?", tanya Joy pada Najwa, karna dilihat dari spion Najwa sepertinya kurang nyaman, mungkin karna bodi motornya yang gedeh apalagi Najwa pakai gamis panjang, "Gak apa-apa mas", jawab Najwa memegangi khimarnya yang agak panjang, "Kita ke markas saja dulu, ganti pakai mobil aja", Jelas Joy, Najwa hanya diam, dia hanya mengikuti apa kata Joy, tidak butuh waktu lama Joy sudah sampai di parkiran mobilnya, Andre sudah menungguh di sebelah mobil Joy, Andre tersenyum pada Najwa, Joy menyerahkan kunci motor pada Andre, "Andre kak Najwa pulang dulu ya, salam buat anak-anak", ungkap Najwa seraya masuk ke mobil yang pintunya sudah di buka Joy, Joy pun menutup pintu mabok dan beranjak untuk masuk mobil, di lihatnya sudah sangat sore, Joy takut ibu akan menunggu Najwa, Joy pun bergegas melajukan mobilnya dan mengantar Najwa pulang.

__ADS_1


Emily dan ibu sudah selesai menata buah-buahan yang disajikan di atas meja, "Assalamualaikum", terdengar salam, ibu melirik Emily, Emily dan ibu menjawab secara bersamaan, "Waalaikum salam", terlihat Najwa masuk ke dalam mencari ibunya, "nduk, kok baru pulang", tanya ibu mendekati Najwa, "iya buk, tadi Najwa beli buku untuk anak-anak setelah itu Najwa mengajari mereka Bu, tapi_" belum selesai Najwa mengungkapkan pada ibu, Emily datang menghampiri ibu dan Najwa, "Kak Amel, kok di rumah", kaget Najwa, "iya tadi mbakmu dan kakakmu pulang, ibuk aja kaget", najwa menghampiri Emily dan memeluknya, "Mbak, Najwa kangen banget sama kalian, kak Dayat mana?", Najwa celingak celinguk mencari keberadaan Syarif, "Di kamar, ", jawab Emily melerai pelukan Najwa, "EHEM,,", Dehem Syarif mendekati adik dan istrinya, "Kak Dayat, mentang-mentang lagi honey moon gak pernah menghubungi Najwa", kesel Najwa pada Syarif, "Kita kan lagi senang-senang kalau menghubungi kamu, entar kamu nya ganggu aja", celetuk Syarif, Emily mencubit Syarif, "Iya, tau, tapi gimana, Uda nyicil bagian apanya?", goda Najwa, "Maksud kamu?", Najwa mencibir, "buat anaknya Uda nyicil apa, kuping, atau hidung?", gelak tawa Najwa dan ibu bersamaan, Emily tersipu malu, "Mau tahu aja, rahasia kita dong", dengus Syarif, "tersera lah aku mau mandi dulu, najwa juga belum sholat ashar", Najwa beranjak meninggalkan mereka menuju kamarnya, "jangan lupa dandan yang cantik", seru Syarif, Najwa tidak memperdulikan kata-kata kakaknya. "Najwa sudah ibuk kasih tahu kalau Arya dan keluarganya mau kesini?", tanya Syarif pada ibu, ibu menggeleng, "belum sempat ibuk kasih tahu, Najwanya keburu pergi", Emily melirik Syarif sejenak, kemudian mendekat ke ibu, "buk, biar aku yang memberi tahu Najwa saja, ibuk dan mas disini saja", ibu dan Syarif saling pandang, mereka pun setuju.


Keluarga Arya sudah sampai di depan rumah Syarif, dilihat arloji di tangan menunjukan pukul 7 malam, Arya beserta orang tuanya keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah Syarif.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok.. "assalamualaikum",


Ceklek... pintu terbuka, "Waalaikum salam, kalian sudah sampai, ayo masuk, anak-anak sudah menungguh", jawab ibu, "Mbak Pripun kabare?", tanya mama Arya pada ibu, seraya memeluk dengan ibu dengan rindu karna jarang bertemu. "Alhamdulillah dek, Lha piye, kabarmu?", ibu melerai pelukan mama Arya, "Alhamdulillah mbak, mbak waktu Syarif menikah maafin aku gak datang kesini, ada tugas di luar kota mbak!", ibu tersenyum "wes ora opo-opo, lha sampean ae sibuk, mbak Ais maklumin kok", kekeh ibu, "Matur suwun mbak" ,lirih mama Arya, ibu dan mama Arya memang seperti kakak adik, mereka berdua hidup di panti asuhan, ibu menganggap mama Arya adik kandungnya, dia merawat dan membiayai sekolah mama Arya dulu. hingga mereka menikah dengan 2 sahabat akrab yaitu ayah Arya dan bapak Syarif. "Arya, ayo masuk", ajak ibu mereka pun masuk bersama, di dalam Najwa dan yang lainnya sudah menungguh di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2