Tuntun Aku Jadi Makmummu

Tuntun Aku Jadi Makmummu
Bab 2


__ADS_3

BRAAAKKK..


Najwa dan putri tertabrak putri jatuh beruntung luka putri tidak terlalu parah cuma luka - luka ringan, berbeda dengan Najwa lukanya sangat parah sampai tidak sadarkan diri mereka segera di larikan ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Dreet... Dreet.. ponsel Syarif bergetar dilihat panggilan dari Joy." Rif, adik lu kecelakaan dia di tabrak sekarang di bawah ke rumah sakit"Ucap Joy saat Syarif mengangkat telfon. Syarif bergegas menuju rumah sakit, Arya pun menyusul.


Sampai di rumah sakit Syarif menuju resepsionis" mbak ada pasien baru habis kecelakaan dimana?"tanya Syarif panik. "Masi di ruang ICU pak"Jawab resepsionis. Syarif menuju ICU dia tidak boleh masuk dan terlihat di kaca Syarif melihat Najwa yang sedang di tangani dokter lukanya sangat parah dan di sebelahnya putri yang sedang di perban luka-lukanya putri sudah sadar tadi dia pingsan mungkin karna sok. ada lagi satu korban cowok yang lukanya juga tidak terlalu parah layaknya Najwa. dokter keluar ruangan mencari keluwarga Najwa untuk di tindak lanjuti oprasi tulang kaki Najwa retak. "Siapa wali dari Najwa?". Syarif bergegas menuju dokter"Saya dok kakak Najwa". jawab Syarif."Baik.tuan harus segera tanda tangani surat ini mbak najwa lukanya sangat parah harus segera di oprasi tulang kakinya retak". jelas dokter. Syarif segera menanda tangani surat yang di berikan perawat tersebut. Syarif menunggu di luar ruangan oprasi dia sangat gusar dan menyesal tidak bisa menjaga adiknya dengan baik. Ibu dan Arya datang menghampiri Syarif. tadi Syarif minta Arya untuk menjemput ibu di rumah. "Nak, dimana adikmu dan gimana kondisinya?".Syarif memeluk ibu tak terasa air matanya terjatuh "Buk, maafkan Dayat Bu!! Dayat tidak bisa menjaga Najwa dengan baik Bu,Dayat gagal Bu.." tangis Syarif pecah di pelukan ibunya. "Nak, ini itu musibah yang sudah di atur oleh yang kuasa, jadi kamu jangan menyalakan dirimu, kita berdoa yang terbaik untuk adikmu ya nak".Kata ibu menyeka air mata Syarif. Ibu dan Syarif masih menunggu dokter keluwar. tak henti-hentinya ibu berdzikir seraya membaca ya Rahman ya Rahim. hampir 2 jam dokter berkutit di ruang oprasi dan pintu terbuka Syarif dan ibu juga Arya menghampiri dokter."gimana keadaan Najwa dok??"Tanya Syarif"."Alhamdulillah pasien suda melewati masa kritis, dan operasinya juga berhasil, tapi untuk sementara pasien tidak boleh gerak dulu".Jelas dokter. "Apa itu artinya Najwa tidak bisa berjalan?"tanya Syarif lagi."Untuk sementara pake kursi roda dulu, mungkin 2/3 Minggu untuk pemulihan paling cepat terjadi, tergantung kondisi pasien".tutur dokter.

__ADS_1


Satu Minggu sudah Najwa di rumah sakit, dokter sudah menginjinkan untuk pulang,Syarif di suruh dokter untuk menebus obat di apotek rumah sakit. Syarif pamit pada ibu untuk menebus obat ke apotek juga menyelesaikan administrasi. Di ruang apotek kebetulan sangat antri Syarif menunggu di loby dia melihat Emily juga mengantri Syarif mendekati Emily."Ehemm.."dehem Syarif. Emily pun menengok dan di sampingnya ada Syarif."hai.." sapa Syarif. Emily hanya mengangguk. "Siapa yang sakit?" tanya Syarif. Emily menjawab." tidak ada yang sakit"."Lha terus ngapain kamu disini?"tanya Syarif kepo. "Mau Nebus obat lha.. masak mau kemping" ketus emely."Ya, kan katanya tadi gak ada yang sakit, kok Nebus obat".gerutu Syarif. "Maaf, tadi obat mag ibu habis jadi aku di suruh beliin".jawab Emily. "Oh..".Syarif mengangguk."Lha kamu sendiri ngapain di sini?apa ada yang sakit?".tanya Emily."Ya, seminggu lalu adikku habis kecelakaan" jawab Syarif."Oh.. terus sekarang gimana keadaannya?" tanya Emily."kakinya patah tulang dan selesai di oprasi. sekarang Uda boleh pulang ni mau ambil obat dulu".jelas Syarif. Emily mengangguk mengerti. dan dia di panggil giliran urutannya. emily pamit pada Syarif. sedangkan Syarif masih menunggu gilirannya.


***

__ADS_1


Pulang kerja Emily pulang cepat guna untuk memberikan obat mag ibunya, takut mag ibunya Kambu. "Bu, ini obat ibu, cepat diminum. Emil gak mau ibu sakit!!"pinta Emily. ibunya mengangguk dan mengambil obat dari Emily"kamu mandi dulu gi sana, udah di tunggu ayah dari tadi".seru ibu. "Baik Bu". Emily bergegas masuk ke kamar. di kamar emliy melamun memikirkan pertemuannya dengan Syarif."kenapa aku jadi memikirkan dia"umpat Emily. Emily bergegas ke bawah karena sudah di tunggu ibu dan ayahnya untuk makan malam. "Emil, kamu itu sudah besar nak apa kamu gak kepikiran untuk menikah?".tanya ayah Emily. "Emil baru 24 tahun ayah, masi banyak kok cewek yang usianya 30 belum nikah".jawab Emily. ayah dan ibu saling pandang dan geleng-geleng kepala. "Emil sudah kenyang Emil ke kamar dulu ya". kata emily meninggalkan ayah dan ibunya.


Sementara di rumah Syarif selesai makan malam. Syarif memapah Najwa ke kamar, "Kak Najwa mau sholat dulu, tolong bantu Najwa ke kamar mandi ambil wudhu dulu".pinta Najwa. Syarif mengangguk dan menuntun Najwa ke kamar mandi. selesai wudhu Syarif mengambilkan mukenah dan menata tempat untuk Najwa buat sholat, Najwa sholat di kasur karena kakinya masi sakit jadi sholat dengan cara duduk dulu."Kak Dayat gak sholat?". Tanya Najwa. Syarif terdiam sudah lama dia tidak mengerjakan sholat."Maaf kak, Najwa tidak memaksa agar kak Dayat untuk sholat, tapi sholat itu harus dengan keinginan dan kesadaran hati sendiri untuk mengerjakannya. Najwa yakin suatu saat di lubuk hati kakak pasti tersentuh untuk mengerjakan sholat lagi karena sholat itu wajib kak, aku rindu keluarga kita dulu kak, bapak selalu menjadi imam untuk kita, terus selesai sholat Najwa belajar ngaji sama kakak". Syarif termenung."ya udah kamu sholat dulu, kakak keluar dulu. nanti ibu yang kesini bawain obat untuk kamu". Kata Syarif melenggang pergi dari kamar. Najwa menatap punggung Syarif dengan nanar.

__ADS_1


__ADS_2