Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 53


__ADS_3

Syarif memarkirkan mobil di depan restoran dia memilih membungkus makanan dan di makan ketika sampai di rumah.


"Sayang, aku turun dulu ya", Emily mengangguk, Syarif pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke restoran. hening sejenak, baik ibu, Emily ataupun Najwa mereka hanya diam, tidak seperti biasanya Najwa selalu ceria, mereka kalut dengan pemikirannya masing-masing. setelah 15 menit Syarif kembali, dia membawa paper bag berisi makanan, dia pun masuk ke dalam mobil, melihat Emily yang melamun hati Syarif begitu sedih, "apa yang harus ku lakukan agar kamu tidak sedih lagi sayang?". guman Syarif dalam hati. Syarif melajukan mobilnya. setelah 20 menit mereka sampai di rumah, Syarif memarkirkan mobilnya dia beranjak membukakan pintu untuk Emily dan ibu, setelah semua turun Syarif memasukkan mobil dalam garasi di samping rumah. ibu, Najwa dan Emily berhambur masuk ke dalam rumah, Syarif masuk membawa paper bag berisi makanan Syarif meletakkan ke makanan itu di meja. Najwa ke dapur bersama ibu, mereka akan menata makanan tersebut, sementara Emily dan Syarif masuk ke kamar.


Ceklek...


Emily membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, dia duduk di depan meja rias termenung membuka map yang berisi hasil leb dan kontrolnya tadi, buru-buru Emily menaruh map tersebut ke laci sebelum Syarif masuk ke kamar.


"Sayang,,". panggil Syarif, melihat Emily duduk, Syarif menghampirinya. Emily melihat Syarif di cermin, tatapan mereka seolah beradu. "Mas,". Syarif memeluk Emily dengan lembut. "kamu belum ganti baju, apa masih sakit perutnya?". Emily berbalik dan keduanya kini bertatapan. "Nggak kok mas, mas pasti yang capek, aku siapin air hangat dulu ya!", Emily hendak beranjak tapi Syarif mempererat pelukannya. "Nggak usah sayang, mas hanya ingin memelukmu". lirih Syarif lembut. Emily memejamkan mata, menikmati pelukan yang di berikan Syarif seolah memberi kekuatan untuknya. dia harus tegar dan ikhlas menjalani semua ini. 'aku tak tahu mas, apakah rasa sayangmu kelak masih sama seperti ini jika aku tidak dapat memberikan keturunan untukmu'. guman Emily dalam hati, sakit, memang itulah yang di rasakan Emily, tapi bagaimanapun dia harus tetap tegar dan ikhlas itulah kekuatan sesungguhnya. "Sayang, aku akan melakukan apapun asal kau bahagia". lirih Syarif. Emily mengangguk, "aku akan selalu bahagia mas jika melihat mas bahagia". jelas Emily, "kita akan berjuang bersama sayang". tegas Emily. "terimah kasi mas". Syarif mencium kening Emily dengan lembut.

__ADS_1


Di bengkel Arya melanjutkan aktifitasnya, dia membantu Abi dan temannya, tak terasa waktu sudah sore dia dan karyawannya bergegas untuk pulang. "Bang, aku pulang dulu ya". sapa Abi, Arya mengangguk. "hati-hati bi". Arya mengambil ponselnya dan menghubungi Najwa. "assalamualaikum". salam Najwa dari sebrang. "waalaikum salam, kamu masih di rumah ibuk?". tanya Arya. "iya kak, kak Arya sudah pulang?". tanya Najwa. "iya, aku kesana ya. assalamualaikum". salam Arya. "waalaikum salam". Arya menutup panggilannya, dia pun beranjak ke rumah ibu menggunakan mobil Syarif.


Najwa memasukkan ponselnya dalam saku gamisnya dia beranjak berkumpul kembali di meja makan bersama keluarganya. "nduk, siapa yang nelfon?". tanya ibu, "kak Arya buk, dia mau kesini jumput Najwa". Najwa kembali ke tempatnya semula. "oh, kalian gak nginep di sini?". tanya Syarif. "gak kak, karna mama dan ayah lagi di Bogor". titah Najwa, "apa ada yang sakit di Bogor?". Najwa menggeleng. "gak ada buk, kata ayah dan mama mereka hanya berkunjung". ibu mengangguk. "syukurlah". mereka kembali melakukan aktifitas makan yang harusnya di lakukan siang tadi tapi baru sore hari melakukannya. terdengar bunyi mobil berhenti di depan rumah. "buk, Najwa lihat sebentar ya. mungkin itu kak Arya". pamit Najwa, dia pun bergegas keluar menemui Arya.


***


"kamu yakin Jo, akan kembali?". tanya umi Mariya pada Joy di ruang kerja. "kasihan Syarif mom, Joy harus kembali". umi Mariya menghela nafas berat, "tapi, apa hatimu sudah siap nak?". Joy menatap umi Mariya sejenak. "Joy harus belajar mom". umi Mariya memeluk Joy, "kamu memang terbaik nak, mommy bangga padamu". Joy membalas pelukan umi Mariya. "mommy, dan Daddy akan menyusul jika urusan Daddy disini sudah selesai". Joy mengangguk. "thanks mom".


***

__ADS_1


Ceklek..


Jenny membuka pintu dengan sempoyongan. "kenapa kau berisik sekali", Sindi melihat jenny dia terpengangah, jenny yang keluar dari kamar Gerry dan hanya menggunakan dalaman saja. melihat itu Gerry menyuruh Sindi segera keluar. "Kau keluarlah!!", Sindi gelagapan. "ba- Baik pak". Sindi bergegas keluar dari ruang tersebut. Gerry melihat jenny yang sempoyongan, dia pun menghampiri jenny dan memapahnya kembali ke kamar dan menidurkan jenny kembali.


Sementara Sindi di luar masih tak percaya, bisa-bisanya bos besarnya bermain wanita di kantornya. "dasar pria, bisa-bisanya dia bermain wanita di kantor, huuuh.." dia pun bergegas kembali ke ruang kerjanya.


***


Hari ini Syarif akan pergi ke perkebunan, dia mengajak Emily ikut serta, mungkin di kebun mereka akan merasa terhibur sejenak.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah siap?", tanya Syarif pada Emily yang lagi memakai hijabnya. "iya mas, ini baru pake hijab". kata Emily di depan cermin. Syarif membantu Emily merapikan hijabnya. "sudah selesai, kamu cantik sekali sayang". Syarif memeluk Emily dari belakang, Emily melihat pantulan dirinya dan Syarif dari kaca. "Mas, ini bisa aja deh". Emily tersipu malu. terlihat semburat merah di wajah Emily, Syarif tersenyum senang melihat Emily yang tidak lagi sedih. "ayo sayang, kita berangkat, entar kesiangan". ajak Syarif Emily pun mengangguk. tak lupa mereka sarapan dengan ibu setelahnya mereka berpamitan untuk pergi. "nak, jangan lupa nanti minum obat!". seru ibu, Emily mengangguk. "iya buk". Emily mencium punggung tangan ibu, "assalamualaikum", ibu menjawab salam dari Emily dan Syarif, "waalaikum salam, Dayat, jaga istrimu jangan sampai dia capek!!". seru ibu khawatir, Syarif mengangguk. "Dayat akan menjaganya buk, kita berangkat dulu". ibu mengangguk. "hati-hati!". Syarif dan Emily masuk ke mobil mereka pun berangkat menuju perkebunan milik Joy dan Syarif.


__ADS_2